Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende,Savanaparadise.com-Daniel Sakof Turot menjadi salah satu wajah perlawanan mahasiswa di Ende ketika suara masyarakat kecil merasa diinjak oleh arogansi kekuasaan. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Flores asal Maybrat, Papua Barat Daya itu dikenal berdiri di garis depan saat warga berhadapan dengan kebijakan yang dianggap tidak adil.

Sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende St. Yohanes Don Bosco periode 2025–2026, Daniel konsisten mengawal persoalan penggusuran rumah warga, sengketa lahan, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat kecil. Baginya, mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat dipaksa tunduk oleh kekuasaan.

Namanya mencuat ketika ia berdiri bersama warga dalam polemik pembongkaran rumah di Ende. Saat hak masyarakat dipertanyakan, Daniel memilih hadir di tengah konflik, menyuarakan penolakan, dan menuntut penyelesaian yang adil. Dalam perjuangan itu, ia berhadapan langsung dengan pemerintahan yang dipimpin Yosef Benediktus Badeoda.

Situasi memanas ketika istri Bupati Ende, Maria Natalia Cicih Badeoda melaporkan Daniel ke Polres Ende atas dugaan pengancaman saat aksi berlangsung. Daniel menolak tuduhan itu. Baginya, laporan tersebut bukan semata proses hukum, tetapi bagian dari tekanan terhadap suara mahasiswa yang membela masyarakat kecil.

Baca Juga :  Perkumpulan Peduli Kasih Dorong Agar Kasus Prostitusi Online di Ende Diserahkan ke Polisi

Meski berhadapan dengan proses hukum, Daniel mengaku tidak gentar. Ia menyadari risiko perjuangan sejak memilih jalan aktivisme.

“Pilihan saya jadi aktivis itu hanya dua, mati atau penjara,” ujar Daniel kepada awak Media Pada Senin, (11/05/2026), melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, konsekuensi itu adalah harga yang harus dibayar ketika memilih berdiri bersama rakyat yang tertindas.

“Karena masuk penjara atau mati demi kaum tertindas itu keuntungan,” tegasnya.

Bagi Daniel, perjuangan bukan soal mencari aman. Di Ende, namanya kini menjadi simbol keberanian generasi muda yang menolak tunduk saat kekuasaan dianggap membungkam suara masyarakat kecil.

Penulis : Tim Redaksi (DD)

Berita Terkait

Tiba di Ende, Kepala BNPB Sebut Beredarnya Informasi Akan Ada Gempa Susulan Lebih Besar Dari M7,7 Adalah Hoaks
BPBD Bali Serahkan Bantuan di Posko Bencana Ende; Kirim Tim Medis Bantu Korban Terdampak Gempa Flores
SPPG di Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores
Gempa Guncang Flores; Sebanyak 1115 Rumah Penduduk di Ende Rusak, 3.666 Jiwa Mengungsi, 2 Orang Meninggal Dunia
Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Korban Gempa Flores di Ende, Prioritaskan Evakuasi dan Tolong Korban
Polres Ende Dirikan Tenda Darurat dan Kawal Bantuan Presiden Untuk Korban Bencana Gempa Flores
Takut Gempa Susulan; Warga di Ende Memilih Mengungsi di Atas Bukit, Bangun Tenda Darurat
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Tiba di Ende, Kepala BNPB Sebut Beredarnya Informasi Akan Ada Gempa Susulan Lebih Besar Dari M7,7 Adalah Hoaks

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:00 WIB

BPBD Bali Serahkan Bantuan di Posko Bencana Ende; Kirim Tim Medis Bantu Korban Terdampak Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:14 WIB

SPPG di Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Bawa Misi Kemanusian, DPC PDIP Ende Serahkan Bantuan Korban Bencana Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Gempa Guncang Flores; Sebanyak 1115 Rumah Penduduk di Ende Rusak, 3.666 Jiwa Mengungsi, 2 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru