Bocah 5 Tahun Terseret Arus Selokan di Ende Masih Dalam Pencarian, Abdulraham: Hasilnya Masih Nihil

- Penulis

Minggu, 23 Februari 2025 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan sedang melakukan penyisiran diseputaran pantai Kotak Raja (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Tim SAR Gabungan sedang melakukan penyisiran diseputaran pantai Kotak Raja (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Bocah Alzahran Ariyadi (5) tahun yang terseret arus selokan, pada pukul 15.00 sore kemarin, Sabtu 22 Februari 2025, masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Camat, TNI, Polri, BPBD, Polairud, serta unsur-unsur yang terlibat dalam operasi SAR.

Bocah Alzahran hilang di seret arus selokan pada saat bermain disekitar rumah saat hujan lebat dan korban terpeleset dan terseret arus selokan. Keluarga sudah melakukan pencarian disekitar lokasi kejadian namun belum ditemukan.

Korpos UUS Unit Siaga SAR Ende, Abdulraham kepada media, Minggu (23/02/25) menjelaskan sekitar pukul 16.00 pihaknya menerima laporan dari pihak keluarga bahwa anak seorang anak yang terseret arus air selokan menuju ke arah pantai Kota Raja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi kami setelah menerima informasi kami langsung menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan SAR, TNI, dan Polri. Kemudian sempat melakukan pencarian dari bibit got di pantai Kota Raja sampai di depan gereja Salom, namun hasilnya masih nihil”, jelas Abdulraham.

Abdulraham juga menjelaskan untuk hari kedua ini pelaksanaan operasi SAR bersama potensi SAR yaitu Camat, TNI, Polri, BPBD, Polairud serta unsur-unsur yang terlibat di bagi dalam dalam beberapa kelompok. Kemudian sistem pencarian, tambah Abdulraham, dilakukan sesuai rencana operasi SAR yang dikeluarkan oleh kantor SAR Maumere.

Baca Juga :  Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende

“Beberapa tim yang kita bagi yaitu melakukan penyisiran sekitar pesisir pantai. Pergerakan Alut dari Polairud, Basarnas, dari angkatan laut itu di atas permukaan air. Kemudian pukul 08.00 tadi kami lakukan penyelaman kedalaman hingga 20 meter ke arah timur dari titik diduga adanya korban berada. Hasilnya sampai saat ini sementara masih nihil”, terang Abdulraham.

Camat Ende Utara, Ichsan Abdulah menjelaskan bersama tim gabungan dan warga penyisiran di hari kedua ini tetap dilakukan untuk menemukan keberadaan korban.

” Bersama warga kita sudah lakukan penyisiran dari pantai Kota Raja sampai ke titik lokasi kejadian melalui saluran Got. Kita masuk ke dalam saluran got dan hasilnya korban belum ditemukan. Kita menunggu info dari SAR apa yang harus kita lakukan selanjutnya”, jelas Camat.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah berusia 5 tahun bernama Alzahran Aryadi terseret arus selokan saat hujan deras.

Baca Juga :  Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 

Peristiwa itu terjadi di jalan Marilonga, kelurahan Onekore, kecamatan Ende Tengah, kabupaten Ende-Flores-NTT, Sabtu, (22/02/25).

Informasi yang dihimpun, saat bermain hujan, itulah tiba-tiba korban terseret arus selokan yang deras akibat hujan lebat yang mengguyur kota Ende kurang lebih dua jam.

Camat Ende Tengah, Yulianus A. Laga Pasa, S. STP, M.SI kepada media menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00.

“Dari sore tim gabungan, bersama tim SAR, TNI, Polri, dan Damkar sudah melakukan penyisiran dari sore hingga ke bibir pantai”, jelas Camat.

Dijelaskan penyisiran bahkan kita lakukan berulang kali hingga malam ini namun belum menemukan keberadaan korban.

” Kami sudah berkoordinasi dengan tim SAR, TNI, dan Polri bahwa pencarian akan dilanjutkan besok pagi”, pungkasnya.

Pantauan media, di seputaran pesisir pantai Kota Raja keluarga korban dan juga warga berdiri menyaksikan tim gabungan dan warga yang melakukan pencarian.

Bahkan sekitar pukul 19.30 malam keluarga dan warga setempat tetap memadati pesisir pantai Kota Raja. (CR/SP)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:11 WIB

Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Berita Terbaru