Akhirnya NTT Punya Sopia, Minuman Alkohol Bermerek

- Penulis

Senin, 1 April 2019 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT bersama Rektor Undana Kupang usai menandatangani perjanjian kerjasama Sopia

Kupang,  Savanaparadise.com,- Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya punya minuman alkohol bermerek yang bakal bersaing dipasar nasional. Minuman alkohol itu diberi nama Sopia atau Sopi asli dari NTT. Sopia yang diracik dari minuman khas tradisional NTT ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bermitra dengan pemerintah provinsi NTT.

Rektor oleh Universitas Nusa Cendana, Fred Benu kepada wartawan mengatakan Sopia merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh unit industri yang ada di kampus. Penelitian yang memakan waktu 4 tahun itu akhirnya menghasilkan minuman keras dengan kadar alkohol 45%.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

“Kami sudah lakukan kajian dan penelitian terkait dengan miras Sophia yang akan diluncurkan nanti,” kata Rektor Undana, Fred Benu kepada wartawan, Senin, 1 April 2019 usai penandatangan MoU antara Udana dengan distributor Miras Sopia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubenur NTT Viktor Laiskodat mengaku sudah mencicipi sopia hasil penelitian yang dilakukan oleh Undana Kupang. Ia mengatakan Sopia rasanya sangat enak dan tidak kalah dengan minuman beralkohol seperti cap tikus dan sake.

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Ia menjelaskan Sophia dihasilkan dari pohon aren dan enau yang selama ini sudah dijual masyarakat. Hasil fermentasi yang dilakukan oleh masyarakat kemudia akan dibeli oleh Produsen yaitu bidang industri Badan Layanan Umum (BLU) Undana untuk diolah lagi menjadi Sopia.

” Kita ambil minuman  lokal seperti moke, sopi dan arak yang di jual masyarakat akan di beli pemerintah dan diolah lagi,” kata Viktor.

Dia menjelaskan kadar alkohol Sophia  bervariasi kadar alkoholnya mulai 35 persen, 40 persen hingga 45 persen. (SP)

 

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru