Banjir Rusak Ratusan Hektar Sawah Dan Tanaman, Para Petani Merintih, Pemkab Ende Jangan Tutup Mata

- Penulis

Selasa, 23 Maret 2021 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com,- Akibat curah hujan yang cukup tinggi beberapa pekan lalu, tepatnya tanggal 15 Maret 2021 di wilayah Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, mengakibatkan banjir besar dan merusak ratusan hektar tanaman padi sawah para petani.

Tidak hanya tanaman padi sawah yang digusur banjir, bahkan tanaman jagung, kakao, dan kelapa milik para petani sebagai aset untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ikut tergusur.

“Banjir terjadi tanggal 15 Maret 2021 Sore, sekita pukul 16.00, seluruh tanaman warga, baik padi, jagung digusur banjir dan rata dengan tanah, terang seorang petani yang kena dampak banjir, Konstantinus Lamba (44) kepada SP, Senin, (22/3/21).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut terang Kons (sapaan akrabnya) banjir itu juga telah mengakibatkan drainase jebol sehingga air tidak dapat mengalir ke kebun sawah milik para petani.

“Kami berharap agar Pemerintah bisa turunkan alat berat dan lakukan survey atas lokasi tersebut karena hingga detik ini belum satu pihak pun dari Kabupaten Ende yang turun ke lokasi”, kata Kons

Baca Juga :  Bupati Badeoda Singgung Masih Ada Sekolah di Ende Atapnya Bocor dan Kekurangan Kursi

Ketua, RT 09, Kelurahan Watuneso, Yuliana Wonga (64) kepada wartawan mengatakan, beberapa warga sudah bertemu dengan salah seorang anggota DPRD untuk menyampaikan aspirasi atas musibah yang dialami oleh warga tapi belum juga direspon secara baik.

“Kami sangat kwatir, kalau hal ini tidak direspon segera akan berakibat fatal bagi tanaman padi sawah warga yang tidak terkena dampak karena irigasi jebol total dan airnya tidak mengalir”, ungkap mama Yuliana

Sementara itu, Lurah Watuneso, Yoris Nggala ketika dihubungi SP melalui via telopon, mengatakan hal yang paling urgen yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan berupa alat berat untuk mengeruk dan menggali kembali sungai itu sehingga air yang menghubungkan lingkungan Hutanggal dan Lia Tola kembali mengalir secara normal.

Kalau di ukur luas lahan sawah yang terkena dampak banjir, kata Lurah Yoris itu mencapai 113 hektarareal dan sekitar 76 KK yang terkena dampak banjir.

Baca Juga :  Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 

“belum ada bantuan satupun menyentuh warga”, terangnya

Yoris menjelaskan, kemarin bersama dengan beberapa utusan warga sudah bertemu dengan anggota DPRD Ende, Martinus Tata dan menyampaikan aspirasi kami terkait bencana tersebut.

Selain itu, tambah Lurah kami juga sudah bertemu dengan pihak BPBD Kabupaten Ende dan menyampaikan secara lisan atas musibah banjir dan tanggapan dari pihak dinas harus ada surat resminya.

“Saya sendiri selaku Pemerintah setempat akan berusaha bertemu sendiri dengan Bupati Ende dan menyampaikan keluhan para petani di atas.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan semenjak banjir pada tanggal 15 Maret 2021, sekitar pukul 16.00 belum ada respon dari Pemerintah Kabupaten dalam ini pihak dinas teknis BPBD untuk turun ke lokasi.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan
Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende
Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 
Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 
Awal Kasus Gusur rumah warga oleh Bupati,Kini Istri bupati Ende Lapor Ketua PMKRI Ende Ke Polres Ende
Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende
Pakar Hukum Sebut Penggusuran Rumah Janda Oleh Bupati Ende Cacat Hukum
GMNI dan LMND Nyatakan Penggusuran di Irian Jaya Ende Harus Didasarkan Pada Putusan Pengadilan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan

Senin, 11 Mei 2026 - 15:28 WIB

Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 

Senin, 11 Mei 2026 - 12:04 WIB

Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 

Senin, 11 Mei 2026 - 10:31 WIB

Awal Kasus Gusur rumah warga oleh Bupati,Kini Istri bupati Ende Lapor Ketua PMKRI Ende Ke Polres Ende

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:19 WIB

Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende

Berita Terbaru