Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengajak para orang tua untuk memperkuat perlindungan anak melalui penerapan pola asuh (parenting) yang positif dan peningkatan literasi digital di lingkungan keluarga.

Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT yang akan digelar di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu 25/7/2026.

Menurut Mindriyati, kasih sayang merupakan fondasi utama dalam tumbuh kembang anak. Namun, kasih sayang harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan melindungi anak dari berbagai ancaman, mulai dari kekerasan, eksploitasi, perundungan, hingga paparan konten negatif di ruang digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Kasih sayang yang tulus akan menumbuhkan rasa aman bagi anak. Dari rasa aman itulah mereka memiliki keberanian untuk bermimpi tinggi dan mengembangkan potensi terbaiknya. Namun, kasih sayang harus diiringi perlindungan yang nyata agar ruang hidup anak tetap aman, baik secara fisik maupun psikologis,” kata istri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena itu, Jumat, 24/7/2026.

Ia mengungkapkan, NTT saat ini memiliki sekitar 1.662.866 anak atau 28,95 persen dari total penduduk. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan hak anak atas pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan lingkungan yang aman dapat terpenuhi.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Berbagai persoalan seperti kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual, perkawinan anak, hingga anak yang berhadapan dengan hukum masih menjadi tantangan dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Sebagai bentuk komitmen, TP PKK NTT terus memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan perlindungan anak melalui berbagai program parenting, mendorong sinergi lintas sektor dalam pemenuhan hak dasar anak, menyediakan ruang ramah anak untuk berekspresi, serta mengampanyekan gerakan anti-kekerasan melalui penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan video edukasi “Kujaga Diriku”.

TP PKK juga mengajak seluruh keluarga menerapkan pola asuh positif tanpa kekerasan, memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak, serta melindungi mereka dari penyalahgunaan teknologi digital.

Peringatan HAN 2026 mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Selain menjadi seremoni, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi anak, guru, dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak, sekaligus mengedukasi orang tua mengenai digital parenting.

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi mengenai kesehatan fisik, kesehatan mental, dan keamanan digital anak, pelatihan storytelling dan public speaking, etika berinternet, pengenalan cara mengatasi stres pada remaja, sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital, serta sosialisasi Peraturan Gubernur NTT tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.

Baca Juga :  Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Peserta juga mengikuti pentas kreativitas anak, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, dan pelayanan administrasi kependudukan.

Menutup sambutannya, Mindriyati mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa anak merupakan amanah sekaligus harapan masa depan bangsa.

“Selamat Hari Anak Nasional 2026 kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak NTT. Ayo Bangun NTT dengan memastikan setiap anak tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Provinsi NTT, Theresia M. Florensia, mengatakan pelaksanaan HAN 2026 dirancang secara edukatif, partisipatif, dan menyenangkan dengan melibatkan sekitar 300 peserta yang terdiri atas siswa SMP dan SMA, guru pendamping, kelompok rentan dan penyandang disabilitas, serta panitia.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai perangkat daerah bersama mitra pembangunan, seperti UNICEF, INOVASI, PKBI, Forum Anak, Pokja Bunda PAUD, Pokja Bunda Literasi, dan TP Posyandu NTT, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak anak di NTT.(SP)

Berita Terkait

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Berita Terbaru