Ende, Savanaparadise.com,- Demi meningkatkan kualitas dan kompetensi pelatih dan wasit, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Ende melaksanakan kegiatan up grade wasit bola voli lisensi B dan A daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan peningkatan kompetensi (up grade) wasit bola voli ini berlangsung di SMA Negeri 1 Ende dari Sabtu, 23 Mei 2026 hingga Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 21 orang.
Hadir dalam kegiatan pembukaan up grade wasit dan pelatih diantara, Anggota DPRD Provinsi NTT, Oktafianus Moa Mesi, Wakil Ketua II Bidang Perwasitan PBVSI Provinsi NTT, Drs Martinus Mangi, Kepala Bidang (Kabid) Perwasitan PBVSI Provinsi NTT, Yohanes Seran, Ketua PBVSI kabupaten Ende, Vinsensius Sangu, dan Sekretaris PBVSI Ende, Ludger Naga Djawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PBVSI Ende, Vinsensius Sangu, dalam sambutannya menegaskan, agenda kegiatan up grade yang di selenggarakan oleh PBVSI Ende ini dalam rangka memberikan pelatihan bagi pelatih termasuk bagi wasit.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting untuk dilaksanakan mengingat hampir 10 tahun kegiatan pelatihan tak pernah di selenggarakan kembali ditambah jumlah wasit Bola Voli di Ende makin menurun dari data sebelumnya sebanyak 31 orang namun hingga kini yang aktif terdapat 21 orang.
“Dan dari aspirasi yang saya terima dari teman-teman wasit bahwa semua lisensi teman-teman wasit di Ende ini kebanyakan mati di tahun 2025. Dan hampir 10 tahun belum pernah diadakan kembali pelatihan untuk wasit”, ungkap pria yang akrab disapa Vinsen ini.
Vinsen mengatakan apabila para wasit ini tidak memiliki Lisensi nantinya akan mempengarui setiap turnamen Bola Voli yang diadakan di Ende karena wasit-wasit yang memimpin pertandingan tidak memiliki legalitas.
“Dari hasil diskusi dengan PBVSI Provinsi, puji Tuhan kami di Ende mendapat kesempatan pertama diadakan pelatihan ini”, kata Vinsen yang juga merupakan anggota DPRD kabupaten Ende.
Kepada peserta Vinsen berharap agar peserta dapat mengikutinya secara sungguh-sungguh kegiatan dimakaud demi mengembangkan dan memperkuat potensi para wasit dalam dunia perwasitan.
“Mulai tahun depan kita harus membatasi untuk setiap event bola voli bagi setiap pelatih harus berlisensi, begitu juga di Ende bahwa setiap pelatih itu harus berlisensi”, tegas Vinsen.
Ia juga berharap agar setiap turnamen Bola Voli yang digelar di Ende perlu mempersiapkan diri secara baik dan matang oleh tim di PBVSI terkhusus di wasit.
Sehingga, dihadapan pengurus PBVSI provinsi dan peserta up grade Ia berjanji akan memimpin organisasi PBVSI di Ende dengan baik dan efektif. Dirinya juga mendorong agar setiap anggota PBVSI mentaati tata aturan yang ada dalam organisasi PBVSI termasuk soal etika berogranisasi.
“Sebentar lagi dihadapan kita akan diadakan pertandingan Soekarno Cup I. Ini adalah kerja sama dengan PDI Perjuangan dalam rangka memperingati bulan Bung Karno di bulan Juni dan kita buka open turnamen, pesertanya kita batasi hanya untuk Flores dan Lembata”, terang Ketua Fraksi PDIP DPRD Ende ini.
“Nanti juga kita akan mengupayakan agar di Ende juga harus ada sekolah Bola Voli. Kami menunggu dua agenda penting ini, wasit kita selesaikan dan harus berlisensi dan pelatih juga sama harus berlinsensi, di tambah juga akan kita buka sekolah Bola Voli”, ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua II Bidang Perwasitan NTT, Martinus Mangi dalam sambutannya menegaskan, kekuatan terbesar dalam membangun sebuah organisasi adalah perlu adanya kolaborasi dan kerja sama yang baik antara provinsi dan lokal.
Karena itu, Martinus menekankan pada tiga aspek penting yang menjadi landasan utama bagi kemajuan PBVSI dalam dunia perwasitan dan pelatih. Tiga komponen utama yang disebut Martinus diantaranya, pelatihan, up grade, dan penyegaran.
Ia juga sempat mengkisahkan tentang perjalanan karirnya untuk mendapat lisensi dari C, B, hingga A dihadapan para peserta up grade. Menurutnya, segala sesuatu yang diraih tidak diperolehnya secara instan melainkan butuh perjuangan dan pengorbanan.
“Kita berharap lewat kegiatan up grade ini dapat memunculkan wasit-wasit yang handal dan mampu bersaing dengan daerah lain sehingga di Ende cabang olaraga Bola Voli kian nampak dan berkembamg”, tandasnya.
Pentingnya Kolaborasi Dengan Berbagai Pihak
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi NTT, Oktafianus Moa Mesi sebelum membuka kegiatan up grade wasit menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk CSR dalam mendukung setiap event yang diselenggarakan PBVSI Ende.
“Saya berharap setiap turnamen Bola Voli PBVSI yang ada di daerah ini menjadi prioritas.dan harus berkolaborasi dengan berbagai pihak karena kita berbicara soal event akan berbarengan dengan pembiayaan”, kata Fian Moa Mesi.
Menurutnya, dinamika olahraga paling bergensi dan maju saat ini yang selalu di selenggarakan dalam setiap perayaan baik dalam perayaan ulang tahun dan perayaan lainnya adalah Bola Kaki dan Bola Voli.
Dari itu, mantan Anggota DPRD Ende tiga periode mendorong agar perlu dilakukan pembenahan organisasi PBVSI secara baik sehingga kelak mampu menghasilkan wasit dan pelatih yang memiliki kualitas baik dan berintegritas.
“Saya mengapresiasi kepada pengurus Cabor PBVSI dalam rangka membenahi Cabor ini secara baik dan ke depan turnamen bola voli perlu terus digelar”, saran politisi dari Partai NasDem ini.
Fian juga menyinggung tentang penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan di selenggarakan di dua provinsi yakni NTT dan NTB. Dikatakan, dari hasil diskusi dengan berbagai pihak, NTT di percayakan sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan 22 Cabang Olahraga..
Sedangkan, NTB sendiri menurut ketarangan Fian Moa Mesi di beri kepercayaan menyelenggarakan 23 cabang olahraga.
” Kita di Ende sendiri ada Cabor Arum Jeram dan Sepak Bola Wanita. Kita berharap ke depan aturan PBVSI dapat diikuti secara baik dengan mengikuti dinamika bola voli yang ada di kabupaten Ende yang begitu luar biasa.sehingga kita mampu melahirkan atlet-atlet yang berpertasi”, ujarnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










