Tambolaka,Savanaparadise.com- Jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Wee Rame Kacokko akhirnya merasakan sukacita setelah doa dan harapan untuk memiliki gedung gereja yang representatif terwujud. Pada Minggu, 17/05/2026, gereja modular milik jemaat di Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) diresmikan dan mulai digunakan.
Gereja modular tersebut merupakan bantuan dari Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi (SPK). Bangunan itu menggunakan konsep portable yakni gereja yang dibangun dari komponen atau modul yang dirakit bukan dikerjakan sepenuhnya di lokasi seperti konstruksi konvensional. Gereja modular ini sangat cocok untuk wilayah rawan bencana atau di daerah pedalaman.
Modul-modul bangunan diproduksi lebih dulu kemudian dibawa ke lokasi untuk dipasang menjadi bangunan utuh. Model ini memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat dan efisien, terutama di wilayah yang akses material dan pengerjaannya terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gereja modular yang dibangun untuk Jemaat Kacokko ini juga tercatat sebagai yang pertama di negeri 1001 kuda ini.
Peresmian dilakukan langsung oleh SPK bersama istri, Esther Meilany Siregar Kamlasi. Dalam prosesi tersebut, keduanya membuka selubung papan nama gereja dan menggunting pita sebagai tanda gereja resmi digunakan.
Momen itu disambut dengan sukacita oleh jemaat yang hadir. Kebahagiaan terlihat di wajah warga karena bangunan yang selama ini hanya menjadi harapan akhirnya berdiri dan dapat dipakai untuk beribadah.
Suasana haru mewarnai kegiatan sejak awal acara. Sejumlah ibu jemaat dan kaum muda menampilkan teatrikal yang menggambarkan perjalanan panjang Jemaat Kacokko dalam memperjuangkan kehadiran rumah ibadah yang layak.
Melalui pementasan tersebut, jemaat menceritakan kehidupan mereka yang selama ini beribadah dalam keterbatasan sambil terus menyimpan harapan agar suatu saat memiliki gereja sendiri. Bagi banyak jemaat, cerita itu merefleksikan pengalaman yang mereka alami selama bertahun-tahun.
Kisah bantuan gereja bermula dari pertemuan SPK dengan eks Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka. Dalam pertemuan itu, Christian menyampaikan kebutuhan Jemaat Kacokko yang belum memiliki gedung gereja yang memadai. Permintaan tersebut kemudian direspons SPK dengan menghadirkan gereja portable sebagai hadiah Natal 2025.
Dalam sambutannya, SPK mengaku dirinya langsung menyetujui permintaan tersebut meski saat itu belum memiliki persiapan dana.
” Saat itu Pak Christian Taka meminta gereja ini. Saya langsung iyakan. Padahal saya dan istri sebenarnya tidak punya simpanan untuk membangun ini. Tetapi karena saya sudah mengiyakan, maka dengan doa dan harapan yang kuat saya percaya pasti bisa bersama teman-teman,” ujarnya.
SPK berharap gereja portable tersebut dapat menunjang ibadah mingguan, persekutuan jemaat, serta pelayanan gerejawi di Kacokko. Menurutnya, kehadiran gereja bukan hanya sebagai bangunan fisik tetapi juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan pertumbuhan iman jemaat.
Sebelum peresmian, para remaja jemaat membacakan sejarah berdirinya GKS Wee Rame. Dalam pembacaan itu disampaikan perjalanan awal pelayanan jemaat di Kacokko, termasuk perjuangan warga menjaga persekutuan di tengah keterbatasan fasilitas.
SPK menilai langkah tersebut penting agar generasi muda tetap mengenal sejarah gereja. Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat anak-anak jemaat melupakan perjalanan iman dan pengorbanan para pendahulu.
Bantuan untuk GKS Wee Rame menambah daftar dukungan SPK terhadap pembangunan rumah ibadah modular di NTT. Sebelumnya, ia juga membantu pembangunan kapela portable di Manggarai Barat, Flores Timur dan Lembata.***
Penulis : Tim Redaksi (DD)










