Ende, Savanaparadise.com,- Upacara apel bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 tingkat Kabupaten Ende yang bertempat di Stadion Marilonga berlangsung penuh kidmat.
Upacara ini di pimpin langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda. Tampak hadir mendampingi Bupati, Ketua PKK Kabupaten Ende, Cici Badeoda, Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso, Wakil Ketua DPRD Ende, Yanus Waro, Plt. Sekretaris Daerah, Gabriel Dala.
Turut hadir tamu undangan lainnya, dari unsur Forkopimda, Tokoh Agama, para Kepala Sekolah, Tokoh Adat, dan tamu undangan lainnya. Sedangkan peserta apel bendera terdiri dari para pelajar dan juga dari personil TNI, Polri, dan Sat Pol PP Ende.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai upacara apel bendera, di ikuti dengan senam massal oleh 1000 siswa dari SMP. Kemudian dilanjutkan dengan antraksi marching band dari SMK Negeri 1 Ende, SMPK Maria Goreti Ende, dan SMPK Frateran Ndao Ende. Di sela-sela antraksi terseebut ada acara penyerahan hadiah lomba Fashion Show, Gawi, dan Pop Single. Acara kemudian ditutup dengan Gawi bersama.
Namun ada sesuatu yang unik kali ini, selain lokasinya kegiatan apel benderanya tidak seperti biasa dari tahun-tahun sebelumnya yaitu lokasi bertempat di Stadion Marilonga, semua pelajar, peserta apel bendera mengenakan busana adat nusantara.
Bupati Ende, Yosef Benediktus saat ditemui media pada, Sabtu, (2/5/2026) mengungkap alasan pemerintah memilih Stadion Marilonga sebagai tempat kegiatan Hardiknas tahun ini adalah mempertimbangkan kesehatan anak.
Menurut Bupati, alasan tersebut di karenakan kondisi Stadion Marilonga sangat nyaman bagi anak dalam mementaskan senam massal dan antraksi marching band karena terbebas dari debu yang dapat mengganggu kesehatan anak.
“Saya pikir di sini tempat paling aman, walaupun panas tapi masih ada rumput. Kalau di Lapangan Perse Ende walaupun di siram tapi masih tetap berdebu”, timpal Bupati.
Ketika di tanya wartawan soal makna di balik para pelajar mengenakan busana adat nusantara pada apel bendera Hardiknas tahun ini, Bupati menjelaskan, inisiatif ini dilakukan demi merajut kembali dan memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak.
“Kita ingin merajut kembali nilai-nilai budaya kita yang jangan sampai anak-anak kita lupa dengan jati diri mereka. Jadi kita pingin merajut kembali benang yang mungkin sebantar lagi putus, kita sambung kembali supaya mereka bisa mengenal budaya mereka”, jelas Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengaku senang dapat bertemu dengan seluruh anak-anak, baik dari SD maupun SMP. Menurut Bupati, dari raut wajah anak-anak, mereka menunjukan semangat untuk belajar, sekolah, berkarya, dan menampilkan budayanya.
“Tadi saya senang ada senam massal, senam Indonesia cinta tanah air. Sangat bagus sekali dan ke depan harus seperti itu, ada semangat dalam diri. ini juga bagian kita merefleksi kembali kita punya program, kita punya kegiatan terkait dengan anak”, kata Bupati.
Bupati menekankan pentingnya menciptakan dunia ramah anak yang memberikan ruang seluas-luasnya ke anak untuk berkembang sesuai usianya.
Menurutnya, hal tersebut juga ditekankan oleh Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah agar memanfaatkan ruang sekolah, keluarga, dan lingkungan, terlebih khusus media untuk mengkampanyekan pendidikan anak, tentang ruang terbuka hijau bagi anak-anak untuk bertumbuh dan berkembang secara baik.
“Jadi media itu sangat penting itu sangat dalam hal mengkampanyekan pendidikan anak, tentang ruang terbuka hijau bagi anak-anak agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik”, pungkas Bupati.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










