Simon Petrus Kamlasi Pastikan Program MBG Menjangkau Wilayah 3T di Kabupaten Kupang

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com – Tenaga Ahli Pengawasan Program Makanan Bergizi (MBG), Brigjen TNI (Purn) Simon Petrus Kamlasi, melakukan kunjungan kerja dan pengawasan ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) Kabupaten Kupang, Senin (1/6/2026).

Kunjungan diawali di Desa Toobaun, Kecamatan Amarasi Barat. Simon Petrus Kamlasi bersama istrinya, Esther Meylani Siregar, dan rombongan tiba sekitar pukul 10.00 WITA dan disambut secara adat oleh masyarakat setempat melalui tradisi Natoni yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Timor.

Dalam kunjungan tersebut, Simon menegaskan komitmennya untuk memastikan Program Makanan Bergizi hadir dan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain meninjau SPPG Toobaun, rombongan juga mengunjungi sejumlah dapur SPPG lainnya, yakni di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah; Desa Muke, Kecamatan Amabi Oefeto Timur; serta Desa Kairane, Kecamatan Amabi Oefeto.

Menurut Simon Petrus Kamlasi, terdapat sembilan dapur SPPG di Kabupaten Kupang yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026. Setiap dapur nantinya akan merekrut sekitar 47 tenaga kerja lokal guna mendukung operasional program tersebut.

Baca Juga :  SPK Panaskan Mesin PAN NTT, Target Kursi Tambahan di Dapil II

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi PAN, Reldy Amtiran, yang ikut memantau pelaksanaan program di SPPG Toobaun dan Oelbiteno sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap program pemerintah.

Masyarakat menyambut positif kehadiran dapur MBG di wilayah mereka. Salah seorang warga Desa Toobaun, Amoz Teuf, menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak dan upaya pencegahan stunting.

Saat berdialog dengan masyarakat di Desa Muke, Simon Petrus Kamlasi menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk memastikan program MBG berjalan, tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal dan menjalin kemitraan dengan SPPG yang ada, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi warga setempat.

“Melalui sembilan dapur MBG yang sedang dibangun ini, kami berharap dapat membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih baik sekaligus membuka kesempatan kerja bagi generasi muda di wilayah masing-masing,” ujar Simon.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Desa Muke, Jefri Kause, yang mewakili tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pendidikan. Ia menyampaikan apresiasi atas hadirnya dapur MBG di wilayahnya karena dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Baca Juga :  Rektor UNADRI Puji Langkah Pemprov NTT, Talent Scouting Dinilai Ubah Peta Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pemuda Desa Muke menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan menara telekomunikasi untuk meningkatkan akses komunikasi di wilayah tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa keterbatasan jaringan masih menjadi kendala utama bagi masyarakat di daerah 3T, khususnya di Desa Muke.

Pada kunjungan terakhir di Desa Kairane, Simon kembali mengajak masyarakat untuk menjadi mitra pemasok kebutuhan MBG melalui hasil pertanian lokal dengan tetap memperhatikan standar kualitas dan ketentuan nasional yang berlaku.

Menanggapi pertanyaan mengenai sikap politiknya ke depan, Simon Petrus Kamlasi menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Bagi saya, kerja dan pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Jabatan politik hanyalah bonus dari kerja keras yang dilakukan,” ujarnya.

Selama rangkaian kunjungan di setiap lokasi SPPG, Simon Petrus Kamlasi dan rombongan selalu disambut secara adat melalui lantunan syair Natoni, sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan masyarakat Timor terhadap tamu yang berkunjung ke wilayah mereka.

Penulis : Tim Redaksi (DD)

Berita Terkait

Pertama Di NTT ,Rumah Zakat NTT Salurkan 100 Sapi Qurban Bantuan Turki, Warga Lintas Iman Turut Terlibat
Merajut Kebersamaan dalam Kasih, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat Berkurban Sapi di Hari Raya Idul Adha di Kota Kupang
Gubernur NTT Lantik Direksi dan Komisaris PT Flobamor, PT KIB serta Direktur Kepatuhan Bank NTT
KY NTT Apresiasi Persidangan Putusan Jonas Salean Berjalan Aman dan Kondusif
KPID NTT Gandeng BBPOM di Kupang Perkuat Pengawasan Iklan Media
Gubernur NTT Diserang Netizen, Akademisi Unwira Kupang ,Eusabius Niron : Harus Dilihat secara Objektif, Rasional, Kontekstual Agar Tidak Terjebak Dalam Penghakiman Visual Dangkal
PERMASA Kupang Lantik 43 Anggota Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Persoalan di Kabupaten Sabu Raijua 
RUPS Bank NTT 2026, Para Pemegang Saham Sepakati AD/ART  Sesuai Rekomendasi OJK
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:51 WIB

Simon Petrus Kamlasi Pastikan Program MBG Menjangkau Wilayah 3T di Kabupaten Kupang

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:21 WIB

Pertama Di NTT ,Rumah Zakat NTT Salurkan 100 Sapi Qurban Bantuan Turki, Warga Lintas Iman Turut Terlibat

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:00 WIB

Merajut Kebersamaan dalam Kasih, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat Berkurban Sapi di Hari Raya Idul Adha di Kota Kupang

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:28 WIB

Gubernur NTT Lantik Direksi dan Komisaris PT Flobamor, PT KIB serta Direktur Kepatuhan Bank NTT

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:12 WIB

KY NTT Apresiasi Persidangan Putusan Jonas Salean Berjalan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru