Kupang,Savanaparadise.com-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang menanggapi berbagai narasi yang berkembang di media sosial terkait video Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungannya melihat langsung infrastruktur di Kecamatan Amfoang Kabupaten Kupang Provinsi NTT
Ketua Cabang GMNI Kupang, Jacson Marcus, menilai bahwa potongan video dan hasil skrinsut foto yang beredar tidak dapat dijadikan dasar untuk memberikan penilaian sepihak terhadap sikap dan etika seorang pemimpin daerah saat berdiskusi bersama masyarakat.
“Publik sangat terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya berdasarkan potongan video dan hasil skrinsut semata. Kita harus melihat konteks secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujar Jacson Marcus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan penjelasan dari berbagai pihak yang berada langsung di lokasi kegiatan, Gubernur NTT saat itu bukan sedang bermain handphone, melainkan sedang mencatat berbagai poin penting, aspirasi masyarakat, serta arahan yang disampaikan dalam dialog bersama masyarakat Amfoang dan Wakil Presiden RI.
Sebagai organisasi mahasiswa yang menjunjung tinggi objektivitas dan budaya kritis yang sehat, GMNI Kupang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Potongan video berdurasi singkat dan hasil skrinsut sering kali tidak menampilkan konteks secara utuh sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah publik.
“Kami melihat penggunaan perangkat digital untuk mencatat merupakan sesuatu yang wajar di era modern saat ini. Yang paling penting adalah keseriusan seorang pemimpin dalam mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” ucap Jackson
GMNI Kupang juga menilai bahwa langkah Gubernur NTT yang mencatat langsung berbagai persoalan masyarakat menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan rakyat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan persoalan-persoalan dasar yang disampaikan masyarakat Amfoang dalam kunjungan tersebut.
GMNI Kupang berharap masyarakat tidak membangun opini negatif tanpa memahami situasi secara menyeluruh. Ruang digital seharusnya menjadi ruang edukasi dan kontrol sosial yang sehat, bukan tempat membentuk penghakiman berdasarkan potongan informasi yang tidak utuh.ucap Ketua GMNI Kupang ini.
Penulis : Tim Redaksi (DD)










