Tokoh Lintas Agama Di Ende Dukung Rangkaian Kegiatan Sambut Harlah Pancasila

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan para Tokoh Lintas Agama (Foto: Chen Rasi/SP)

Konferensi pers Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan para Tokoh Lintas Agama (Foto: Chen Rasi/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Para Tokoh lintas Agama di Ende mendukung seluruh rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Lahir (Harlah) Pancasila 1 Juni 2025.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Ende, Haji Abdul Syukur, dalam jumpa pers di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (22/5/25), malam.

Hadir dalam jumpa pers itu, Ketua MUI Ende, Ketua PHDI Ende, I Wayan Arnama, Pendeta GMIT Syalom, Pdt. G Soan, Ketua Pengadilan Negeri Ende, Pasi OPS Pam Dandim 1602/Ende, Kasi Intel Kejari Ende, KA Pos BIN Ende, Waka Polres Ende, Pimpinan DPRD Ende, Sekda Ende, Kepala Kesbangpol Ende.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Ketua MUI Ende menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan lintas Tokoh Agama bersama Bupati telah diterangkan bahwa berkaitan dengan polemik yang muncul di tengah masyarakat soal agenda kegiatan menyongsong Harlah Pancasila telah di klarifikasi oleh Bupati.

Menurut Ketua MUI, polemik itu muncul karena terjadi disinformasi atau kurang lengkapnya informasi yang merebak luas di tengah masyarakat terhadap beberapa agenda kegiatan menyambut Harlah Pancasila sehingga menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Dan tadi Bupati sudah sampaikan permohonan maaf terkait polemik itu. Dan yang paling utama adalah saya dan juga tokoh-tokoh agama lain, dari Protestan dan Hindu, kami mendukung seikhlas dan setulus hati terhadap seluruh rangkaian kegiatan hari lahir Pancasila tahun 2025 ini”, ujar Ketua MUI.

Baca Juga :  DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan

Ketua MUI berharap kiranya polemik yang terjadi perlu diambil langkah-langkah proteksi untuk diperbaiki sehingga semua umat hidup dalam nuansa damai dan sejuk, tidak adanya gejolak yang muncul di kemudian hari.

Menyoroti soal kegiatan Festival Ine Maria Guadalupe, Ketua MUI menjelaskan, menurut ajaran umat Islam, ada sebuah istilah ‘Lakum Diinukum Wa Liyadiin yang artinya ‘untukMu AgamaMu, dan untukKu AgamaKu’.

“Sehingga ada semacam pesan bahwa kita ini walaupun masing-masing tapi kita tetap satu”, terang Ketua MUI.

Sementara, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan dalam menyongsong Harlah Pancasila 1 Juni yang di gagas dari tanggal 21 hingga 29 Mei 2025 dilakukan untuk menghidupkan kota Ende biar lebih hidup.

Adapun menurut Bupati, selain kegiatan Pekan Ende Street Festival (PESTA), di tanggal 30 akan di isi dengan seminar kebangsaan dengan tema ” Pancasila Dalam Perubahan dan Dinamika Politik Dunia Dalam Era Digital”.

Bupati pun menegaskan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa di tanggal 31 Mei akan dilaksanakan agenda kegiatan doa kebangsaan.

Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh masing-masing Agama sesuai keyakinannya, Agama Katolik dengan Festival Ine Maria Guadalupe, Agama Islam dengan Dzikir dan Tahlilan, demikian pun dengan Agama Protestan dengan Kebaktian di Gereja Syalom, begitu pun Hindu dan Budha akan melaksanakan Ibadat di rumah Ibadat masing-masing

Baca Juga :  Kenang 10 Tahun Kepergian Ronny So; Sang Pejuang Orang Kecil

“Intinya agenda ini adalah agenda dari doa kebangsaan. Jadi semua agama diberi ruang pada tanggal 31”, tukas Bupati.

Bupati Badeoda lalu memberikan klarifikasi atas merebaknya informasi bahwa pemerintah di erah kepemimpinannya mendesain kegiatan dalam menyongsong Harlah Pancasila dengan mengkultuskan salah satu Agama.

Ia mengatakan, berkaitan dengan doa kebangsaan tidak hanya diikuti oleh umat Katolik namun ruang sama diberikan kepada semua agama

“Perlu saya luruskan, Pemerintah tidak mengutamakan salah satu Agama. Pada saat jumpa pers kemarin saya sudah sampaikan bahwa tanggal 31 itu akan di isi dengan doa kebangsaan. Katolik menggunakan Festival Ine Maria Guadalupe, sebagai simbol Agama Katolik, perarakan dari Gereja Mautapaga Ke Gereja Katedral, sedangkan Agama Islam dengan Dzikir dan Tahlilan”, ungkapnya

“Intinya bahwa pada saat tanggal 31 ini, di beri ruang kepada semua agama untuk memberikan yang terbaik buat bangsa ini dengan doa kebangsaan di tempat ibadat masing-masing Agama.”, tambah Bupati.

Bupati juga meluruskan soal undangan launching, di mana hanya mencantumkan agenda kegiatan salah satu Agama dan juga flyer yang menonjolkan simbol agama tertentu . Menurutnya, itu sebuah kekeliruan dan perlu diperbaiki.

“Baliho itu sudah diperbaiki untuk Lima hari ke depan. Jadi malam ini pasang baliho yang baru”, terang Bupati. (CR/SP)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:53 WIB

Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*

Berita Terbaru