Kupang,Savanaparadise.com- Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mendorong penguatan peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (Satgas PPKS) serta optimalisasi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai langkah pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengukuhan Satgas PPKS di SMKN 5 Kupang. Kepala SMKN 5 Kupang, Jack Bura, menyebut pembentukan Satgas PPKS merupakan tindak lanjut dari arahan TP PKK NTT yang sebelumnya menginisiasi rapat terbatas bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
” Terima kasih kepada TP PKK Provinsi NTT yang telah menginisiasi hingga terbentuknya Satgas PPKS di SMKN 5 Kupang. Proses ini berawal dari rapat bersama berbagai pihak yang kemudian ditindaklanjuti hingga pembentukan Satgas yang hari ini dikukuhkan,” kata Jack disela-sela pencanangan Satgas PPKS SMKN 5 Kupang, 19/06/2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pembentukan Satgas PPKS tersebut sejalan dengan ketentuan yang mengamanatkan setiap satuan pendidikan wajib memiliki mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah, guna mewujudkan sekolah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.
Selain penguatan Satgas, SMKN 5 Kupang juga menyiapkan langkah lanjutan dalam penguatan karakter peserta didik, salah satunya melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah berencana melibatkan psikolog yang dihadirkan TP PKK NTT untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik baru maupun orang tua wali murid.
Menurutnya, pelibatan orang tua dalam MPLS penting untuk menyamakan persepsi terkait pola pengasuhan dan pembentukan karakter anak. Ia menegaskan bahwa peran orang tua sangat menentukan dalam perkembangan anak, karena nilai-nilai pertama terbentuk dari lingkungan keluarga sebelum masuk ke sekolah.
Terkait penguatan layanan konseling, pihak sekolah menyatakan seluruh guru Bimbingan dan Konseling (BK) akan dilibatkan dalam Tim Satgas PPKS. Guru BK juga akan diperkuat melalui program bimbingan klasikal yang direncanakan kembali berjalan pada tahun pelajaran 2026/2027.
” Kami mendorong agar bimbingan klasikal dapat kembali diaktifkan sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Ia memberi perhatian terkait peningkatan fasilitas ruang BK agar lebih representatif. Menurutnya, ruang yang ada saat ini masih terbatas sehingga belum optimal untuk mendukung proses konseling siswa secara nyaman dan privat.
Karena itu, pihak sekolah akan melakukan penataan ulang ruang BK agar lebih luas dan memiliki sekat ruang yang memungkinkan proses konseling dilakukan secara lebih terbuka namun tetap menjaga kerahasiaan siswa.
” Ke depan kami akan menata kembali ruang BK agar lebih nyaman, memiliki ruang privat, sehingga proses konseling dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.
Penulis : Tim Redaksi ( DD )










