Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Keluarga Korban, Atto Lose, menyampaikan pesan moral di hadapan Cipayung Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Perwakilan Keluarga Korban, Atto Lose, menyampaikan pesan moral di hadapan Cipayung Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Organisasi Kepemudan (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Ende menggelar aksi 1000 Lilin untuk kematian Adik Yohanes Edwintus Bido atau akrab disapa Edwin, remaja asal Kampung Ndua Ria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende-NTT dan kemanusian di Lapangan Pancasila, Selasa, (31/3/26) malam.

Aksi 1000 Lilin untuk Adik Edwin dan kemanusian oleh Cipayung Ende yang terdiri dari, GMNI Cabang Ende, PMKRI Cabang Ende, IMM Cabang Ende bertujuan untuk menggugat nurani anak bangsa agar menghentikan segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun.

Edwin dikabarkan meninggal dunia bersama tenaga kesehatan (Nakes) lainnya dalam insiden penyerangan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Jalan Raya Diatrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, pada Senin, (16/3/26). Jenazah Edwin lalu dipulangkan Ende, Kamis, (19/3/26). Hadir pula dalam aksi 1000 Lilin ini yakni perwakilan dari keluarga korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Umum Aksi 1000 Lilin, Presidium Gerakan Kemasyaratan PMKRI Ende, Longginus Kota Setu mengatakan, gerakan 1000 lilin yang dilakukan cipayung Ende untuk mengingatkan kepada semua elemen bangsa bahwa di republik ini tidak boleh terjadi lagi yang nama kekerasan.

Baca Juga :  Personil Polres Ende Tangani Bencana Longsor di Roa Ende

Aksi 1000 Lilin ini menurut Longginus, juga memberi pesan moral ke semua anak bangsa bahwa dari tanah Ende, bumi rahimnya Pancasila menjadi simbol persaudaraan yang sangat mengikat di karenakan di tanah hidup bukan hanya satu kelompok tapi dari berbagai keolompok masyarakat termasuk Papua.

“Jadi kita mengajak semua warga, baik dari Papua maupun Kalimantan, dan semuanya agar tidak boleh membedakan, baik dari suku, bahasa, RAS, dan budaya bahwa dari sini, tanah Ende, kota rahimnya Pancasila walaupun kita beda tapi tetap satu”, pungkas Longginus.

Longginus juga mengimbau, kepada semua anak bangsa agar menghentikan segala bentuk kekerasan dan menjunjung tinggi nilai kemanusia. Edwin dan temannya merupakan duka bagi republik ini sehingga tidak Edwin yang lain lagi.

“Cukup dari Papua kembali ke Ndua Ria berakhir dengan kabar duka. Walaupun keluarga tidak menuntut, akan tetapi hanya satu pesan keluarga yaitu kedamaian”, ungkap Longginus.

Baca Juga :  GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi

Sementara, Perwakilan Keluarga Korban, Wilhelmus Hermanto Lose menyampaikan ucapan terima kasih ke Cipayung Ende yang telah menaru perhatian terhadap tragedi kematian salah satu keluarga anggota keluarganya.

“Kami dari perwakilan keluarga berterima kasih kepada adik-adik PMKRI, GMNI, dan IMM telah menggelar kegiatan 1000 lilin ini. Kami sangat terharu dan ini menjadi energi dan kekuatan baru dalam menghadapi kedukaan ini”, ucap pria yang akrab di sapa Atto Lose ini.

Atto Lose menegaskan, kekerasan dan teror dalam bentuk apapun dan dengan cara apapun tidak dapat di benarkan secara hukum dan kemanusian.

“Stop dan hentikan segala kekerasan. Mari kita junjung tinggi harkat dan martabat manusia. Karena nilai kemanusian di atas segala-galanya sehingga tidak ibu-ibu yang harus menangis kehilangan anak-anaknya yang meninggal secara sia-sia”, ujar Atto Lose

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Rektor UNADRI Puji Langkah Pemprov NTT, Talent Scouting Dinilai Ubah Peta Pendidikan
SNBP 2026: 3.003 Siswa NTT Lolos, Strategi Talent Scouting Melki–Johni Berdampak
Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan
NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 
Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat
Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga
Seruan Moral Seorang Anak Pedagang Kecil di Ndao Ende Saat Demo: Jangan Rampas Hak Kami
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:49 WIB

Rektor UNADRI Puji Langkah Pemprov NTT, Talent Scouting Dinilai Ubah Peta Pendidikan

Jumat, 17 April 2026 - 20:43 WIB

SNBP 2026: 3.003 Siswa NTT Lolos, Strategi Talent Scouting Melki–Johni Berdampak

Jumat, 17 April 2026 - 18:00 WIB

Sidang PS Sengketa Tanah Maulafa, Penggugat Tak Bisa Buktikan Batas Lahan

Rabu, 15 April 2026 - 14:14 WIB

NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Rabu, 15 April 2026 - 13:12 WIB

Framing “PT. Partai NasDem Indonesia Raya Tbk,DPW NasDem NTT tuntut Majalah Tempo minta maaf secara tertulis 

Berita Terbaru