Pemkab Rote Ndao Pinjam Rp30 Miliar ke Bank NTT untuk Bangun Infrastruktur

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi menandatangani perjanjian kredit pinjaman daerah senilai Rp30 miliar dengan Bank NTT. Dana tersebut dipastikan sepenuhnya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar di wilayah paling selatan Indonesia itu.

Penandatanganan berlangsung di Hotel Sotis Kupang, Jumat (27/2/2026), dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Bupati Apremoi Dethan, Sekda Jonas Selly, Komisaris Utama Bank NTT Donny Heatubun, Direktur Kredit Aloysius Geong, serta Direktur Dana dan Treasury Heri Helbianto.

Bupati Paulus Henuk menegaskan, pinjaman daerah ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal yang dialami daerah sejak 2025.

Pengurangan transfer pusat yang signifikan berdampak langsung pada proyek-proyek fisik, terutama jalan, jembatan, irigasi, dan air minum.

“Seluruh dana Rp30 miliar ini murni untuk infrastruktur. Tidak ada penggunaan untuk belanja lain,” tegas Paulus.

Ia menjelaskan, awalnya pemerintah daerah merencanakan pinjaman hingga Rp100 miliar. Namun setelah menghitung kemampuan keuangan daerah dan melalui pembahasan bersama DPRD, nilai tersebut disesuaikan menjadi Rp30 miliar agar tetap aman terhadap kapasitas fiskal daerah.

Pinjaman ini akan membiayai pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah titik, pembangunan jembatan di Oele dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar, rehabilitasi serta pembangunan jaringan irigasi, hingga penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Baca Juga :  Bank NTT Gandeng Sinode GKS, Perluas Akses KUR untuk Perkuat UMKM di Sumba

Menurut Paulus, langkah ini bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan strategi menjaga ritme pembangunan agar tidak terhenti akibat tekanan fiskal. Ia juga menilai memilih Bank NTT sebagai mitra pembiayaan memberikan nilai tambah karena keuntungan bank daerah tersebut akan kembali ke daerah dalam bentuk dividen.

“Kami ingin pembangunan tetap berjalan, pelayanan publik tetap optimal, dan ekonomi masyarakat tetap bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank NTT Donny Heatubun menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemkab Rote Ndao. Ia menilai pemanfaatan fasilitas pinjaman daerah untuk sektor produktif seperti infrastruktur merupakan langkah tepat dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan layanan dasar.(AP)

 

Berita Terkait

Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja
Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah
Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Bank NTT Ruteng Perkuat Digitalisasi UMKM Melalui Bazar Ramadan 2026
Pemkab SBD dan Bank NTT Teken Kerja Sama SP2D Online Berbasis CMS
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:46 WIB

Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

Bank NTT Hadirkan Solusi Digital untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:34 WIB

Festival Daun Lontar Ende Lio Ajang Lestarikan Tradisi Anyaman Yang Bernilai Ekonomis

Berita Terbaru