Dinas PK Ende Berencana Akan Tempatkan Guru Ke Sekolah Negeri dan Swasta Secara Merata

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas P dan K Kabupaten Ende, Venantius Minggu (Foto: Mateus Bheri/SP)

Plt. Kepala Dinas P dan K Kabupaten Ende, Venantius Minggu (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,-Pendistribusian Guru-guru profesional antara sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Ende tampak tidak seimbang. Kebanyakan Guru-guru ASN dan P3K di tempatkan di sekolah-sekolah negeri sedangkan sekolah-sekolah swasta hanya dihuni sebagian besar tenaga honorer.

Kondisi ini yang menyebabkan terjadi deviasi cukup signifikan antara negeri dan swasta yang mana tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten Ende

Mencermati persoalan demikian, Plt. Kepala Dinas P dan K Kabupaten Ende, Venantius Minggu saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Jumat, 20 Febuari 2026 mengatakan, pihaknya akan mengupayakan pendistribusian guru ke setiap sekolah akan dilakukan secara merata, baik untuk sekolah negeri maupun swasta

Venan Minggu menilai dalam membangun dunia pendidikan sangat di perlukan satu komitmen bersama. Komitmen tersebut menurut dia, harus di mulai dari seorang pemimpin yang harus memahami persoalan dunia pendidikan seperti apa.

“Awal ketika saya memimpin di Kabupaten Nagekeo saya melihat persoalan bahwa bagaimana memastikan bapak ibu guru dibekali pengetahuan mendasar sebagai seorang guru profesional. Sehingga fokus perhatian saya pada waktu itu adalah bagaimana meningkatkan kualitas guru karena di pundak guru kualitas pendidikan anak disekolah akan meningkat dengan baik kelak”, tutur Venan Minggu menceritakan kembali perannya sebagai Kepala Dinas P dan K Nagekeo. 

Venan Minggu mengatakan bukan hanya peningkatan pengetahuan guru yang dilakukan, akan tetapi menurut dia, problem berikut yang ia temukan adalah masih adanya sekolah-sekolah yang kesulitan guru dan itu kebanyakan di sekolah-sekolah swasta.

“Nah, pekerjaan pemerintah adalah bagaimana sekolah-sekolah swasta ini tidak terjadi semacam diskriminasi terhadap tenaga guru. Maka, kita alihkan beberapa guru yang kelebihan guru di sekolah negeri untuk mengabdi di sekolah swasta”, terang dia.

Menurutnya, jika tenaga guru didistribusikan secara baik akan menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur tingkat keberhasilan anak dengan adanya pemerataan tenaga guru yang ada di setiap sekolah, baik negeri maupun swasta.

Baca Juga :  Bupati Badeoda Anggap Kritik dan Masukan Dari Masyarakat Adalah Dinamika Dalam Bernegara

Tanpa itu, tambah dia, akan sangat sulit dalam mewujudkan keberhasilan dunia pendidikan anak. Hal itu dikarenakan, jelas dia, indikator keberhasilan secara nasional berkenaan dengan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter, bukan saja diukur hanya untuk sekolah negeri melainkan juga termasuk sekolah swasta. 

Merujuk pada fakta tersebut, Venan merasa perlu adanya support dari pemerintah terhadap sekolah-sekolah swasta dalam hal ketersedian tenaga pendidik kendati sekolah swasta didirikan oleh yayasan ataupun masyarakat.

“Setelah saya mempelajari persoalan di Nagekeo yang berkaitan dengan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter begitu menanjak. Itu dikarenakan di sana memang pemerataan tenaga guru luar biasa, pelatihan tenaga guru menjadi prioritas dan disitulah indikator keberhasilan muncul. Sebenarnya antara Ende dan Nagekeo itu sama, hanya saja letak pendistribusi guru di sekolah negeri dan swasta di Ende tidak berimbang. Kalau sudah berimbang saya yakin Ende akan semakin membaik kedepannya”, ungkapnya.

Karena itu, terang dia, langkah yang akan dilakukan kedepannya adalah bagaimana memastikan agar pendistribusian guru secara merata hingga ke pelosok-pelosok daerah yang mengalami kesulitan guru.yang notabene lebih banyak di isi Guru-guru honor dengan pembiayaan yang begitu minim.

“Saya rasa kita semua pasti akan memahami betapa luar biasanya mereka para guru honor ini bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan. Tentu gaji tunjangan harus menjadi jaminan dan perlu juga menjadi bahan pertimbangan kita supaya pengabdian mereka betul-betul tulus hati”, kata Venan.

“Dengan tagline “Ende Baru” bagaimana persoalan ini harus segera di benahi. Ini demi mengembalikan Ende sebagai kota Pelajar. Jadi di tahun 2026 ini, kita ingin memastikan bahwa program pemerintah pusat dan sekarang sedang digencarkan lewat konsolidasi Nasional yang terjadi pada tanggal 8 sampai 11 itu, memastikan bahwa peningkatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter kabupaten Ende terus bergerak kedepan sehingga kita tidak ketinggalan”, tambahnya.

Venan juga berkomitmen akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang hebat di kabupaten Ende demi menyambut tahun 2045 yaitu generasi emas yang mana sejalan dengan visi-misinya Presiden dan Wakil Presiden yang dijabarkan oleh Bupati dan Wakil Bupati.

“”Dengan regulasi yang ada, bagaimana pemerintah kabupaten Ende untuk melihat kembali sehingga semua sekolah yang ada di kabupaten Ende dapat pelayanan yang sama untuk anak yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, baik dalam peningkatan mutu guru, berkenaan dengan redestribusi guru, dan mutasi guru”, tukasnya

“Dan ini sedang di rancang oleh dinas supaya apa yang diharapkan oleh pemerintah kabupaten Ende, pendidikan merata atau pendidikan bermutu, tidak hanya pada sekolah negeri tapi bermutu juga untuk sekolah swasta bisa terwujud”, jelasnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka Berkunjung Ke Ende; Warga Ngaku Kecewa Tidak Melihat Langsung Wajah Wapres
Kenang 10 Tahun Kepergian Ronny So; Sang Pejuang Orang Kecil
13 Petugas Sensus Alami Muntah-Muntah Hingga Dilarikan ke RSUD Ende Saat Ikut Pelatihan
Berita ini 239 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:43 WIB

DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:57 WIB

Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:59 WIB

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka Berkunjung Ke Ende; Warga Ngaku Kecewa Tidak Melihat Langsung Wajah Wapres

Berita Terbaru