Stefanus Pekuwali Ajak Masyarakat Tolak Praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood Di Sumba Timur

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waingapu,Savanaparadise.com-Stefanus Pekuwali, Tokoh Masyarakat sekaligus Pelaku Usaha Peternakan Hewan Besar di Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood.

Menurutnya, maraknya pengiriman ternak non-prosedural, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, serta pengapalan kuda yang belum cukup umur dan berat, mengancam keberlanjutan populasi kuda endemik kebanggaan Sumba.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai.

Beliau menekankan bahwa regulasi yang dikeluarkan pemerintah daerah harus didukung penuh demi menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan harga yang lebih adil bagi peternak.

Komitmen Edukasi dan Pengawasan Mandiri

Stefanus Pekuwali berkomitmen menggunakan pengaruhnya untuk mengedukasi peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon dan bujuk rayu spekulan ilegal. Ia juga mendorong vigilansi kolektif di tingkat hulu dengan memperketat pengawasan terhadap pergerakan truk pengangkut ternak yang mencurigakan, khususnya yang beroperasi pada malam hari.

“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.

Baca Juga :  Jemaat GKS Bersukacita Berkat Ringan Tangan Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gereja Modular Pertama Disumba

Ia mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur dalam mengawal jalur distribusi dan pemeriksaan di pelabuhan serta karantina hewan.

Menuju Kedaulatan Ekonomi Sumba

Melalui inisiatif ini, Stefanus Pekuwali berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi role model dalam penerapan tata niaga ternak yang sehat di seluruh Sumba Timur.

Sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban serta menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kemakmuran dan kejayaan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.***

Penulis : Tim Redaksi (DD)

Berita Terkait

Jemaat GKS Bersukacita Berkat Ringan Tangan Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gereja Modular Pertama Disumba
Bank NTT Waibakul Hadirkan biaya inklusif bagi Masyarakat,Genjot Ekonomi Lokal  Lewat Kredit Kendaraan Bermotor
NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Bank NTT Serahkan Bantuan Tempat Sampah Dukung Program Kebersihan SBD
Bertemu Puluhan Ribuan Rakyat di SBD, SPK Janji Bantu Sekolah Anak NTT Jadi Tentara
Raja Moni di Ende Pastikan Kemenangan Paket SIAGA
Suka Cita Warga Kampung Adat Rendu, Nagekeo  Dikunjungi Paket SIAGA
Dukungan Terus Mengalir, Relawan di Ngada Satu Hati Menangkan Paket SIAGA
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:34 WIB

Stefanus Pekuwali Ajak Masyarakat Tolak Praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood Di Sumba Timur

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:12 WIB

Jemaat GKS Bersukacita Berkat Ringan Tangan Simon Petrus Kamlasi Resmikan Gereja Modular Pertama Disumba

Senin, 4 Mei 2026 - 09:42 WIB

Bank NTT Waibakul Hadirkan biaya inklusif bagi Masyarakat,Genjot Ekonomi Lokal  Lewat Kredit Kendaraan Bermotor

Rabu, 15 April 2026 - 14:14 WIB

NasDem Sumba Tengah Kritik Pemberitaan Tempo, Tuntut Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Senin, 14 Juli 2025 - 09:41 WIB

Bank NTT Serahkan Bantuan Tempat Sampah Dukung Program Kebersihan SBD

Berita Terbaru