Buruknya Infrastruktur Jalan, Seorang Ibu Hamil di Ende Dibopong Jalan Kaki Selama Tiga Jam dan Melahirkan di Kampung Tetangga

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil Ambulance Puskesmas Riaraja kesulitan melewati badan jalan yang rusak berat (Foto: Istimewa)

Mobil Ambulance Puskesmas Riaraja kesulitan melewati badan jalan yang rusak berat (Foto: Istimewa)

Ende, Savanaparadise.com,- Kejadian memilukan di alami oleh seorang ibu berinisial MSP yang berasal dari kampung Boro, Desa Wologai 2, Kecamatan Ende kabupaten Ende-Flores,  NTT. Ibu MSP saat itu sedang mengandung dan persiapan melahirkan. Berdasarkan hasil USG yang dilakukan pada tanggal 6 Februari 2026, Ibu MSP diprediksi akan bersalin pada tanggal 18 April 2026.

Namun, seiring berjalan waktu, tepatnya di hari Kamis, 9 April 2026, Ibu MSP mengalami rasa sakit seperti tanda-tanda mau melahirkan. Semestinya dalam kondisi demikian, Ibu MSP harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai demi menjaga keselamatan Ibu dan anak.

Akan tetapi semuanya sulit didapat Ibu MSP dikarenakan kondisi infrastruktur jalan di kampung Boro, Desa Wologai 2 sangat buruk dan cukup memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panik dengan keadaan tersebut, di tambah akses jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, Pukul 04.00 dini hari, dengan berjalan kaki Ibu MSP dibopong warga dengan menggunakan tandu menuju kampung Mbani.

Sebetulnya, Nakes desa sudah menyarankan Ibu MSP untuk turun ke Kota Ende dan menginap di salah satu anggota Keluarga demi mempermudah proses persalinan.

Dari keterangan anggota keluarga, Ibu MSP berencana turun ke Kota Ende pada Jumat, 10 April 2026. Tapi takdir berkata lain, Ibu MSP mengalami kesakitan secara tiba-tiba.

Dari Kampung Boro, setelah menempuh perjalanam selama tiga jam, Ibu MSP yang sedang dibopong oleh warga tiba di Kampung Mbani sekitar pukul 07.00 pagi. Sesampainya di Kampung Mbani, Warga berupaya menghubungi kenalan yang mempunyai mobil ranger di Desa Wologai 1.

Baca Juga :  Cipayung Plus Menduga Adanya Intimidasi Dibalik Kehadiran Camat Enteng dan Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI, Begini Penjelasan Camat

Pada waktu itu, niat warga adalah hendak membawa Ibu MSP ke Puskesmas Riaraja dengan menggunakan mobil ranger agar mendapat fasilitas pelayanan kesehatan yang layak dalam proses persalinan.

Tapi sayang, karena kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan antar desa di kecamatan Ende sangat memprihatinkan dan dalam kondisi rusak parah, sehingga saat mobil tiba, kepala bayi yang ada dalam kandungan Ibu MSP mulai kelihatan.

Dari informasi, tak mau mengambil resiko dan demi menjaga keselamatan Ibu dan Anak, akhirnya, Ibu MSP harus melahirkan anaknya di salah satu rumah warga yang dibantu oleh Nakes desa dan perawat waktu itu. Pihak Puskesmas Riaraja baru mendapat informasi pada pukul 09.00 melalui informasi yang disampaikan Nakes desa.

Dari informasi yang sama, setelah mendapat informasi dari Nakes desa, Petugas dari Puskesmas Riaraja dengan Ambulance tiba di Mbani pukul: 11.45. Sesudahnya langsung melakukan perawatan medis dan ibu MSP di bersihkan Pada pukul 12.00 dari Mbani, Ibu MSP di bawa ke Puskesmas Riaraja dan tba di Puskesmas pukul 14.30. untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere saat ditemui media di Rumah Jabatan dikala Melaunching Festival Olahraga Usia Dini, Sabtu, 11 April 2026 merespons atas persoalan tersebut.

Baca Juga :  PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi

Ia menegaskan, pemerintah ke depannya akan memperhatikan secara serius soal infrastruktur jalan agar tidak terjadi lagi Ibu Hamil yang melahirkan di jalan.akibat dari sulitnya transportasi di wilayah tersebut.

“Kalau keterbukaan isolasi terutama infrastruktur jalan dan lain-lain seperti yang terjadi di desa Wologai 2, Kecamatan Ende, dari sisi pemerintah saya kira ke depannya kita segera harus memperhatikan dengan memprioritaskan wilayah-wilayah yang memang secara nyata topografinya sulit. Kita tidak inginkan akan terjadi lagi ibu hamil yang melahirkan di jalan sebagai akibat dari sulitnya transportasi di wilayah tersebut”, ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati mengatakan, langkah konkrit berikutnya yang dilakukan pemerintah tentunya berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas.

“Dan kita harapkan bahwa di Puskesmas Riaraja khususnya yang membawahi wilayah itu, untuk selalu melaksanakan program pelayanan di luar gedung.Sehingga, mereka tahu, jumlah-jumlah sasaran, terutama ibu hamil yang akan melahirkan, khususnya di desa-desa sehingga, mereka bisa perkirakan di wilayah itu, kapan perkiraan persalinan sehingga segera di antisipasi”, kata Wakil Bupati.

“Namun demikian hal yang utama adalah kesedian pemerintah untuk memperbaiki sarana transportasi dan infrastruktur jalan yang terisolir itu Harus segera di buka agar kendaraan bisa masuk ke wilayah itu”, tambah Wakil Bupati Domi Mere.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Stefanus Pekuwali Ajak Masyarakat Tolak Praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood Di Sumba Timur
Berantas Human Trafficking ,Pater Deken Malaka Tekankan pentingnya filterisasi informasi di era digital
Merajut Kebersamaan dalam Kasih, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat Berkurban Sapi di Hari Raya Idul Adha di Kota Kupang
Gubernur NTT Lantik Direksi dan Komisaris PT Flobamor, PT KIB serta Direktur Kepatuhan Bank NTT
KY NTT Apresiasi Persidangan Putusan Jonas Salean Berjalan Aman dan Kondusif
KPID NTT Gandeng BBPOM di Kupang Perkuat Pengawasan Iklan Media
Gubernur NTT Diserang Netizen, Akademisi Unwira Kupang ,Eusabius Niron : Harus Dilihat secara Objektif, Rasional, Kontekstual Agar Tidak Terjebak Dalam Penghakiman Visual Dangkal
PERMASA Kupang Lantik 43 Anggota Baru, Tegaskan Komitmen Kawal Persoalan di Kabupaten Sabu Raijua 
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:34 WIB

Stefanus Pekuwali Ajak Masyarakat Tolak Praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood Di Sumba Timur

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:17 WIB

Berantas Human Trafficking ,Pater Deken Malaka Tekankan pentingnya filterisasi informasi di era digital

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:00 WIB

Merajut Kebersamaan dalam Kasih, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat Berkurban Sapi di Hari Raya Idul Adha di Kota Kupang

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:28 WIB

Gubernur NTT Lantik Direksi dan Komisaris PT Flobamor, PT KIB serta Direktur Kepatuhan Bank NTT

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:12 WIB

KY NTT Apresiasi Persidangan Putusan Jonas Salean Berjalan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru