13 Petugas Sensus Alami Muntah-Muntah Hingga Dilarikan ke RSUD Ende Saat Ikut Pelatihan

- Penulis

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Ilustrasi

Foto :Ilustrasi

Ende, Savanaparadise.com,- Sebanyak 13 petugas sensus mengalami muntah-muntah hingga dilarikan IGD RSUD Ende saat mengikuti pelatihan sensus ekonomi tahun 2026 gelombang Dua.

Pelatihan yang diselenggarakan BPS Ende berlangsung selama Tiga hari, di Hotel Syifa Ende, terhitung sejak Senin, 8 Juni sampai 10 Juni 2026. Peserta pelatihan ini berjumlah 314 orang yang di bagi dalam tiga gelombang dengan lokasi, tempat, dan waktu yang berbeda.

Dikabarkan, gejala awalnya para petugas sensus ini merasa pusing, mual-mual kemudian mengalami muntah-muntah. Panik dengan keadaan tersebut, akhirnya ke-13 orang yang mengalami kondisi serius terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Ende untuk mendapat tindakan medis berupa infus dan obat-obatan lainnya demi memulihkan kondisi kesehatan para petugas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabarnya pihak dinas kesehatan sempat turun ke lokasi dan sempat mengambil sampel makanan untuk dilakukan pengecekan, apakah kejadian yang dialami para petugas sensus murni pola makan, penyakit bawaan, faktor kecapaian atau mungkin karena efek lain.

Salah seorang petugas sensus, sebut saja, Bulan (bukan nama yang sebenarnya), kepada media Kamis, 11 Juni 2026 membenarkan kejadian tersebut. Dirinya tidak menyangka akan mengalami kejadian semacam ini padahal semenjak berangkat dari kampung ia dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Bupati Badeoda Anggap Kritik dan Masukan Dari Masyarakat Adalah Dinamika Dalam Bernegara

Martina mengaku, dirinya tidak memiliki riwayat penyakit lambung ataupun maag karenanya ia mengaku heran bisa mengalami muntah-muntah saat mengikuti pelatihan hari ketiga.

“Kalau kena dari hari Selasa kaka (Kakak) cuman kami mulai lemas, mual mual, dan muntah-muntah hari Rabu. Ada yang kena mulai pagi dan sebagian kena sore”, ungkapnya.

Sementara, Kepala BPS Kabupaten Ende, I Made Suantara menjelaskan, BPS kabupaten Ende sedang melaksanakan pelatihan petugas sensus ekonomi di beberapa lokasi diantara, Hotel Syifa, Satar Mese, dan Flores Mandiri.

“Kemarin memang ada musibah kecil sedikit, mungkin faktor pola makan dan dari makanan yang di sediakan mungkin ada yang pedas dan sebagainyaa sehingga ada sebagian petugas yang perlu kami berikan pengobatan”, kata I Made Suantara.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan penangan dari pihak medis para petugas yang mengalami musibah tersebut kondisinya berangsur pulih dan kembali normal. I Made menyebut, jumlah petugas sensus yang mengalami gejala muntah-muntah sebanyak 13 orang dan semuanya sempat di rawat di IGD.

“Syukur alhamdulilla sorenya sudah semua pulih setelah mendapat penanganan dan hari ini mereka sudah pulang ke rumah masing-masing”, katanya.

Di sisi yang lain, I Made tidak menjelaskan secara rinci hasil analisis medis ataupun hasil diagnosa terkait musibah yang menimpah petugas sensus saat mengikuti pelatihan karena baginya itu menjadi urusan rumah sakit maupun dinas kesehatan.

Baca Juga :  Kesbangpolda Ende Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan Bagi Partai Politik

“Kami hanya tugasnya pelatihan untuk petugas sensus itu, Kami sebenarnya intinya yang penting petugas itu aman, sehat, itu saja. Karena mereka ada keluhan sedikit, kami ajak ke pihak yang menangani kesehatan, yaitu rumah sakit. Nah, itu sudah urusan rumah sakit, dinas kesehatan dan terkait lainnya, kami serahkan ke situ”, kata dia.

Ketika di tanya apakah sebelumnya petugas sensus memiliki riwayat sakit bawaan atau faktor kecapaian, I Made mengatakan dirinya tidak punya kewenangan untuk memberikan keterangan tersebut sebab ada pihak lain yang punya kewenangan untuk melakukan pengecekkan data. (pengambilan sampel-red).

“Penting bagi kami petugas sudah sehat, sudah bisa pulang ke rumah dan nanti siap untuk melaksanakan sensus ekonomi 2026. Kalau kejadiannya di Rabu siang sudah ada gejala”, tutupnya.

Sementara, pihak RSUD Ende, dinas kesehatan kabupaten Ende, dan pihak hotel hingga berita ini di turunkan belum dapat dihubungi wartawan. Meski demikian, wartawan tetap berusaha untuk menghubungi pihak-pihak yang di sebutkan di atas untuk memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Lepas 29 Peserta Didik, Kepala Desa Baumata Barat Apresiasi TK Eduard Michelis-Nasipanaf Cetak Generasi Berkarakter COIS dan Unggul
270 orang Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ende Siap Melakukan Pendataan Usai Dibekali Pelatihan
Ambrosius Kodo Tekankan Disiplin dan Optimalisasi PAD dalam Apel Virtual WFA Dinas PK NTT
Perkumpulan Peduli Kasih Prihatin Atas Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Oleh Tiga Pria di Ende
Sidang Penyelesaian Sengketa informasi Muchtar Djafar Adam & BPN Manggarai Barat Digelar,Pemohon Cabut Sengketa Secara Resmi
KPID NTT Dorong TVRI Perluas Jangkauan Siaran Piala Dunia
Polres Ende Gelar Open Turnamen Fustal Antar Club
Kasus Pencabulan di Ende Marak Terjadi; Terdata Tahun 2026 Sebanyak 9 Kasus
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:04 WIB

13 Petugas Sensus Alami Muntah-Muntah Hingga Dilarikan ke RSUD Ende Saat Ikut Pelatihan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:17 WIB

Lepas 29 Peserta Didik, Kepala Desa Baumata Barat Apresiasi TK Eduard Michelis-Nasipanaf Cetak Generasi Berkarakter COIS dan Unggul

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:13 WIB

270 orang Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ende Siap Melakukan Pendataan Usai Dibekali Pelatihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:40 WIB

Ambrosius Kodo Tekankan Disiplin dan Optimalisasi PAD dalam Apel Virtual WFA Dinas PK NTT

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:37 WIB

Perkumpulan Peduli Kasih Prihatin Atas Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur Oleh Tiga Pria di Ende

Berita Terbaru