UPTD Tekkomdik Luncurkan Peta Pendidikan NTT 2026 untuk Dasar Kebijakan Berbasis Data

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur meluncurkan Buku Peta Satuan Pendidikan, Guru dan Tenaga Kependidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 sebagai dasar penguatan kebijakan pendidikan berbasis data di daerah.

Buku yang diterbitkan pada April 2026 itu memuat potret lengkap kondisi pendidikan menengah dan pendidikan khusus di NTT, mulai dari jumlah satuan pendidikan, distribusi guru dan tenaga kependidikan, jumlah peserta didik hingga rasio pendidikan di seluruh kabupaten/kota.

Data utama buku tersebut bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 3 April 2026 dan difokuskan pada satuan pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTT yakni SMA, SMK dan SLB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dalam sambutannya menyebut pengelolaan organisasi modern membutuhkan data sebagai pedoman dalam perencanaan dan proyeksi masa depan.

Menurutnya, buku tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan pendidikan sekaligus memperkuat transparansi dan akses informasi publik di sektor pendidikan.

” Buku ini dapat berkontribusi untuk akses informasi, transparansi dan sebagai sumber yang membantu perencanaan serta turut ambil bagian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTt,” kata Ambrosius Kodo.

Sementara itu, Kepala UPTD Tekkomdik Disdikbud NTT, Martina Hartini Bere mengatakan penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari pengembangan tata kelola pendidikan berbasis data dan transformasi digital pendidikan di NTT.

Ia menjelaskan, buku tersebut disusun untuk membantu pemerintah dan para pemangku kepentingan melihat secara menyeluruh kondisi pendidikan di NTT sebagai dasar perencanaan kebijakan.

Baca Juga :  Euforia kelulusan SMA/SMK DI NTT Dinilai berlebihan,GMNI Kupang : Pembinaan karakter menjadi tanggungjawab bersama

Dalam buku itu tercatat total satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di NTT mencapai 1.040 sekolah yang terdiri dari 627 SMA, 364 SMK dan 49 SLB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 620 sekolah berstatus negeri dan 420 sekolah berstatus swasta.

Jenjang SMA menjadi tingkat pendidikan dengan jumlah sekolah terbanyak di NTT, terdiri dari 401 sekolah negeri dan 226 sekolah swasta.

Sementara jenjang SMK memiliki 364 sekolah dengan komposisi yang relatif berimbang yakni 183 sekolah negeri dan 181 sekolah swasta.

Sedangkan layanan pendidikan khusus SLB masih terbatas dengan total 49 sekolah yang terdiri dari 36 SLB negeri dan 13 SLB swasta.

Buku tersebut juga menunjukkan distribusi satuan pendidikan di NTT belum sepenuhnya merata antarwilayah.

Kabupaten Kupang tercatat memiliki jumlah SMA terbanyak dengan 63 sekolah, disusul Timor Tengah Selatan sebanyak 58 sekolah, Manggarai Timur 46 sekolah dan Kota Kupang 44 sekolah.

Untuk jenjang SMK, jumlah sekolah terbanyak berada di Kabupaten Sumba Barat Daya dengan 43 sekolah, Timor Tengah Selatan 36 sekolah dan Kabupaten Kupang 31 sekolah.

Sedangkan layanan SLB masih terkonsentrasi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Sikka dan Kota Kupang yang masing-masing memiliki lima SLB.

Wilayah seperti Sabu Raijua, Rote Ndao dan Sumba Tengah masih memiliki jumlah satuan pendidikan yang relatif rendah dibanding daerah lain.

Selain memetakan sekolah, buku tersebut juga memuat data tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di NTT.

Jumlah pendidik SMA, SMK dan SLB di NTT tercatat mencapai 27.498 orang, sedangkan tenaga kependidikan berjumlah 4.460 orang.

Baca Juga :  Momentum Hardiknas, kepala UPTD Tekkomdik Dinas pendidikan NTT persembahkan Buku Peta Satuan pendidikan sebagai basis perumusan kebijakan pendidikan

Dengan demikian total sumber daya manusia pendidikan di NTT mencapai 31.958 orang.

Jenjang SMA menjadi penyumbang jumlah guru terbesar dengan 17.086 pendidik, disusul SMK sebanyak 9.643 guru dan SLB sebanyak 769 guru.

Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Manggarai Timur dan Kota Kupang menjadi wilayah dengan jumlah pendidik terbesar di NTT.

Data dalam buku itu juga menunjukkan sekolah negeri masih menjadi penopang utama layanan pendidikan di NTT, baik dari sisi jumlah sekolah maupun jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Pada sisi peserta didik, jumlah siswa SMA, SMK dan SLB di NTT mencapai 289.352 orang.

Jumlah itu terdiri dari 143.173 siswa laki-laki dan 146.179 siswa perempuan. Jenjang SMA menjadi penyumbang peserta didik terbesar dengan 195.637 siswa atau sekitar 67,61 persen dari total siswa di NTT.

Sedangkan jenjang SMK memiliki 90.152 siswa dan SLB sebanyak 3.563 siswa.

Buku tersebut juga memuat data rasio pendidikan. Pada jenjang SLB, rasio guru terhadap siswa mencapai 1:5 yang menunjukkan layanan pembelajaran lebih individual dan intensif.

Sementara pada jenjang SMA, rasio rombongan belajar terhadap siswa mencapai 1:31 yang menggambarkan kapasitas kelas relatif besar.

Dalam rekomendasinya, buku tersebut menekankan pentingnya pemerataan guru dan tenaga kependidikan antarwilayah, terutama di daerah dengan jumlah SDM pendidikan yang masih rendah seperti Sumba Tengah, Sabu Raijua dan Rote Ndao.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong melakukan redistribusi tenaga pendidik, penguatan tenaga kependidikan serta monitoring berkala terhadap rasio guru dan sekolah agar pembangunan pendidikan di NTT berjalan lebih merata dan tepat sasaran.

Penulis : Tim Redaksi (DD)

Berita Terkait

Euforia kelulusan SMA/SMK DI NTT Dinilai berlebihan,GMNI Kupang : Pembinaan karakter menjadi tanggungjawab bersama
Tak Bisa Terus Jadi Penerima, SImon Petrus Kamlasi Dorong Perubahan ke Basis Produksi
Sukseskan Gerakan Beli NTT, Gubernur NTT Borong Hasil Karya Siswa SMK Bukapiting di Hardiknas 
Momentum Hardiknas, kepala UPTD Tekkomdik Dinas pendidikan NTT persembahkan Buku Peta Satuan pendidikan sebagai basis perumusan kebijakan pendidikan
Gubernur NTT Jadi Inspektur upacara Hardiknas,,Melky-Jhoni Launching Pergub meja belajar 
GMNI Kupang Desak Polda NTT dan Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Transparan dalam Penyitaan dan Pelelangan BBM Subsidi Jenis Solar Tahun 2025
Lembaga penyiaran kini Di era tantangan Digital, Gubernur NTT Dorong Isi konten yang mencerdaskan 
Koperasi Merah putih Untuk NTT : Solusi atau Ilusi, Akademisi: Tidak Boleh terjebak Romantisme Koperasi ” Soko Guru Ekonomi Rakyat”
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:50 WIB

UPTD Tekkomdik Luncurkan Peta Pendidikan NTT 2026 untuk Dasar Kebijakan Berbasis Data

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:35 WIB

Euforia kelulusan SMA/SMK DI NTT Dinilai berlebihan,GMNI Kupang : Pembinaan karakter menjadi tanggungjawab bersama

Senin, 4 Mei 2026 - 11:05 WIB

Tak Bisa Terus Jadi Penerima, SImon Petrus Kamlasi Dorong Perubahan ke Basis Produksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:02 WIB

Sukseskan Gerakan Beli NTT, Gubernur NTT Borong Hasil Karya Siswa SMK Bukapiting di Hardiknas 

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:37 WIB

Momentum Hardiknas, kepala UPTD Tekkomdik Dinas pendidikan NTT persembahkan Buku Peta Satuan pendidikan sebagai basis perumusan kebijakan pendidikan

Berita Terbaru