Mentri Nino Pereira Bertemu Gubernur NTT, Bahas Peluang Bisnis Dan Investasi Ke Timor Leste

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena sedang berdiskusi dengan Mentri Perdagangan dan Industri Timor Leste, Nino Pereira (Foto: DC)

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena sedang berdiskusi dengan Mentri Perdagangan dan Industri Timor Leste, Nino Pereira (Foto: DC)

Kupang, Savanaparadise.com,- Mentri Perdagangan dan Industri Timor Leste, Nino Pereira bersama jajarannya bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rangka membahas peluang bisnis dan investasi ke Timor Leste.

Diskusi tersebut berlangsung di Ruang Kerja Gubernur NTT, pada Senin (30/06/2025) siang, dihadiri pula rombongan Kadin NTT yang dipimpin Bobby Liyanto.

Dalam diskusi, selain membahas soal bisnis dan investasi, Mentri Nino Pereira ingin mempererat hubungan ekonomi di wilayah perbatasan dan meminta kesediaan Gubernur NTT menjadi salah satu pembicara dalam Dili International Trade Expo 2025 yang akan diselenggarakan pada 28 Agustus – 1 September 2025.

Selain itu, kedua tokoh ini juga berdiskusi tentang bagaimana mengoptimalisasi akses-akses transportasi laut dan udara antara NTT dan Timor Leste.

Mentri Nino juga menguraikan tentang spirit yang diusung Dili International Trade Expo 2025, di mana sejalan dengan semangat Perdana Menteri Timor Leste yang ingin memangkas sistem birokrasi yang menghambat iklim usaha di Timor Leste.

Gubernur NTT menyambut baik tawaran-tawaran positif yang disampaikan Mentri Nino Pereira. Menurutnya, kebutuhan detail dari produk-produk yang akan dipasarkan dan pertukarkan pasti menguntungkan kedua belah pihak dengan terjalin kerja sama tersebut.

Ia menegaskan, pada prinsipnya di era kepemimpinan dirinya bersama Johanis Asadoma menginginkan agar NTT kuat secara ekonomi dan itu harus kembangkan secara baik.

“Kami memang sedang mendorong agar di NTT ini defisit perdagangan kami dengan pihak luar NTT sebesar 51 triliun, data dari BI, penjualan ke luar 7 triliun, yang dibeli dari luar 59 triliun. Jadi total defisit kami 51 triliun. Saya betul-betul dorong agar ekonomi lokal bertumbuh.” sebut Gubernur Melki.

NTT yang saat ini, kata Gubernur Melki, berada dalam keadaan surplus beras dan dalam kesempatan tersebut Gubernur menawarkan produk sektor pertanian itu kepada Timor Leste.

Ditambahkan, jika program One Village One Product (OVOP) berjalan baik, produk-produk dari NTT bisa juga ditawarkan ke Timor Leste.

“Kami menawarkan agar produk-produk olahan seperti kopi, sebagai salah satu produk laris di Pulau Timor, bisa dipertukarkan di kedua wilayah dengan kafe di masing-masing negara, memasang produk-produk kopi unggulan baik dari NTT maupun dari Timor Leste”, tukasnya.

Diketahui, saat audiens Gubernur NTT didampingi oleh, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Parera, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zeth Sony Libing, Kepala Biro Pemerintahan, Doris Alexander Rihi, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfi H. Nange, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Bernhard Menoh, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi NTT, Alexander B. Koroh, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Jusuf Lery Rupidara.

Sedangkan Menteri Nino Parera hadir didampingi Penasehat Menteri, Joaquim Maria Afat, Konsul Espedito da Conceicao Ribeiro, Sekretaris I, Antonio R. Gama da Costa Lobo, Sekretaris III, Cesaltina da Costa da Silva, Atase Perdagangan Timor Leste di Jakarta, Apolo Franca, Asisten Atase Perdagangan Timor Leste di bali, Ricardo de Araujo, serta Asisten Atase Perdagangan Timor Leste di Kupang, Salvador Serrao dos Santos. (ML/SP)

Berita Terkait

Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:05 WIB

Keluarga  Alm Jacob Nuwa Wea Salurkan 1.000 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Mauponggo

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 11:22 WIB

Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025

Berita Terbaru