Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Wabup Domi Mere Sampaikan KBM Bisa di Sekolah Menggunakan Tenda Darurat

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere (Foto: Mateus Bheri/SP)

Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Pasca gempa utama berkekuatan M7,7 menguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2025 lalu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memberlakukan satus tanggap darurat dari tanggal 15 hingga 28 Agustus 2026. Status tersebut diberlakukan berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Keputusan ini diambil untuk mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus mempermudah koordinasi dan komunikasi antarpihak. Kini status tanggap darurat kembali diperpanjang hingga 12 September 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan karena penanganan dampak bencana gempa bumi Flores masih berlangsung ditambah masyarakat masih berada ditenda-tenda pengungusian.

Keputusan perpanjang status tanggap darurat bencana ini tentunya berimbas pada pendidikan anak. Karena, sebelum status tanggap darurat diperpanjang, anak-anak diarahkan untuk belajar dari rumah (BDR) dengan mempertimbangkan keselamatan anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kondisi demikian, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere usai Rapat Paripurna, Jumat, (28/8/26) kepada media menyampaikan bahwa meakipun kondisi darurat maaih berjalan, pihak sekolah boleh menganalisis sesuai kondisi sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Puluhan Masyarakat Datangi Kantor DPRD Ende; Keluhkan Soal Surat Rekom Pengisian BBM

Bilamana dalam analisis tersebut, kata Wakil Bupati, bagi sekolah-sekolah yang tidak mengalami kerusakan, silakan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, tidak hanya di dalam gedung sekolah melainkan boleh di luar gedung sekolah dengan menggunakan tenda darurat.

“Tadi kami mengunjungi Pesantren Walisanga. beliau (Gubernur Melki Laka Lena) sampaikan begitu. Jadi kegiatan KBM boleh berjalan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah”, ujar Gubernur mengutip kembali kata-kata Gubernur Melki Laka Lena saat mengunjungi Pesantren Walisongo.

“Gubernur menyampaikan, masing-masing kembali sesuai kewenangannya. Tingkat Provinsi menangani, SMA, SMK, dan MA. Dan tingkat kabupaten menangani sekolah-sekolah yang menjadi kewenangannya. Khusus masing-masing sekolah, tergantung bagaimana strateginya berdasarkan situasi dan kondisi sekolah masing-masing”, tambahnya.

Dampak Gempa Perlu Penanganan Segera

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere menegaskan bahwa dasar pertimbangan sehingga status tanggap darurat ini diperpanjang hingga 12 September 2026 adalah karena kondisi masyarakat saat ini masih berada di luar rumah, di tenda-tenda pengungsian.

Di sisi lain, kata dia, walaupun secara komprehensif semua wilayah sudah tertangani (evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak-red) tetapi masih perlu dilakukan upaya peningkatan-penongkatan lainnya.

Baca Juga :  Kapolres Ende dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Untuk Siswa SD

Wakil Bupati membeberkan, sebagaimana yang sudah diketahui bersama bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan sebesar Rp 20 M untuk tanggap darurat. Selain Presiden, kabupaten Ende juga mengalokasi tambahan anggaran sebesar 10 M dan kemudian di tambah dengan angagar sebelumnya sebesar 5 M.

“Jadi kita di Ende 35 M. Apa saja peruntukannya, khusus yang untuk bantuan Bapak Presiden sebesar 20 M, kita nanti lihat, apakah perkembangan kebelakang itu ada petunjuk pelaksanaan penggunaan dana itu, apakah dari BNPB atau Kemendagri. Kita masih berkomunikasi terus dan ini melalui bapak Gubernur kita tetap berkomunikasi dengan tingkat pusat”, ujar Wabup Domi Mere.

Menurutnya, sambil menunggu data kerusakan, baik bangunan rumah, sarana prasarana publik termasuk gedung kantor dan lain-lain direkap secara baik, untuk kerusakan di bidang pertanian seperti bendungan dan irigasi itu yang perlu di tangani.

“Jadi prinsipnya, hal-hal yang substansial yang berpengaru terhadap mata pencaharian harus segera diatasi. Karena bagaimana pun dampak dari bencana ini tidak boleh kita biarkan berlarut-larut”, tukasnya.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi
Bunda Julie Laiskodat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Ende
Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Bagikan Susu Kotak dan Makanan Ringan Untuk Anak TK Serta SD
BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada
Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun
Sisir Wilayah Utara Ende, Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Serahkan Bantuan Sembako dan Susu Untuk Kelompok Rentan
Peduli Gempa Flores; Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Lansia di Ende
Kapolres Ende dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah dan Susu Untuk Para Pelajar
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 04:13 WIB

GPSP Dorong BPBD Ende Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Pulangkan Pengungsi

Jumat, 11 September 2026 - 17:53 WIB

Bunda Julie Laiskodat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Ende

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Diaspora Ende Lio Sare Kutai Timur Kaltim Bagikan Susu Kotak dan Makanan Ringan Untuk Anak TK Serta SD

Selasa, 8 September 2026 - 12:43 WIB

BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada

Minggu, 6 September 2026 - 19:38 WIB

Dampak Gempa Flores; 43 Unit Rumah Warga di Mukusaki Ende Alami Rusak Berat, Hingga Kini Tim Verifikasi Belum Turun

Berita Terbaru