Korban Erupsi Ile Lewotolok Menjerit Saat Disambangi Aliansi Kami Bersama JRX Di Pondok Parek Walang

- Penulis

Selasa, 12 Januari 2021 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembata, Savanaparadise.com,-Kisah piluh warga terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok tak kian habis. Setelah sebulan lebih warga yang terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok mengungsi, namun pada tanggal 02 Januari 2021 mereka kembali dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

Akan tetapi, Ile Lewotolok masih terus bergejolak dan bergemuruh hingga hari ini dan masih berstatus level III atau siaga. Demi keselamatan mereka, warga lereng Gunung Ile Lewotolok memilih untuk mengungsi kembali, tapi bukan ke posko tempat penampungan pengungsi.

Lokasi yang mereka pilih adalah area Parek Walang Kecamatan Ile Ape.
Mungkin lokasi/area ini menurut mereka boleh mengurangi rasa takut dan panik yang menghantui mereka. Selain itu mereka bisa bercocok tanam di tempat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walaupun beratapkan seng bekas dan daun lontar kering dengan berdindingkan kain-kain bekas mereka merasa nyaman dengan keadaan yang mereka rasakan saat ini. Ironisnya, tiada pilihan lain, mereka harus tidur beralaskan tumpukan kain-kain, sebab Ile Lewotolok terus bergemuru.

Baca Juga :  Relawan SPPG di Ende; Program MBG Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal Serta Buka Lapangan Kerja

“Kami sangat ketakutan mendengar suara gemuru gunung Ile Lewotolok, Tutur Ibu Regina”, saat ditemui media Savanaparadise.com dipondok Pareng Walang, Selasa, (12/01/2021).

Bahkan menurut keterangannya, tidak hanya mereka sebagai orang tua yang takut dengan suara gemuru gunung Ile Lewotolok, anak-anak dan para lansiapun merasakan hal sama yaitu takut dan resah.

Keadaan itulah yang membuat mereka tidak nyaman berada dikampung dan memilih Parek Walang, walaupun serba kesulitan yang harus mereka rasakan.

Mama Regina juga mengaku selama mereka mengungsi di Parek Walang mereka belum tersentuh oleh bantuan apapun, apalagi dikunjungi oleh Pemerintah.

Ia juga mengaku, di Parek Walang mereka sangat kesulitan akan kebutuhan air bersih dan setiap hari mereka harus membeli dengan harga Rp. 2000/1 jerigen ukuran 5 Liter dan Rp. 5000/1 Jerigen ukuran 10.000.

“Kondisi ini yang membuat kami sangat kesulitan, apalagi semenjak bencana ini menimpa kami, belum ada pendapatan yang kami peroleh”, ungkap Mama Regina.

Baca Juga :  GMNI dan LMND Nyatakan Penggusuran di Irian Jaya Ende Harus Didasarkan Pada Putusan Pengadilan

Karenanya, Mama Regina dan seluruh pengungsi yang tinggal di Parek Walang merasa terharu ketika disambangi oleh Aliansi Kami Bersama JRX yang ada di Bali. Selanjutnya mewakili pengungsi lainnya, Ia menyampaikan terimakasih banyak kepada Aliansi Kami Bersama JRX atas perhatian kepada korban erupsi Lewotolok.

“Terimakasih banyak buat Aliansi Kami Bersama JRX yang sudah memberikan bantuan untuk kami dan semoga dengan bantuan dapat mengurangi beban kami. Terimakasih sekali lagi, semoga Tuhan dan Lewotoan Lembata memberkati usaha kalian semua”, Tuturnya.

Ketika diwawancarai, salah seorang Tim Aliansi Kami Bersama JRX, Yoan Lucano Peuobu mengatakan bahwa di lokasi Parek Walang kami menemukan keluhan yang menjadi perhatian untuk kita semua.

Lucano menambahkan, kita semestinya harus lebih peduli dan merasakan juga penderitaan yang di alami oleh saudara/i kita disini.

“Tadi mereka sudah kelukan soal kebutuhan air minum, bahan makanan, dan tempat mereka tinggal sebelumnya yang sudah mengalami kerusakan”,Tutupnya.

Penulis: Stefanus Beda Lelangwayang

Berita Terkait

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi
Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB
DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan
Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende
GMNI dan LMND Nyatakan Penggusuran di Irian Jaya Ende Harus Didasarkan Pada Putusan Pengadilan
Relawan SPPG di Ende; Program MBG Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal Serta Buka Lapangan Kerja
PADMA Indonesia Tegaskan Penggusuran Rumah Warga di Ende Oleh Pemda Abaikan Kemanusian dan Langgar Konstitusi
ADD 2025 Dipotong 6 Juta; Kadis PMD Ende Sebut Bukan Dipotong Tapi Disesuaikan dan Uangnya Ada di Kas Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:08 WIB

PBVSI Ende Up Grade Wasit Lisensi B dan A, Vinsen Sangu; Kita Butuh Wasit dan Pelatih Yang Berlisensi

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:01 WIB

Miliki Bukti Kuat, Margareta Doa Siap Hadapi Perkara di PN Ende, Kuasa Hukumnya; Klien Kami Punya Sertifikat HGB

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

DPRD Ende Soroti Soal Perubahan Struktur APBD Tanpa Melalui Perda Perubahan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:19 WIB

Bupati Badeoda Lantik 5 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kadis Venan; Ini adalah Amanah Untuk Peningkatan SDM di Ende

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:52 WIB

GMNI dan LMND Nyatakan Penggusuran di Irian Jaya Ende Harus Didasarkan Pada Putusan Pengadilan

Berita Terbaru