Menanti Benang Kusut Kelangkaan Minyak Tanah di Ende Terurai

- Penulis

Minggu, 4 September 2022 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi soal kelangkaan minyak tanah di Ende

Gambar ilustrasi soal kelangkaan minyak tanah di Ende

Ende, Savanaparadise.com,- Belakangan ini publik Ende sedang ramai memperbincangkan soal kelangkaan minyak tanah.

Menurut mereka ketiadaan pasokan minyak tanah hampir disetiap pangkalan ataupun pengecer merupakan ketidakseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tak heran, keluhan akan kelangkaan minyak tanah yang menjadi kebutuhan vital masyarakat semakin terasa di tengah masyarakat kota Ende.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak yang menilai kelangkaan ini disebabkan karena sistem pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah begitu lemah.

Adapula dugaan muncul di tengah masyarakat, kalau-kalau ada oknum nakal yang sengaja menimbun minyak tanah dengan membeli dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan minyak tanah menjadi langka.

Dari informasi yang diperoleh media ini, prasangka-prasangka yang muncul di masyarakat bukan ocehan semata.

Pasalnya, berdasarkan tanggapan dari beberapa agen yang berhasil diwawancarai media ini, distribusi minyak tanah mulai dari pertamina ke agen dan dari agen ke pangkalan berjalan normal alias lancar.

Ada sebagian agen juga menilai, selama pendistribusian minyak tanah dari agen ke pangkalan, tanpa ada pengawasan dari dinas terkait.

Baca Juga :  SPPG di Ende Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Hal inipun diakui oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende, Mohamad Syahrir ketika diwawancarai SP, Rabu (31/08/22) di kantor Bupati Ende.

“Pada saat pendistribusian minyak tanah dari agen ke pangkalan kami kurang lakukan pengawasan”, ungkap Kadis.

Menurutnya persoalan ini merupakan benang kusut, sebab setelah ditelusuri kelangkaan itu terjadi pada saat minyak tanah sudah didistribusikan ke pangkalan.

Ia juga menilai ada kemungkinan besar terjadi by pass di dalam pembelian minyak tanah.

Dan untuk menghindari terjadinya monopoli pembelian satu orang, tegas Kadis, maka Disperindag akan memberikan sanksi tegas kepada pangkalan nakal dengan mencabut ijinnya.

“Berkaitan dengan kelangkaan minyak tanah ini, dalam proses pengawasan dan pemantauan kami dilapangan, pendistribusian dari pertamina ke agen lancar. Dan dari agen ke pangkalan juga lancar”, kata Kadis.

Dikatakan akan tetapi kendati lancar namun masih saja muncul keluhan dari masyarakat yang mengalami kelangkaan minyak tanah.

Menyikapi hal ini, kata Kadis Perindag, langkah yang sudah diambil adalah melakukan rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati dengan melibat beberapa pihak terkait seperti, pertamina, Sat Pol PP, Disperindag bagian ekonomi, para camat dalam kota, dan juga agen.

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Wabup Domi Mere Sampaikan KBM Bisa di Sekolah Menggunakan Tenda Darurat

Lebih dari pada itu, pihaknya juga lakukan pengawasan mulai dari tingkat Camat, Lurah, dan aparat pemerintah paling bawah yaitu RT dan RW.

“Kami juga menghimbau kepada pangkalan ataupun pengecer agar menjual minyak tanah kepada masyarakat disekitarnya. Dan apabila dilapangan kami temukan ada pangkalan yang menjual minyak tanah bukan kepada warga disekitarnya, atau ke pasar, dan juga ke wilayah lain, maka ijinnya akan kami cabut”, tegas Kadis.

Ketika ditanya soal adanya dugaan penimbunan, Kadis perindag mengatakan sejauh ini ketika kami telesuri belum ada kejadian demikian.

“Dan kalaupun ada temuan demikian, kami sudah berkoordinasi dengam pihak pertamina untuk memberikan sanksi tegas”, pungkasnya.

Kendati upaya-upaya ataupun langka-langka sudah dilakukan, tapi sejauh ini berdasarkan informasi yang diperoleh media, kelangkaan ini masih saja terjadi.

Benang kusut soal kelangkaan minyak di Ende belum mampu diurai. Sebab musebab sehingga terjadi kelangkaan belum mampu dipecahkan.

Penulis: Chen Rasi

Berita Terkait

Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah
Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Wabup Domi Mere Sampaikan KBM Bisa di Sekolah Menggunakan Tenda Darurat
Dirut PT PLN Nusantara Kunjungi PLTU Ropa; Ingin Pastikan Kebutuhan Listrik Aman Bagi Warga Pasca Gempa Flores
Pemkab Ende Alokasikan Anggaran Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores 35 M
Terjun Langsung Ke Tenda Pengungsi; Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Terdampak Gempa Flores di Ende
Puskesmas Rusak Berat Pasca Gempa Flores; Pemcam dan Unsur TNI/Polri di Ende Dirikan Tenda Darurat
Polemik Dugaan Asusila di Bijaepunu, Tokoh Masyarakat Serukan Jaga Keamanan antar Warga
9 Hari Pasca Gempa; Pemerhati Masyarakat Minta Pemkab Ende Jangan Abaikan Pengungsi Mandiri
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Fraksi Golkar DPRD Ende Ungkap Masih Ada Warga Terdampak Membutuhkan Bantuan dan Perhatian Pemerintah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Wabup Domi Mere Sampaikan KBM Bisa di Sekolah Menggunakan Tenda Darurat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Dirut PT PLN Nusantara Kunjungi PLTU Ropa; Ingin Pastikan Kebutuhan Listrik Aman Bagi Warga Pasca Gempa Flores

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:47 WIB

Pemkab Ende Alokasikan Anggaran Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores 35 M

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Terjun Langsung Ke Tenda Pengungsi; Julie Laiskodat Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Terdampak Gempa Flores di Ende

Berita Terbaru