Kupang,Savanaparadiase.com-Pengumuman kelulusan Tingkat SMA/SMK se-NTT menjadi perbincangan banyak kalangan khususnya dunia pendidikan yang mendapat sorotan publik dimana dalam momentum memeriahkan kelulusan justru menunjukkan perilaku tidak etis yang ditujukan para siswa siswi di NTT khususnya SMA & SMK dikota Kupang yang di nilai melanggar norma sosial dan norma kesopanan yang terus hidup dalam adat ketimuran .
Euforia kelulusan ini dimana Pakaian seragam sekolah menjadi kanvas yang melecehkan kaum perempuan yang kita perangi bersama tentang pelecehan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak baik secara verbal maupun kekerasan Fisik.
Melihat peristiwa ini Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( DPC GMNI KUPANG) Jackson Markus angkat bicara ketika di mintai keterangannya pada Rabu,06 Mei 2026 .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia melihat bahwa fenomena ini tidak ada yg perlu disalahkan namun harus melakukan evaluasi yang lebih serius terhadap para Kepala Sekolah, Guru Sebagai tenaga pendidik dan orang tua sebagai fondasi utama dalam mendidik karakter anak sejak usia dini Sebab yang selalu bersama-sama dengan siswa adalah orang tua dan Guru.
Dari aksi yang dipertonton siswa yang memiliki baju berbau semi pornografi itu kita jangan menjadikan sampel untuk mewakili semua SMA/SMK di NTT dan Jangan juga menyalahkan Dinas pendidikan dan kebudayaan NTT karena tindakan atau karakter yang diperlihatkan itu tidak melekat pada pada sekolah melainkan melekat pada tabiat karakter anak itu sendiri. Karena itu jangan dijadikan sampel untuk mewakili semua sekolah di NTT karena ada banyak sekolah yang mensyukuri kelulusan dengan hal hal positif.Bila perlu kita perlu mencari tahu siswa yang memakai Seragam tersebut dan dibina secara khusus dan kita semua Dorong Kepala dinas pendidikan provinsi dan Kebudayaan NTT untuk melakukan Evaluasi khusus sekolah dimana anak sekolah itu tempuh pendidikan.kata Jackson
Ketua GMNI Cabang Kupang juga meminta Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT untuk melakukan Evaluasi terhadap semua kepala sekolah di NTT agar dalam membina para murid lebih menekankan pada pembinaan karakter ketimbang pada kecerdasan kognitif.
Jackson berharap Kejadian semacam ini tidak akan terulang lagi di tahun tahun yang akan datang katanya.Ia berharap ini menjadi evaluasi dan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak sejak usia dini dan pembinaan karakter menjadi tanggungjawab bersama terlebih mulai dalam keluarga.kata Jackson
Mantan Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Arta Wacana Kupang ini juga mengapresiasi Pergub Meja Belajar (Melki-Jhoni Ajak Belajar) yang baru baru ini di launching pada momentum Hardiknas pada tanggal 02 Mei 2026 yang lalu.
Hal ini menurut Jackson Pergub Meja belajar yang baru diteken Gubernur NTT merupakan Pergub yang efektif bagi pelajar di NTT Karena dengan pergub ini siswa dapat dikontrol jam belajar sejak dini, Tujuannya bukan saja untuk meningkatkan kecerdasan intelektual /kognitif melainkan juga di barengi dengan Kemampuan berperilaku atau (Behavioral Inteligence )dengan baik dan benar.
sehingga dengan adanya kemampuan behavioral Inteligence atau kemampuan berperilaku anak anak memiliki karakter dan berperilaku dengan baik dan benar dalam kehidupan sosial masyarakat dimanapun berada.kata Tutup Jackson.
Penulis : Tim Redaksi (DD)










