DPRD NTT tolak MA 60 Terbang di NTT

- Penulis

Kamis, 20 Juni 2013 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Maskapai Penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) di minta untuk tidak lagi memakai pesawat MA 60 untuk melayani penerbangan di Nusa Tenggara Timur.

Hal Ini di karenakan MA 60 terus mengalami kecelakan udara. fenomena ini mengundang reaksi dari Dewan perwakilan Rakyat daerah (DPRD) NTT.

“Pesawat MA 60 tidak layak terbang di NTT karena sering mengalami kecelakaan . hal ini juga di perkuat tentang larangan dari Dirjen Perhubungan soal larangan Terbang di NTT yakni Maumere, Ende dan Waingapu”, kata anggota DPRD NTT, Pdt, Abraham Litinau, kepada Savanaparadise.com, 20/06, di Kupang.

Menurut Litinau, semestinya pihak Merpati merpertimbangkan kembali untuk tidak memakai MA 60 karena rentetan kecelakaan yang sudah terjadi.

“MA 60 tidak usah terbangi NTT lagi. Karena kalau pun orang naik itu karena tidak pilihan lain jadi ya terpaksa”, ujarnya.

Pendapat Litinau memang sangat beralasan. Pada 7 Mei 2011 Merpati MA 60 mengalami kecelakaan di laut, dekat Bandar Udara Utarom, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. MA-60 juga mengalami cras landing di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Senin (10/6/2013) pagi. Di Indonesia, pesawat buatan China ini sudah tiga kali mengalami kecelakaan.

Baca Juga :  Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Sementara itu Distrik Manager Merpati Airlines area Kupang, Srianto Senoadi mengatakan pesawat merpati MA 60 layak terbang.

“ Merpati MA 60 memang layak terbang karena selalu di mantainance yang teratur. Perakitannya di Cina tetapi seluruh komponen-komponennya berasal dari amerika dan kanada. Tapi yakinlah bahwa gak ada company ataupun Maskapai yang menginginkan “, ujarnya.(ILA/SP)

Berita Terkait

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:57 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:48 WIB

Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Berita Terbaru

Oplus_131072

Kupang

Politisi PDIP Sebut NTT Mart Lebih Mirip Kios Biasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 08:45 WIB