Dana Bantuan Bencana Seroja Sebesar 5 milyard Dari Pempus ke Pemda TTU Belum Digunakan, Ini Problemnya

- Penulis

Rabu, 19 Januari 2022 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yosefina Lake, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten TTU (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

Yosefina Lake, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten TTU (Foto : Yuven Abi/Savana paradise.com)

Kefamenanu, Savanaparadise.com,- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sejak tanggal 31 Desember 2021 lalu telah mendapatkan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 5.210.000.000 (5 Milyard 210 juta), untuk penanganan bencana badai Seroja yang terjadi pada bulan April 2021 lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, Yosefina Lake, saat ditemui SP di ruang kerjanya, Selasa (18/01/2022).

Lake menjelaskan, Pemerintah Pusat sejak tanggal 31 Desember lalu, telah mentransfer dana bantuan untuk korban bencana badai seroja bulan April 2021 lalu sebesar 5 Milyard 210 juta, dan dana tersebut langsung ditransfer ke rekening BPBD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walau sudah ada di rekening BPBD TTU sejak bulan Desember lalu, namun hingga pertengahan Januari 2022 dana ini belum digunakan Pemda TTU untuk membantu warga yang terdampak korban badai seroja tersebut.

Menurut Ely, sapaan akrab Yosefina, dana ini belum dapat digunakan karena masih menunggu alokasi dana pendamping dari Pemerintah Daerah Kabupaten TTU.

“Jadi dana ini belum dapat digunakan karena kita masih menunggu dana pendamping dari pemerintah daerah. Dana 5 Milyard 210 juta yang ditransfer dari pemerintah pusat ini, peruntukannya hanya untuk membangun fisik rumah warga yang terkena dampak badai seroja, baik yang masuk kategori rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan, sedangkan untuk biaya operasional lainnya, termasuk biaya perencanaan dan pengawasan akan dipakai dari dana pendamping dari pemerintah daerah” jelas Ely.

Baca Juga :  Kesbangpolda Ende Gelar Bimtek Pengelolaan Keuangan Bagi Partai Politik

“Kita sudah sampaikan hal ini kepada Bapak Bupati dan tinggal menunggu persetujuan. Apabila dana pendamping dari pemerintah daerah sudah ada maka pasti kita langsung laksanakan kegiatan sesuai dengan petunjuk tekhnis yang kita terima” sambungnya.

Ely mengatakan, dana yang sudah ada di rekening BPBD akan digunakan untuk membantu 200 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak badai seroja, dan penggunaannya dikhususkan untuk membangun ataupun memperbaiki rumah warga yang terkena dampak badai dimaksud.

“Dalam juknis, dana 5 Milyard lebih ini akan digunakan untuk membangun ataupun merenovasi 200 rumah warga yang terkena dampak seroja, yang dibagi dalam 3 kategori yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan, dan ke 200 KK tersebut tersebar di 40 Desa yang ada di 20 Kecamatan di Kabupaten TTU” Katanya.

Baca Juga :  Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 

“Waktu itu data yang kita kirim by name by adress sebanyak 227 KK, tapi setelah diverifikasi oleh Pempus ternyata ditemukan adanya pendobelan nama dan ada juga 2 nama terdaftar dalam satu Kartu Keluarga (KK) sehingga ada 27 nama yang dicoret sehingga sisanya 200 KK” jelas Ely.

Ia menjelaskan juga bahwa, besaran dana yang akan diperuntukan bagi masing-masing pemanfaat juga berfariasi, tergantung dari kerusakan yang dialami yakni rusak berat 50 juta, rusak sedang 25 juta dan rusak ringan 10 juta.

Ely menuturkan, jika nanti dalam pelaksanaan kegiatan dan ternyata ada warga yangbterdaftar telah mengerjakan rumahnya menggunakan uang pribadi, maka kita akan minta semua kwitansi pembelanjaan yang telah dilakukan untuk dapat diganti dananya.

“Kita tidak akan membagikan dana ini ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, tapi akan diberikan dalam bentuk bahan bangunan. Jadi apabila warga yang terdampak bencana seroja sudah membangun rumahnya dengan dana pribadi yang penting dapat ditunjukan kwitansi pembelanjaannya dan uangnya akan kita ganti” tutur Ely.

Penulis : Yuven Abi
Editor : Chen Rasi

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:53 WIB

Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*

Berita Terbaru