Ende, Savanaparadise.com,- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M menyebut beredar informasi yang mengatakan bahwa akan ada gempa susulan berkekuatan lebih besar dari gempa utama 7,7 magnitudo merupakan infoemasi hoaks
Hal ini disampaikan Kepala BNPB, Suharyanto saat berkunjung ke Kabupaten Ende dan memimpin pertemuan bersama Tim Satgas Bencana Kabupaten Ende di Posko Bencana, Kantor BPBD Ende, Rabu, (19/8/26).
“Karena nanti saya akan bertemu masyarakat setelah ini. Silakan diarahkan ke titik mana, saya akan berbicara langsung saja ke masyarakat bahwa hoaks-hoaks terkait adanya bencana gempa susulan yang lebih besar dari 7,7 magnuto itu hoaaks”, jelas Suharyanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suharyanto menambahkan, dalam ilmu apapun dan dalam sejarah terjadinya gempa belum pernah terjadi gempa susulan yang kekuatannya lebih besar dari gempa utama.
“Apalagi ada yang mengatakan tsunami. Ko, gempa utamanya sudah lewat, mana ada tsunami. Jadi tsunaminya lebih besar dari kemarin yang hanya 1 meter. Itu nggak mungkin”, ujarnya.
Suharyanto menyarankan, informasi semacam ini perlu disampaikan ke masyarakat agar masyarakat tidak termakan dengan berita-berita hoaks yang tidak bertanggung jawab.
“Tadi pada saat kita memberikan perhatian di Sikka, saat kita memberikan perhatian sempat terjadi gempa. Memang masyarakat langsung histeris tetapi begitu lihat kita diam, tidak goyang, dan lari. Tidak apa-apa”, ungkapnya.
Menurutnya, gempa susulan semacam begitu tidak akan berhenti selama Tiga Minggu ke depan berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala BMKG. ” Masa kita nunggu Tiga Minggu. Baru Satu Minggu saja banyak hal-hal yang sudah kita lewatkan. Fasilitas publik, pelayanan. Masa kita harus menunggu 2 minggu lagi”, timpalnya.
“Ini yang harus dijelaskan ke masyarakat.Tinggal yang mengungsi komunal dan juga mandiri itu bisa berkurang. Kalau tidak berarti memang rumahnya rusak, baik rusak ringan sedang, dan berat”, tambahnya.
Diketahui, dalam rapat antara Kepala BNPB dan jajarannya bersama Tim Satgas Bencana Kabupaten Ende di hadiri oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, Dandim 1602/Ende, Wakapolres Ende, Kepala BPBD Provinsi NTT, dan Kepala BPBD Kabupaten Ende.
Usai rapat, Kepala BNPB bersama rombomgan dan Tim Satgas Bencana Kabupaten Ende langsung meninjau lokasi korban terdampak gempa Flores di Kecamatan Ende, tepatanya di Desa Peozakaramba.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redakai










