Cinta Rakyat tanpa Pamrih,Simon Kamlasi & Fransiskus Go Menyatu Bawah Misi Kesejahteraan Bagi NTT

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang,Savanaparadise.com-Dua nama yang akrab di telinga publik Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi (SPK) dan Frans Go (FG), kembali hadir di ruang publik. Jika pada Pilgub NTT 2024 lalu keduanya sempat berada di jalur kompetisi politik, kini keduanya justru tampil berdampingan membawa misi sosial: air bersih dan kemandirian pangan bagi rakyat NTT.

Simon Kamlasi, purnawirawan Jenderal TNI AD asal TTS, dikenal luas sebagai pencetus pompa hidram yang mengubah wajah banyak desa dari tandus menjadi subur. Sementara Frans Go, pengusaha sekaligus filantropis asal NTT yang bermukim di Jakarta, sudah lebih dari satu dekade menyalurkan bantuan sumur bor bagi warga di Timor, Flores, Sumba hingga Alor.

Keduanya bertemu di Kupang, Kamis (4/9/2025), sebelum bersama-sama menuju Kampung Maumolo, TTU, meninjau program bantuan sumur bor dari Yayasan Felix Maria Go. Sehari kemudian, mereka berbincang dengan sejumlah wartawan dan menegaskan dukungan terhadap pemerintahan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johny Asadoma.

Pada Pilgub 2024 lalu, SPK berpasangan dengan Andre Garu hingga garis akhir kontestasi, sedangkan Frans Go terhenti lebih awal dalam proses pencalonan. Keduanya mengakui kemenangan Melki-Johny, dan setahun kemudian memilih menyalurkan energi untuk hal yang lebih substansial: pembangunan rakyat.

“Hubungan kami dengan Pak Melki baik-baik saja. Politik sudah selesai. Sekarang yang penting kita bersama-sama memikirkan nasib rakyat NTT,” ujar SPK yang kini dipercaya Menteri Pertanian sebagai tenaga ahli bidang ketahanan pangan.

“Situasi ekonomi global memang berat, tapi masyarakat tidak boleh dibiarkan pasrah. Pemerintah pun tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri. Semua harus bergandengan tangan,” kata Frans Go menimpali.

Air menjadi titik temu agenda keduanya. SPK lewat pompa hidram, dan FG lewat sumur bor, sama-sama melihat ketersediaan air sebagai kunci menggerakkan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

“Kalau air tersedia, lahan tidur bisa hidup, petani punya semangat. Di titik itu pangan rakyat bisa dijamin,” kata Frans Go.

Baca Juga :  Dinkes Kota Kupang dan UNICEF Luncurkan Kampanye Gender Ayah Peduli Imunisasi*

SPK menambahkan, masalah pangan NTT tidak bisa diselesaikan dengan memaksa semua orang makan beras. Diversifikasi pangan melalui jagung, ubi, hingga hasil lokal lain harus kembali digalakkan. “Sejak dulu orang NTT hidup dengan jagung dan ubi. Itu yang harus kita kuatkan kembali,” ujarnya.

Namun SPK menekankan, persoalan klasik di lapangan adalah masyarakat sering kali belum siap mengelola bantuan. Ia mencontohkan sumur bor bantuan pemerintah yang hanya bertahan sebentar karena salah titik pengeboran, atau malah dikuasai sebagai milik pribadi.

“Itulah yang sedang kami benahi bersama Pak Frans. Kami turun langsung berdiskusi dengan warga agar mereka siap mengelola bantuan dengan baik. Jangan sampai mubazir,” tegas SPK.

Agenda keduanya tidak berhenti di TTU. Mereka berencana melanjutkan perjalanan ke Flores dan Sumba untuk melihat potensi yang bisa dikembangkan, termasuk kopi Kapan yang menurut FG punya prospek besar.

“Kami ingin rakyat punya semangat bertahan. Tidak ada hal yang terlalu sulit asal kita berpikir positif dan bekerja bersama,” tutup FG. (*)

Berita Terkait

Wildrian Ronald Otta Terpilih sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kupang
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Ketua DPW NasDem Ajak seluruh Kader Jadi Pelaku Restorasi 
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Edi Endi Ajak Satukan Gagasan Bangun NTT
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Apresiasi Diskusi Publik DPW NasDem NTT
Dari Soe untuk NTT, Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief Raih Post Kupang Award 2025
Diskusi Publik Kepemimpinan dan Pembangunan, Nasdem NTT Hadirkan Viktor Laiskodat dan Melki Laka Lena
Menuju Konferda VI PDI-P , tujuh nama berpeluang menjadi ketua DPD PDI-Perjuangan NTT
Berita ini 4 kali dibaca