Ende, Savanaparadise.com,- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH berharap pelatihan pelatih Bola Voli bisa bangkitkan euforia Bola Voli di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Harapan ini disampaikan Bupati Badeoda dalam sambutan saat membuka kegiatan pelatihan pelatih Bola Voli lisensi daerah zona dua Flores – Lembata di Aula Bina Olangari, Kamis, (11/6/26).
Kegiatan ini diikuti 83 calon pelatih Bola Voli Flores = Lembata. Hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Provinsi NTT, Ambros Reda, Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi NTT, Winston Rondo, Ketua PBVSI Kabupaten Ende, Vinsensius Sangu, SH., MH, Pimpinan OPD kabupaten Ende, unsur Forkompinda kabupaten Ende.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Badeoda mengaku senang atas kehadiran para calon pelatih dari kabupaten Ende dan juga se-Flores – Lembata. Tentunya, kata Bupati, pemerintah kabupaten Ende sangat mendukung kegiatan ini dengan satu tujuan bersama demi membangkitkan euforia Bola Voli di NTT makin baik ke depannya.
“Saya pikir begini euforia yang kita mau dapat sehingga pelatihan pelatih hari ini adalah bagian dari bagaimana kita membangkitkan bola voli agar tidak kalah dengan sepak bola”, ucap Bupati.
“Sebagai Ketua KONI Ende, saya sangat senang karena Ende sebagai tuan rumah. Pada intinya saya berharap agar pelatihan ini membawa kebangkitan bola voli dan kalian semua bisa dapat lisensi serta mendapat pengetahuan yang baik”, tambah Bupati.
PBVSI NTT Tegaskan Seluruh Pelatih Wajib Memiliki Lisensi Resmi
Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo menegaskan bahwa seluruh pelatih Bola Voli di NTT wajib memiliki lisensi resmi PBVSI. Dikatakan, tahapan lisensi tersebut, organisasi akan memberlakukan aturan yang ketat.
Ia menegaskan pelatih yang tidak memiliki lisensi tidak dapat mendampingi timnya duduk di Bems, duduk dipinggir lapangan pada pertandingan resmi, tidak dapat ikut dalam pertandingan memorial cup maupun agenda–agenda resmi di bawah bendera PBVSI.
“Mengapa kita memberlakukan aturan ketat semacam ini, karena ini adalah kesempatan terahkir bagi pelatihan publik. Setelah zona Flores – Lembata ini selesai dan zona Sumba juga selesai, Pemprov PBVSI akan mempertimbangkan untuk menutup seluruh perhatian publik dan kita 100 persen fokus pada energi dan sumber daya organisasi untuk persiapan menghadapi PON 2028”, ungkapnya.
Menurutnya, pilihan hari ini bagi wasit dan pelatih Bola Voli hanya dua yaitu, masuk dan berkembang bersama di dalam sistem pembinaan resmi PBVSI NTT atau tertinggal dan berada di luar sistem.
“Oleh karena itu, rekan-rekan pelatih yang hadir 83 orang tidak perlu ragu selama tiga hari ke depan anda akan di gembleng masuk oleh para fasilatator utama terbaik kita yang merupakan para pelatih profesional dan wasit nasional PBVSI NTT”, katanya.
“Karena jumlah yang sangat besar ini PBVSI NTT demi menghasilkan pelatih yang berkualitas, efisien, dan fokus penyerapan materi PBVSI NTT mengambil kebijakan taktis untuk membagi pembelajaran dalam dua kelas paralel. Kita semua yang pulang dari sini kita mengharapkan dapat membawa ilmu yang berarti”, harapnya.
Sementara, Ketua PBVSI kabupaten Ende, Vinsensius Sangu dalam sambutannya mengungkapkan, sejak dirinya bersama pengurus lainnya dilantik ada dua kegiatan besar yang diselenggarakan PBVSI Ende yakni, pelatihan wasit dan pelatihan pelatih zona dua Flores – Lembata.
“Kami tentu berterima kasih banyak atas kebijakan PBVSI Provinsi NTT bahwa ke depan setiap event Bola Voli maka, wajib berlisensi baik wasit maupun pelatih. Ini pertanda bahwa dunia cabang olahraga Bola Voli saat ini kita harus menata lebih baik ke depan dari bumi flobamorata”, ucap Vinsen.
Vinsen menuturkan pihaknya tidak menyangka animo pelatihan pelatih hari ini cukup tinggi. Menurutnya, sebelumnya panitia mentraget peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 45 sampai 50 orang, namun faktanya yang mengikuti kegiatan ini yang terdata 83 orang.
“Kami berterima kasih atas antusias yang begitu tinggi dari peserta. Mohon maaf, kami tidak bisa membendung animo dari teman-teman semua karena ini untuk kepentingan dunia Bola Voli di NTT ini, khusus di Flores-Lembata”, tandas Vinsen.
Menurutnya, sejak awal dengan berbagai macam pertimbangan, rencananya pelatihan pelatih ini akan dilakukan secara terpusat namun berdasarkan peta geografis diputuskan akan dibagi dua, zona satu di pulau Timor, Sumba, dan Alor. Kemudian zona dua di pulau Flores dan Lembata.
“Dan ternyata dua zona ini, peserta yang paling banyak yaitu ada di zona dua Folres Lembata”, kata Vinsen.
“Kami mwnyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Ende melaui dinas P dan K kabupaten Ende yang telah mewajibkan melalui surat resmi dari bapak kepala dinas, mewajibkan guru-guru olahraga tingkat SMP untuk mengikuti pelatihan pelatih Bola Voli ini”, tutur Vinsen.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










