Empati Yusinta Nenobahan Bantu Guru Margarita Lusi Rp25 Juta, Wujud Kepedulian dan Meringankan Beban

- Penulis

Rabu, 23 April 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Savanaparadise.com,– Pengusaha muda asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief, menunjukkan empatinya yang tulus kepada Margarita Lusi, mantan guru asal Rote Ndao yang dipensiunkan lebih awal oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) per 1 Januari 2025.

 

Margarita, yang seharusnya pensiun pada 2027 menurut pegangan administrasi kepegawaiannya, mendadak menerima keputusan pensiun. Kondisi ini membuatnya terpuruk, terlebih ia masih harus menanggung cicilan bank yang belum lunas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Melalui pemberitaan media, Yusinta mengetahui kisah Margarita. Sebagai anak dari seorang guru, ia merasa terpanggil untuk bertindak. Pendiri Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) itu menghubungi Margarita dan mengundangnya ke Jakarta. Pada Selasa (22/4/2025), Margarita berangkat bersama kerabatnya menemui Yusinta.

 

“Saya sudah menerima apa yang terjadi. Saya ingin menjaga marwah pendidikan di NTT. Biar saya yang terluka, tapi nama NTT jangan ikut berdarah,” kata Margarita kepada Yusinta saat bertemu.

Baca Juga :  Didukung Bank NTT, Bupati Sumba Barat Teken Kerja Sama Siskeudes Online dengan PT Imtek

 

Dalam pertemuan itu, Margarita tidak mengeluh, hanya bercerita. Saat hendak pulang, tanpa diduga, Yusinta menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta—lebih besar dari Rp10 juta yang sebelumnya diberikan oleh Pemprov NTT di akhir masa baktinya sebagai guru.

 

Margarita terdiam, air matanya mengalir. Baginya, ini bukan soal uang, tapi ketulusan cinta dari seseorang yang bahkan tak ia kenal sebelumnya.

 

“Dia seperti malaikat yang dikirim Tuhan. Banyak yang mampu, tapi sedikit yang punya hati. Pemimpin kita terlihat baik, tapi miskin empati,” ujar Margarita dengan suara bergetar.

 

Yusinta menjelaskan bahwa bantuannya lahir dari suara hati, bukan untuk mencari pujian.

Baca Juga :  Puncak Hardiknas 2 Mei di Ende; Apel Bendera di Stadion Marilonga dan Senam Massal Oleh 1000 Siswa SMP

 

“Orang tua saya seorang guru. Ketika saya melihat guru lain diperlakukan tidak adil, hati kecil saya memberontak. Saya juga seorang murid. Ketika seorang guru dizalimi, murid harus tampil di depan membela,” tegas Yusinta, yang akrab disapa Uchie.

 

Tak hanya memberikan bantuan satu kali, YNS juga akan membantu mencicil kewajiban bank Margarita selama satu tahun. Yusinta berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan lebih peka terhadap nasib rakyat kecil, terutama para pendidik yang selama ini menjadi pilar utama kemajuan bangsa.

 

“Kami akan buka kantor YNS di Kupang. Bukan untuk menyaingi pemerintah, tapi untuk hadir bersama masyarakat. Untuk para guru, jika ada masalah, kami siap membuka ruang diskusi. Dan untuk semua murid yang telah berhasil, jangan pernah lupa siapa yang mendidikmu,” pungkasnya. (*/)

Berita Terkait

Dinas PK Ende Sosialisasi Pendirian TK dan SMPN di Detukeli, Ovan Kaki; Mencerdaskan Generasi Bangsa Adalah Tugas Bersama
Bupati Badeoda Singgung Masih Ada Sekolah di Ende Atapnya Bocor dan Kekurangan Kursi
Hardiknas 2 Mei 2026 di Ende, Dalam Balutan Busana Adat Nusantara; Rajut Nilai Budaya
Puncak Hardiknas 2 Mei di Ende; Apel Bendera di Stadion Marilonga dan Senam Massal Oleh 1000 Siswa SMP
Didukung Bank NTT, Bupati Sumba Barat Teken Kerja Sama Siskeudes Online dengan PT Imtek
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Dinas PK Ende Berencana Akan Tempatkan Guru Ke Sekolah Negeri dan Swasta Secara Merata
Bali Bangkit dari Banjir: Lintas Iman dan Lintas Daerah Satukan Hati Bersihkan Puing dan Memulihkan Harapan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:39 WIB

Dinas PK Ende Sosialisasi Pendirian TK dan SMPN di Detukeli, Ovan Kaki; Mencerdaskan Generasi Bangsa Adalah Tugas Bersama

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:16 WIB

Bupati Badeoda Singgung Masih Ada Sekolah di Ende Atapnya Bocor dan Kekurangan Kursi

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:23 WIB

Hardiknas 2 Mei 2026 di Ende, Dalam Balutan Busana Adat Nusantara; Rajut Nilai Budaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:21 WIB

Puncak Hardiknas 2 Mei di Ende; Apel Bendera di Stadion Marilonga dan Senam Massal Oleh 1000 Siswa SMP

Selasa, 21 April 2026 - 09:09 WIB

Didukung Bank NTT, Bupati Sumba Barat Teken Kerja Sama Siskeudes Online dengan PT Imtek

Berita Terbaru