10 Sekolah MBS Percontohan di Nagekeo Dievaluasi

- Penulis

Senin, 3 Desember 2012 - 02:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbay, Savanaparadise.com,- Tim Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Kabupaten Nagekeo bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) setempat dan Plan Indonesia Program Unit Nagekeo melakukan monitoring dan evaluasi bersama terhadap 10 sekolah MBS percontohan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana penerapan MBS di sekolah-sekolah tersebut selama setahun terakhir.

Menurut Manajer Plan Indonesia Program Unit Nagekeo, Yahya Ado, hasil evaluasi ini menjadi acuan untuk mengambil langkah-langkah pengembangan program di 10 sekolah tersebut.

“Kesepuluh sekolah itu akan menjadi model MBS di Nagekeo,” katanya.
Kesepuluh sekolah itu adalah Sekolah Dasar (SD) Inpres Marapokot, SD Katolik St. Stefanus, MIS Nanggadhero, SD Katolik Stela Maris, SD Inpres Towak, SD Inpres Waemburung, SD Katolik Nggolonio, SD Katolik Dhawe, SD Katolik Munde dan SD Inpres Malabai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Monitoring dan evaluasi dilakukan menyeluruh terhadap sejauhmana penerapan tiga pilar MBS yang meliputi Manajemen Sekolah, Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) serta Peran Serta Masyarakat (PSM).

Dari hasil monitoring dan evaluasi tersebut, diperoleh gambaran bahwa belum semua sekolah percontohan itu menjalankan pilar-pilar MBS secara baik. Padahal, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi beberapa tahap pelatihan bagi para kepala sekolah, guru dan pengurus komite sekolah tersebut.

“Mungkin ini karena masih terbatasnya sumber daya, sarana dan prasarana, baik di tingkat sekolah maupun di tingkat gugus,” kata Yahya.

Hasil monitoring dan evaluasi yang telah dibahas dalam sebuah workshop yang dibuka Sekretaris Dinas PPO Nagekeo, Melkior Meke, SE, mewakili Kepala Dinas PPO, Drs. Lukas Mere di Mbay, Jumat (24/11/2012) lalu. Workshop itu diikuti oleh Tim MBS Kabupaten Nagekeo, Dinas PPO, para kesepala sekolah, perwakilan guru dan ketua komite dari masing-masing sekolah.

Salah satu unsur dalam manajemen sekolah, adalah menyangkut pembuatan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Ternyata, kepala sekolah, guru dan masyarakat masih belum memiliki pemahaman yang memadai dalam pembuatan Rencana Kerja Sekolah (RKS) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Bahkan ada sekolah yang tidak memenuhi standart minimal RKAS.
Begitupun dalam penyusunan kurikulum sekolah, umumnya belum lengkap. Kurikulum yang baik, minimal dilengkapi analisa daya serap dan ada pemisahan untuk Anak-anak yang Berkebutuhan Khusus (ABK). Namun kedua hal tersebut tidak terlihat dalam kurikulum sekolah-sekolah tersebut.

Dari segi sarana dan prasarana perpustakaan, ternyata masih sangat terbatas. Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki ruang perpustakaan. Sekretariat Komite juga tersedia di hamper semua sekolah tersebut.

Menyangkut PAIKEM, jelas Yahya, menunjukkan masih perlu pembenahan menyangkut metode pembelajaran, ketrampilan menyampaikan pertanyaan atau pendapat, pelayanan individual, pengelolaan kelas. Juga perlu pembenahan menyangkut sumber belajar dan alat bantu, komunikasi dan reflesi.

“Begitupun menyangkut Peran Serta Masyarakat (PMS), masih perlu peningkatan kapasitas dan kepedulian masyarakat. Terutama bagi komite sekolah mengenai tugas dan tanggungjawabnya di sekolah,” jelas Yahya sembari menambahkan, Plan Indonesia sebagai mitra pemerintah .

khususnya di Kabupaten Nagekeo yang selalu memfokuskan programnya bagi kepentingan terbaik anak-anak akan terus berusaha untuk mendukung peningkatan mutu sekolah-sekolah dasar di daerah ini.(SP)

Berita Terkait

GPSP Desak KSOP dan PELNI Terbuka Soal Penyebab KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende
KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor
Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?
Anggaran Pilkades Capai 3,9 M, Komisi 1 DPRD Ende Minta Dikaji Ulang
DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara
Surat Sakti Kepsek Kuburkan Mimpi Guru Honor di Ende Untuk Jadi P3K; 16 Tahun Mengabdi Sia-Sia
Limbah Tahu Tempe Picu Aroma Tidak Sedap, Anggota DPRD Ende Minta Izin Usaha Dicabut

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:20 WIB

GPSP Desak KSOP dan PELNI Terbuka Soal Penyebab KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi Ende

Minggu, 1 November 2026 - 09:07 WIB

KM Lawit Tabrak Dermaga Ippi, KSOP dan PELNI Dapat Catatan Kritis Dari Dewan di Ende

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Sorot Rencana Anggaran PKK 500 Juta, Komisi 1 DPRD Ende: Outputnya Apa?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:58 WIB

DLH Ende Akan Beri Sanksi Jika Ditemukan Limbah Pabrik Tempe Tahu Cemari Lingkungan Air dan Udara

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB