Ampera Flotim Desak Kejari Periksa Bupati dan Sekda Flotim

- Penulis

Senin, 16 September 2013 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Flotim mendesak Kejaksaan Negeri Larantuka agar segera melimpahkan penanganan kasus pungutan liar (pungli) Rp 1 juta per desa di Kabupaten Flotim ke pengeadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Desakan itu datang dari Ketua Ampera Flores Timur, F.X. Arihala Werang ketika menggelar jumpa pers di Kupang, Senin (16/9/2013). Arihala Werang pada kesempatan itu mengatakan, setelah Kejaksaan Negeri Larantuka menetapkan kepala BPMPD Kabupaten Flores Timur Ramly Lamanepa sebagai tersangka, pihknya mendesak agar kasus pungutan itu segera ditindaklanjuti dengan melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Ampera juga mendesak Bupati Flotim Yoseph Laga Doni Herin untuk “menonjobkan” Ramly Lamanepa dari jabatannya sebagai Kepala BPMPD Flotim agar lebih berkonsentrasi dalam menghadapi proses hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain itu agar pelayanan publik di BPMPD Flotim tidak terganggu dengan ditetapkannya Pak Ramly sebagai tersangka,” ujar Arihala Werang.

Baca Juga :  Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun

Mantan Ketua KEMAH (Kelompok Mahasiswa) Nusa Solor-Kupang itu juga mendesak Kejari Larantuka untuk memeriksa Bupati Flotim dan Sekda Flotim Antonius Tonce Matutina. Pasalnya, menurut Arihala Werang, Bupati Flores Timur dalam konteks ini diduga sebagai pencetus ide awal terjadi pungutan Rp 1 juta/desa di Kabupaten Flores Timur.

Selain sebagai pencetus ide, ia menambahkan, Bupati Flotim juga dalam pernyataan yang dilansir sejumlah media bahwa pungutan dan upaya uang beli uang itu atau aksi loby-loby dana itu merupaka jalur resmi atau legal.

“Kami yakin, itu pasti idenya Bupati Flotim, masa Pa Ramly Lamanepa sebagai bawahan senekad itu menjalankan kebijakan tanpa arahan dari bupati,” ujarnya.

Sedangkan, Antonius Tonce Matutina selaku Sekda Flotim, kata dia, sangat memahami alur perjalanan uang pungutan itu dari desa-desa di Flotim hingga ke Jakarta. Pasalnya, setiap perjalanan pejabat di BPMPD Kabupaten Flotim dalam kaitan dengan pengajuan proposal bantuan dana PPID ke Kemendagri berproses di lingkup Setda Flotim.

“Kami yakin pak Sekda Flotim mengatahui alur itu karena semua SPPD para pejabat seperti Pak Ramly ditandatangani oleh Sekda,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ende Anggarkan Miliaran Rupiah Untuk Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Tahun 2026

Arihala yang saat itu didampingi Sekretaris Ampera Flotim Thomas P.G. Tukan juga mendesak Aparat Kejari Larantuka agar menelusuri juga perihal penugasan dalam SPPD para pejabat di BPMPD Flotim apakah benar untuk urusan PPID di Kemnterian Dalam Negeri.

Jika tidak tertera dalam mata anggaran sebagaimana tercantum dalam Perda APBD Flotim dan Penjabarannya melalui Perbub khususnya DPA BPMPD Flotim, maka patut diduga tindakan itu terkategori sebagai kejahatan anggaran.

Ia menambahkan, informasi yang dihimpun Ampera Flotim, sekelompok oknum kepala desa di tiga kecamatan di Pulau Solor yang sempat membuat pernyataan bahwa pengumpulan dana itu merupakan sumbagan sukarela dari para kepala desa.

“Kami menduga bahwa tindakan yang dilakukan oleh para kepala desa itu merupakan by desain dari pihak-pihak tertentu yang ingin menjerat para kepala desa. Karena jika benar adanya, maka tindakan itu dikategorikan sebagai upya suap atau gratifikasi untuk mendapatkan dana dari pusat melalui BPMPD Flotim. Lagi pula, tidak ada mata anggaran untuk sumbangan sukarela yang tertera dalam APBDes di setiap desa,” ujarnya mewanti-wanti para Kepala Desa.(REN)

Berita Terkait

KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor
Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?
Anggaran Pilkades Capai 3,9 M, Komisi 1 DPRD Ende Minta Dikaji Ulang
DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara
Surat Sakti Kepsek Kuburkan Mimpi Guru Honor di Ende Untuk Jadi P3K; 16 Tahun Mengabdi Sia-Sia
Limbah Tahu Tempe Picu Aroma Tidak Sedap, Anggota DPRD Ende Minta Izin Usaha Dicabut
Masyarakat Cium Aroma Tidak Sedap Dari Kali Wolowona Ende; Ungkap Diduga Dari Buangan Limbah Cair Tahu Tempe
Berita ini 24 kali dibaca