Kunker di Ende, Anggota DPR RI Sampaikan Informasi Terkait Tes Seleksi P3K

- Penulis

Jumat, 21 Mei 2021 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ende, Savanaparadise.com,- Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira melakukan kunjungan kerja sekali setahun di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Anggota Komisi X DPR RI ini melaksanakan tatap muka dengan tenaga guru honorer untuk memberikan informasi mengenai tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kegiatan tatap muka dengan tenaga guru honorer bertempat di Aula Kantor Bupati Ende, Jumat, (21/5/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BKDSDM Kabupaten Ende, Valentinus Setiawan, Sekretaris Dinas P dan K Kabupaten Ende, Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende , Vinsensius Sangu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media, sekitar ratusan lebih tenaga guru honorer padati kantor Bupati Ende untuk mendengarkan informasi resmi mengenai tes seleksi P3K yang akan disampaikan oleh Bapak Andreas Hugo Pareira. Namun, demi menjaga protokol kesehatan, yang diijinkan masuk kedalam ruangan sebanyak 50 Orang.

Kendati demikian, tenaga guru honorer yang berada diluar ruangan tetap menunggu sampai kegiatan selesai. Setelahnya, Bapak Andreas Hugo Pareira mendatangi tenaga guru honorer yang berada di luar ruangan untuk menyampaikan informasi penting mengenai tes seleksi P3K.

Baca Juga :  Puluhan Rumah Warga di Maukaro Ende Terendam Banjir

Dihadapan wartawan dan puluhan tenaga guru honorer, Andreas Hugo Pareira menyampaikan bahwa tes seleksi P3K tahun 2021 akan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni tahap pertama di bulan Agustus, tahap kedua dan ketiga di bulan Oktober dan Desember.

“Tahun ini akan di adakan tiga kali tes, pertama, di bulan Agustus, teruntuk guru-guru honorer sekolah negeri dan tahap kedua dan ketiga di bulan Oktober dan Desember untuk guru honorer swasta dan negeri”, kata politisi PDI Perjuangan ini yang sering disapa AHP.

AHP menjelaskan misalkan tes pertama tidak lulus, teman-teman punya kesempatan untuk mengikuti tes kedua, seandainya keduapun tidak lulus, masih ada tes ketiganyanya lagi dan semuanya punya kesempatan yang sama.

AHP mengingatkan agar tenaga guru honorer harus masuk dalam guru belajar dan guru berbagi dan juga harus ikut dalam kelompok diskusinya.

“Jangan percaya sama orang yang datang dan bilang nanti kami akan perjuangkan supaya bisa lolos, tidak ada yang seperti itu”, tegas AHP

Sekali lagi AHP menegaskan dengan adanya sistem tes online seperti sekarang ini, kami yang memperjuangkan kebijakannya, lulus dan tidaknya tergantung bagaimana hasil tes tersebut yang dijalani oleh teman-teman semua.

Baca Juga :  Bupati Badeoda Ungkap Satu Tahun Pemerintahan Ende Baru Capaian Belum Maksimal

Menjawab berbagai informasi yang beredar tentang siapa yang boleh dan tidaknya mengikuti tes, AHP menjelaskan yang ikut tes seleksi adalah bagi guru-guru yang terdaftar dalam dapodik, semuanya boleh mengikuti tes.

Berkaitan dengan kuota, kata AHP, tadi saya sudah sampaikan di BKD untuk membuat dalam surat resmi dengan penjelasan yang akurat yang ditandatangi Bupati terkait penambahan kuota untuk Kabupaten Ende supaya saya bisa sampaikan di Menpan RB.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala BKDSDM bahwa untuk tahun ini Kabupaten Ende mendapat kuota dari Pemerintah Pusat bagi P3K sebanyak 47 Orang dari jumlah yang diusulkan sebanyak 821 Orang.

Dari 821 Orang yang lolos P3K tahun kemarin sebanyak 150 Orang. Apabila diakumulasi secara keseluruhan kuota yang diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Ende baik P3K maupun PNS sebanyak 209 Orang.

Dengan kuota yang sangat terbatas inilah yang membuat tenaga guru honorer yang hadir dalam tatap muka tadi sempat gaduh dan protes dikarenakan jumlah tenaga guru honorer yang menyebar di wilayah Kabupaten Ende sangat banyak.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat
Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga
Seruan Moral Seorang Anak Pedagang Kecil di Ndao Ende Saat Demo: Jangan Rampas Hak Kami
Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP
450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung
Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian
GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi
Ungkapan Hati Mama Leni Kala Lapaknya Hendak Digusur Pemkab Ende, Mengais Rezeki Dari Hasil Jualan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:11 WIB

Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat

Minggu, 12 April 2026 - 21:57 WIB

Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga

Sabtu, 11 April 2026 - 12:42 WIB

Seruan Moral Seorang Anak Pedagang Kecil di Ndao Ende Saat Demo: Jangan Rampas Hak Kami

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Demo di Kantor Bupati Ende, Pendemo Lakukan Aksi Bakar Ban Hingga Bentrok Dengan Sat Pol PP

Jumat, 3 April 2026 - 14:08 WIB

450 Personel Gabungan Polres Ende Dikerahkan Untuk Amankan Misa Jumat Agung

Berita Terbaru