Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menjaga ritme spiritualitas warga akademiknya melalui ibadah rabuan. Foto : Dok Undhira Bali

Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menjaga ritme spiritualitas warga akademiknya melalui ibadah rabuan. Foto : Dok Undhira Bali

Badung, Savanaparadise.com, – Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali punya cara sendiri menjaga ritme spiritualitas warga akademiknya. Undhira tetap memegang teguh nilai-nilai Kristiani.

 

Satu diantara tradisi kuat yang hingga kini dijaga dan menjadi denyut jantung kampus yakni Ibadah Rabuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Setiap hari Rabu dalam seminggu sekali, seluruh civitas akademika Undhira menghentikan sejenak seluruh rutinitas formal. Jajaran rektorat, dosen, staf kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa berkumpul bersama di bawah naungan Yayasan Dhyana Pura (YDP) untuk satu dalam ibadah.

 

Ketua Yayasan Dhyana Pura, Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., mengungkapkan, esensi tradisi mingguan ini guna merawat keseimbangan Ora et Labora (berdoa dan bekerja).

 

Menurut Dr. Nyandra, dalam seminggu sekali khususnya di tengah minggu momen tepat untuk mengecas nilai rohani setiap penghuni Undhira.

 

“Rabu pagi hingga siang itu waktu yang paling tepat untuk berhenti sejenak. Kami memperkuat spiritualitas melalui ibadah Rabuan yang juga kami padukan dengan kegiatan refleksi, pendidikan karakter, seminar dan agenda lainnya. Ibadah tanggal 24 Juni 2026 akan dipimpin langsung oleh Bishop Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB),” ujar Dr. Nyandra saat ditemui awak media, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  Bank NTT Waibakul Hadirkan biaya inklusif bagi Masyarakat,Genjot Ekonomi Lokal  Lewat Kredit Kendaraan Bermotor

 

Momen rohani ini tak hanya diisi khotbah. Manajemen yayasan dan rektorat juga memanfaatkan jeda ibadah untuk menyampaikan refleksi, evaluasi, hingga rancangan kerja sama strategis semua sektor. Dengan demikian, seluruh tim akan bergerak selaras dalam satu visi.

 

Hidupkan Tujuh Karakter dan Rawat Inklusivitas

 

 

Bagi pihak YDP dan Undhira, bekerja dan belajar bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan hal itu harus menjadi berkat bagi sesama. Lewat Ibadah Rabuan yang sudah masuk dalam kalender akademik wajib, pihak YDP ingin membumikan tujuh Karakter, terutama Integritas (Integrity), Percaya Diri, Pemimpin yang Melayani (Servant Leadeship), dan Keberagaman(Pluralita) Kewirausahaan, Profesionalitas dan berwawasan global.

 

Nilai-nilai moral dan etika kerja kristiani yang universal terus ditanamkan lewat renungan para pendeta agar menjadi perilaku nyata sehari-hari, bukan hanya jargon.

Baca Juga :  Jemaat GKS Bersukacita Berkat Ringan Tangan Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gereja Modular Pertama Disumba

 

Meski dikemas dalam liturgi Kristiani, mengingat Undhira didirikan oleh GKPB, suasana di dalam aula justru sangat inklusif dan general. Kampus ini juga dihuni oleh banyak mahasiswa dan staf yang beragama lain, Ibadah Rabuan bertransformasi menjadi ruang kultural untuk saling menghormati. Perbedaan keyakinan tidak menjadi sekat, melainkan harmoni yang memperkaya warna kampus.

 

Suasana hangat itu sangat terasa di dalam Aula Gedung E kampus setempat. Saat ibadah dimulai, sekat-sekat birokrasi antara yayasan dan kampus seolah runtuh. Rektor, dekan, dosen senior, pegawai, hingga mahasiswa duduk setara sebagai satu keluarga besar.

 

Momen kebersamaan ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan Undhira sebagai salah satu pencetak SDM unggul di Bali tidak ditentukan oleh individu secara sepihak. Ada ekosistem yang saling menopang, mendukung, dan mendoakan satu sama lain.

 

Lewat konsistensi ibadah mingguan ini, Undhira menegaskan komitmennya bahwa mengejar predikat teladan dan unggul harus selalu dikembalikan kepada sumbernya, yaitu rasa syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.(*)

Berita Terkait

Bank NTT Kucurkan CSR Rp208,5 Juta, Perkuat Infrastruktur UMKM dan Ekonomi Rakyat Sumba Timur
KBP2 Polri Resor Sumba Timur Gelar Bakti Sosial & Deklarasi Sitkamtibmas di HUT ke-6
Stefanus Pekuwali Ajak Masyarakat Tolak Praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood Di Sumba Timur
Jemaat GKS Bersukacita Berkat Ringan Tangan Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gereja Modular Pertama Disumba
Bank NTT Waibakul Hadirkan biaya inklusif bagi Masyarakat,Genjot Ekonomi Lokal  Lewat Kredit Kendaraan Bermotor
NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 8 Juni 2026 - 12:53 WIB

Bank NTT Kucurkan CSR Rp208,5 Juta, Perkuat Infrastruktur UMKM dan Ekonomi Rakyat Sumba Timur

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:37 WIB

KBP2 Polri Resor Sumba Timur Gelar Bakti Sosial & Deklarasi Sitkamtibmas di HUT ke-6

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:34 WIB

Stefanus Pekuwali Ajak Masyarakat Tolak Praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood Di Sumba Timur

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:12 WIB

Jemaat GKS Bersukacita Berkat Ringan Tangan Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gereja Modular Pertama Disumba

Berita Terbaru