Kenang 10 Tahun Kepergian Ronny So; Sang Pejuang Orang Kecil

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Almarhum, Simpronisius So (Ronny So) (Foto: Istimewa)

Almarhum, Simpronisius So (Ronny So) (Foto: Istimewa)

Ende, Savanaparadise.com,- Siapa yang tidak mengenal sosok pria yang akrab disapa Ronny So ini. Ronny So di kenal oleh banyak kalangan sebagai sosok yang sangat sederhana, murah senyum kepada siapa saja yang Ia jumpai. Ia juga di kenal sebagai aktivis sosial dan lingkungan oleh rekan-rekan sejawatnya.

Sang pejuang orang kecil ini, telah pergi 10 tahun silam tepatnya, 13 Juni 2016. Pria tiga anak ini lahir 25 Agustus 1963 kemudian diberi nama lengkap, Simpronisius So.

Ia lahir dari keluarga sederhana Bapak Wilhelmus Ba’a dan Mama Maria Remba dari Watuneso. Meskipun sebagai putra tunggal, Ronny So sosok pribadi yang mandiri, tak menggantungkan hidupnya pada kedua orang tuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mulai meniti karirnya d sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Nama Ronny So mulai di kenal oleh rekan-rekannya karena kecerdasan. Sebelum pindah ke Ende, Ia bersama Istri dan ketiga anaknya sempat tinggal di Ibukota dingin Bajawa bertahun-tahun lamanya.

Di Bajawa, Ronny So bersama rekan-rekannya bekerja di sebuah Yayasan yang namanya, Nurani Desa. Setelah di Ende, Ronny So mendirikan sebuah Lembaga yang namanya Fird ( Flores Intitute for Resources Develoment ).

Ronnya So sangat piawai dalam membangun jejaring di pusat bahkan luar negeri. Meski memiliki jaringan luas, tidak mengubah sifat Ronny So menjadi sombong. Kesederhanaannya itu membuat Ronny So banyak dikenal dan sukai orang termasuk teman-teman sekerjanya Dari cerita, Ronny So sosok pribadi yang suka membantu dan menolong bagi siapa saja yang membutuhkan.

Baca Juga :  Peduli Gempa Flores; Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia di Ende

Bahkan pertolongan yang Dia berikan ke seseorang tanpa diketahui orang lain bahkan mungkin istrinya sendiri. Sama seperti sebuah pepatah “apa yang berikan oleh tangan kananmu, tidak boleh diketahui tangan kirimu”. Begitulah cara Ronny So membantu dan menolong sesamanya.

Kini, sepuluh tahun sudah Ronny So pergi meninggal, Istri dan ketiga anaknya, sanak saudara, keluarga, serta teman-temannya. Walaupun begitu, jasa dan amal baiknya masih saja tersimpan di memori ingatan bagi orang-orang yang pernah dekat dengannya.

Menurut Kisah, Hironimus Pala, Ronny So adalah sosok yang tidak mengganggap kemapanan adalah sesuatu hal yang hebat. Bagi Ronny So, kisah Hironimus, kemapanan yang tidak berpihak pada masyarakat kecil itu yang akan di tentangnya.

” Di kampus kalau dosen-dosen yang lebih mengajarkan soal teori-teori dia yang lebih banyak protes. Orangnya cukup kritis. Di dunia kerja, hampir tidak dapat kita temukan Ia marah”, ungkap Hironimus di hadapan semua keluarga dan undangan usai misa peringatan 10 tahun kepergian Ronny So di Aula Firdaus Nanganesa, Senin, (15/6/26) malam.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Salurkan Air Bersih Bagi Korban Bencana Gempa Flores di Ende 

Kisah Hironimus, selama Ronny So memimpin Fird yang teroganisir dari Larantuka hingga Labuan Bajo, Ronny So merupakan salah satu sosok yang mampu meyakinkan pendonor untuk bekerja sama dengan Fird. Ia menceritakan, ketika orang lain presentasi berslide-slide Ronny hanya presentasi satu slide.

Meskipun hanya satu slide, kata Hironimus, tetapi bagaimana Ronny So mampu meyakinkan para donor. Menurutnya, Ronny So juga menjadi guru bagi kawan-kawan sejawatnya yang sama-sama meniti karir di dunia LSM di Flores, NTT tetapi juga di Indonesia.

“Kawan-kawan yang pernah kenal dengan dia, mereka belajar banyak dari dirinya. Bagaimana meyakinkan para pendonor dengan argumen kritis termasuk saya juga”, timpal Hironimus.

Metode pembelajaran yang dibangun Ronny So, tambah Hironimus, bagaimana merangkum satu buku dan kemudian mempresentasikan dalam satu slide sehingga di situlah letak kecerdasan Ronny So.

“Jadi kami cukup belajar banyak dari beliau bagaimana membesarkan organisasi. Karena sebelumnya Ia cukup lama di Bajawa dengan Yayasan Nurani Desa. Kemudian setelah Ia bergabung dalam jaringan Fird. Ronny So tidak hanya teladan bagi keluarga melainkan Ia adalah sosok teladan bagi jaringan dan kami teman-teman semuanya”, pungkasnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah
Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu
Putri Pariwisata Indonesia 2026 Bersama Levico Butik Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa
GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi
Bunda Julie Laiskodat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Bagikan Susu Kotak dan Makanan Ringan Untuk Anak TK Serta SD
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:08 WIB

VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah

Kamis, 17 September 2026 - 21:33 WIB

Sambut Harlantas Bhayangkara Ke-71, Satlantas Polres Ende Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Ojek dan Warga Kurang Mampu

Kamis, 17 September 2026 - 20:56 WIB

Putri Pariwisata Indonesia 2026 Bersama Levico Butik Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa di Ende

Rabu, 16 September 2026 - 07:14 WIB

Terima 7 M Dari Dana Banpres, Dinas PK Ende Gunakan Untuk Pengadaan Tenda Darurat di 227 Sekolah 

Selasa, 15 September 2026 - 16:05 WIB

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembuatan 25 Unit Kapal Tangkap Ikan ke Jaksa

Berita Terbaru