Ende, Savanaparadise.com,- Sebanyak 13 petugas sensus mengalami muntah-muntah hingga dilarikan IGD RSUD Ende saat mengikuti pelatihan sensus ekonomi tahun 2026 gelombang Dua.
Pelatihan yang diselenggarakan BPS Ende berlangsung selama Tiga hari, di Hotel Syifa Ende, terhitung sejak Senin, 8 Juni sampai 10 Juni 2026. Peserta pelatihan ini berjumlah 314 orang yang di bagi dalam tiga gelombang dengan lokasi, tempat, dan waktu yang berbeda.
Dikabarkan, gejala awalnya para petugas sensus ini merasa pusing, mual-mual kemudian mengalami muntah-muntah. Panik dengan keadaan tersebut, akhirnya ke-13 orang yang mengalami kondisi serius terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Ende untuk mendapat tindakan medis berupa infus dan obat-obatan lainnya demi memulihkan kondisi kesehatan para petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabarnya pihak dinas kesehatan sempat turun ke lokasi dan sempat mengambil sampel makanan untuk dilakukan pengecekan, apakah kejadian yang dialami para petugas sensus murni pola makan, penyakit bawaan, faktor kecapaian atau mungkin karena efek lain.
Salah seorang petugas sensus, sebut saja, Bulan (bukan nama yang sebenarnya), kepada media Kamis, 11 Juni 2026 membenarkan kejadian tersebut. Dirinya tidak menyangka akan mengalami kejadian semacam ini padahal semenjak berangkat dari kampung ia dalam kondisi sehat.
Martina mengaku, dirinya tidak memiliki riwayat penyakit lambung ataupun maag karenanya ia mengaku heran bisa mengalami muntah-muntah saat mengikuti pelatihan hari ketiga.
“Kalau kena dari hari Selasa kaka (Kakak) cuman kami mulai lemas, mual mual, dan muntah-muntah hari Rabu. Ada yang kena mulai pagi dan sebagian kena sore”, ungkapnya.
Sementara, Kepala BPS Kabupaten Ende, I Made Suantara menjelaskan, BPS kabupaten Ende sedang melaksanakan pelatihan petugas sensus ekonomi di beberapa lokasi diantara, Hotel Syifa, Satar Mese, dan Flores Mandiri.
“Kemarin memang ada musibah kecil sedikit, mungkin faktor pola makan dan dari makanan yang di sediakan mungkin ada yang pedas dan sebagainyaa sehingga ada sebagian petugas yang perlu kami berikan pengobatan”, kata I Made Suantara.
Ia menambahkan, setelah mendapatkan penangan dari pihak medis para petugas yang mengalami musibah tersebut kondisinya berangsur pulih dan kembali normal. I Made menyebut, jumlah petugas sensus yang mengalami gejala muntah-muntah sebanyak 13 orang dan semuanya sempat di rawat di IGD.
“Syukur alhamdulilla sorenya sudah semua pulih setelah mendapat penanganan dan hari ini mereka sudah pulang ke rumah masing-masing”, katanya.
Di sisi yang lain, I Made tidak menjelaskan secara rinci hasil analisis medis ataupun hasil diagnosa terkait musibah yang menimpah petugas sensus saat mengikuti pelatihan karena baginya itu menjadi urusan rumah sakit maupun dinas kesehatan.
“Kami hanya tugasnya pelatihan untuk petugas sensus itu, Kami sebenarnya intinya yang penting petugas itu aman, sehat, itu saja. Karena mereka ada keluhan sedikit, kami ajak ke pihak yang menangani kesehatan, yaitu rumah sakit. Nah, itu sudah urusan rumah sakit, dinas kesehatan dan terkait lainnya, kami serahkan ke situ”, kata dia.
Ketika di tanya apakah sebelumnya petugas sensus memiliki riwayat sakit bawaan atau faktor kecapaian, I Made mengatakan dirinya tidak punya kewenangan untuk memberikan keterangan tersebut sebab ada pihak lain yang punya kewenangan untuk melakukan pengecekkan data. (pengambilan sampel-red).
“Penting bagi kami petugas sudah sehat, sudah bisa pulang ke rumah dan nanti siap untuk melaksanakan sensus ekonomi 2026. Kalau kejadiannya di Rabu siang sudah ada gejala”, tutupnya.
Sementara, pihak RSUD Ende, dinas kesehatan kabupaten Ende, dan pihak hotel hingga berita ini di turunkan belum dapat dihubungi wartawan. Meski demikian, wartawan tetap berusaha untuk menghubungi pihak-pihak yang di sebutkan di atas untuk memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










