Ende, Savanaparadise.com,- Pendapatan 4 unit Videotron sejak pengadaan pada bulan Oktober 2025 hingga Maret 2026 baru mencapai angka Rp. 3.625.087, 00. Pendapatan ini menuai beragam komentar diruang publik termasuk media sosial.
Padahal dalil awal dibalik pengadaan Videotron oleh pemerintah kabupaten Ende adalah demi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Namun sejauh ini pendapatan yang bersumber dari Videotron masih jauh dari kata harapan. Bersumber dari data yang di sampaikan Bapenda Ende, total biaya yang dikeluarkan Pemkab Ende untuk pengadaan 4 unit Videotron telah menelan anggaran sebesar Rp. 3,2 Miliar.
Mesksi sudah di pasang di empat titik strategis dalam kota Ende seperti, Simpang Lima, Pasar Wolowona, Pasar Potulando, dan Perempatan Samping Kantor Pelni Ende, minimnya para pengguna yang menggunakan jasa Videotron menjadi salah satu hambatan utama yang berimbas pada kecilnya pendapatan yang diperoleh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sumber data yang sama, total Pendapatan sebesar Rp. 3.625.087, 00 tersebut bersumber dari pajak reklame dan retribusi. Sehingga kalau dirincikan, pada tahun 2025, pendapatan pajak reklame sebesar Rp. 1.061.280. Sedangkan pada tahun 2026, terhitung dari Januari hingga April baru mencapai, Rp. 811.440. Begitupun dengan pendapatan yang diperoleh dari retribusi, yang mana pada tahun 2026 baru mencapai sebesar Rp. 1.752.367.
Buntut dari rendahnya pendapatan yang bersumber dari Videotron memantik kritik salah satu warga Kota Ende, Marianus Bertolomeus Rusu Pora. Menurut pria yang akrab di sapa Marianus ini, Pemerintah terkesan membeli barang akan tetapi nilai dan kemanfaatan dari pengadaan barang tersebut tidak ada.
“Kalau dari segi ekonomi Pemkab Ende tinggalkan bekas yang tidak berdaya guna. Karena begini, dilihat dari hasilnya penerimaannya sangat kecil. Memang ada hasil tapi sedikit sekali. Sebenarnya dengan adanya videotron ini harus mampu untuk meningkatkan pemasukan daerah. Pendapatan yang dihasilkan perhari ini menurut saya terlalu kecil. Seharusnya itu perbulan bisa capai dengan angka Rp. 100 juta kalau mereka galakkan betul”, kata Marianus saat ditemui media di rumahnya, Kamis, (30/4/26).
Marianus menilai pendapatan yang diterima dari 4 unit Videotron tersebut kecil dikarenakan Pemerintah kurang menggalakan ataupun melakukan sosialisasi. Selain itu, jelas dia, Pemkab Ende tidak melakukan kajian yang mendalam akan belanja barang Videotron sekaligus kemanfaatannya ke depan.
Karena itu, kata dia, manakala ingin memprediksi pendapatan per tahun yang bersumber dari Videotron maka, sulit untuk menemukan angka di atas kisaran 50 jutaan apabila pendapatannya perhari ini baru di kisaran angka 3 jutaan.
“Ini bukan soal kita kurang optimis si. Tetapi dengan angkanya per hari ini dengan 3 jutaan, untuk tahun ini rasa-rasa nya sangat sulit kita mendapat angka 50 juta”, terang Marianus
Marianus mengatakan akan semakin sulit seandaainya setiap orang beranggapan bahwa Videotron itu untuk mempercantik dan memperindah wajah kota Ende. Apalagi masyarakat awam memandang Videotron di sebagai sesuatu hal yang istimewah tanpa berpikir tentang pendapatan atau pemassukan Videotron itu sendiri.
“Memang anggapan ataupun pandangan itu benar adanya. Mungkin itu dilihat dari segi fisiknya, tapi tidak ada nilai tambah bagi pendapatan daerah”, timpalnya.
Kesulitan berikutnya menurut Marianus adalah soal perkembangan teknologi yang demikian pesat. Dikatakan, semakin merebaknya aktivitas orang di media sosial berdampak langsung pada seluruh sektor termasuk dalam dunia bisnis. Sehingga, jangan heran apabila ada yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mempermosikan segala sesuatu ketimbang Videotron.
“Saya amati misalnya, sekarang ini SMK Syuradikara lebih banyak mempromosikan kreativitas dari peserta didiknya melalui platform media sosial. Ini salah satu contohnya dan inilah yang saya katakan tadi perlu ada kajian mendalam. Jangan sampai ini meninggalkan bekas yang tidak berdaya guna dari segi ekonomi”, ungkap Alumni GMNI Malang ini.
Perlu diketahui, selain pengadaan 4 unit Videotron, Pemkab Ende juga mengadakan dua unit Neonbox dengan menelan biaya sebesar Rp. 700 juta. Seandainya dua jenis baraang tersebut diakumulasi se baik harga 4 unit Videotron maupun 2 unit Neonbox, pengadaan dua jenis barang tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 3,9 Miliar.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










