Ende, Savanaparadise.com,- Gempa Bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 telah memporakporandakan seluruh bangunan rumah dan fasilitas publik. Setidaknya, banyak bangunan mengalami kerusakan, yang ditimbulkan oleh gempa bumi berkekuatan M7,7 tersebut.
Tercatat, berdasarkan data yang dirilis BPBD Kabupaten Ende total kerusakan bangunan rumah sebanyak 7480 unit. Selain bangunan rumah, fasilitas publik seperti, fasilitas pendidikan sebanyak 126 unit, fasilitas kesehatan sebanyak 33 unit, kantor pemerintah 54 unit, fasilitas ibadah 59 unit juga mengalami kerusakan.
Salah satu fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan adalah Puskesmas Peibenga di Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende. Dilaporkan, dampak dari gempa tersebut Puskesmas Peibenga mengalami rusak berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Lepkes, Pemerintah Desa Nggumbelaka, bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat bergotong royong mendirikan tenda darurat untuk dijadikan ruang rawat inap sementara bagi Pasien.
Keterlibatan semua pihak dalam penanganan tanggap darurat bencana ini demi memperlancar aktivitas pelayanan publik kepada masyarakat termasuk dibidang kesehatan.
Camat Lepkes,, Damianus Frayalus, SH saat dihubungi media, Senin, (24/8/26) mengatakan, dampak dari gempa bumi yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu mengakibatkan Puskesmas Peibenga di Kecamatan Lepembusu Kelisoke mengalami rusak berat.
Menurut Camat, selaku kepala wilayah setempat, pihaknya telah berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada Pemkab Ende melalui BPBD Kabupaten Ende. Dan dari hasil koordinasi sekaligus mendengarkan keluhan dari kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan (Nakes) lainnya, kata Camat, sangat diperlukan bantuan berupa tenda darurat bagi pasien rawat inap.
Keluhan tersebut, tambah Camat, karena para Nakes khawatir dengan keselamatan nyawa Pasien, mengingat bangunan gedung Puskesmas Peibenga dalam kondisi rusak berat dan tak layak digunakan sementara apabila gempa susulan terus terjadi.
Dikatakan, keputusan mendirikan tenda darurat ini diambil, selain mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, langkah ini diambil demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan, termasuk bagi Pasien yang hendak berobat.
“Ya. syukur pada akhirnya hal ini di jawab oleh BPBD Ende sehingga kami di Lepkes mendapat bamtuan tenda darurat. Tadi bersama masyarakat, TNI/Polri, dan bersma Kepala Desa Nggumbelaka kami bersama-sama sudah mendirikan tenda darurat”, kata Camat.
Karena itu, Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemda Ende, BPBD Ende, dan juga TNI/Polri yang telah mensuport dan membantu demi memaksimalkan pelayanan kesehatan di Lepkes sehingga berjalan lancar dan aman di tengah gempa susulan yang terus terjadi.
Dalam keterangannya juga, Camat mengaku bahwa masyarakat di wilayahnya saat ini masih membutuhkan bantuan. Karena itu, ia mengharapkan ada pihak terkait dapat membantu masyarakat di wilayahnya yang terkena dampak bencana gempa Flores.
“Kita juga berharap agar Puslesmas Peibenga ini segera di perbaiki sehingga aktivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di sini bisa berjalan lancar dan aman”, tukasnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










