Julie Laiskodat Berharap Komisi II DPRD NTT Jembatani Kerjasama Dekranasda dan UMKM

- Penulis

Rabu, 18 Agustus 2021 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT, Julie Sutrisno Lasikodat berharap Komisi II DPRD NTT bisa menjembatani Dekranasda bekerjasama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menurut Julie, saat ini Dekranasda memfasilitasi kurang lebih 300 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari seluruh NTT mulai dari penenun, kerajinan tangan hingga kuliner untuk dibeli termasuk pendampingan perizinan.

“Karenanya saya mengharapakan agar Komisi II menjadi perpanjangan tangan Dekranasda di Dapil masing-masing untuk menjembatani kerja sama UMKM dan Dekranasda NTT,” kata Julie kepada wartawan, Rabu (18/8/21).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam upaya mensejahterakan masyarakat, Dekranasda terus membangun kemitraan dengan DPRD NTT, terlebih khusus Komisi II.

Karenanya, dikesempatan tersebut, Julie Laiskodat mengundang Ketua Komisi II Kasmirus Kolo beserta anggotanya seperti, Johanes Lakapu, Reny Marlina Un dan Maria Nubansaku, untuk memperlihatkan secara langsung kepada mereka seluruh kegiatan yang telah telah dilakukan.

Didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Julie Laiskodat menyampaikan program-programnya yang telah didukung selama ini.

“Saya mengundang anggota Komisi II DPRD NTT untuk berkeliling Dekranasda, sambil melihat secara langsung isi dalam gedung,” katanya.

Menurut Julie, sebelumnya gedung Dekranasda boleh dibilang gedung tua yang pintunya selalu tertutup, namun sekarang dia ubah menjadi sebuah toko, untuk ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) bagi NTT.

Baca Juga :  Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

“Awal mulanya, belum seperti sekarang, kondisi gedung ini, pintunya selalu tertutup semua. Sekarang saya ubah jadi toko. Ruangan di dalam juga bisa disewakan untuk kegiatan lain. Ini juga untuk PAD. Dulu orang lihat sebagai kantor, sekarang kita ubah jadi seperti toko pada umumnya,” beber Julie.

Julie mengaku, Dekranasda menjadi jaminan keberlanjutan dan stok kelor bagi pihak ketiga, misalnya di hotel-hotel. Dekranasda juga menjembatani petani-petani kelor untuk segi pemasaran.

“Kedepan saya akan usulkan agar produk-produk unggulan NTT harus dipromosikan. Untuk menjawab itu semu, perlu bersinergi lintas sektor atau lintas OPD.

“Contohnya kami ingin mempromosikan daging Se’i, maka harus berkolaborasi dengan Dinas Peternakan,” jelasnya.

Julie mengatakan Dekranasda akan selalu terbuka menerima UMKM yang datang dan bekerja sama dengan Balai POM Kupang untuk izin layak edar dan lainnya.

“Saya juga mempunyai keinginan besar agar tidak lagi menggunakan kemasan plastik demi mengurangi sampah plastik di NTT,” jelasnya.

Ia menambahkan untuk mengurangi sampah plastik Dekranasda berupaya agar wadah produk-produk yang dibeli konsumen, tidak lagi menggunakan kemasan plastik namun anyaman yang dipasok oleh pengrajin.

Julie mengaku, prestasi yang telah dicapai oleh Dekranasda dan TP PKK Provinsi NTT antara lain, berhasil mendapatkan ISO 9001.

Baca Juga :  GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

Dikesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT, Kasimirus Kolo menuturkan, satu hal yang sering ditemui di masyarakat adalah pemasaran. Dengan penyampaian dari Julie Sutrisno Laiskodat, kata dia menjadi kabar baik bagi para pelaku UMKM dan perputaran ekonomi masyarakat.

“Kami dari Komisi II tentunya sangat mendukung dengan gebrakan yang telah dibuat Dekranasda NTT demi mendongkrak UMKM di NTT untuk bangkit dan bisa bersaing”, ujar Kasimirus.

Karena itu, kata dia, kami sangat berterima kasih kepada Bunda, dan atas harapan bunda, nantinya akan kami sampaikan ke Dapil kami masing-masing. Sehingga harapan untuk bisa bekerja sama dengan semua UMKM dapat terwujud,” tutur Kasimirus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dekranasda karena ikut memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov NTT.

Sedangkan Kepala Disperindag Provinsi NTT, Nasir Abdulah, kepada wartawan menyampaikan, dana hibah yang diberikan kepada Dekranasda kurang lebih Rp 9 Miliar.

“PAD yang diberikan oleh Dekranasda di peroleh dari Jakarta Fashion Week, dibeli dan dijual di dekranasda. Pendapatan itulah yang masuk ke PAD”, jelasnya

“Khusus tahun 2021 belum ada karena memang masa pandemi sehingga kegiatan yang mengumpulkan orang tidak dilakukan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
Gubernur NTT Desak Penindakan Admin Tiktok Lika Liku NTT, Dinilai Resahkan Publik
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Kamis, 2 April 2026 - 13:03 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Kamis, 2 April 2026 - 12:33 WIB

Dinas Pendidikan NTT Imbau Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial, Hindari Hoaks dan Pelanggaran Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 09:31 WIB

Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian

Berita Terbaru