Ende, Savanaparadise.com,- Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Ende periode 2025 – 2030 resmi di lantik. Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Ine Pare, Kamis, (23/7/2026).
Hadir dalam kegiatan pelantikan, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, Ketua PMI Provinsi NTT, Ir. Alfridus B. Seran beserta jajarannya, Ketua PMI Kabupaten Sikka, Kodim 1602/Ende, Polres Ende, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia, Yohanis Lana Senda, S. Sos dalam laporan menjelaskan, pelantikan pengurus baru hari ini merupakan sebuah amanah yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI yang mana mengatur bahwa pengesahan dan pelantikan pengurus dapat dilakukan berdasarkan tingkatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatakan, PMI adalah organisasi kemanusiaan yang terikat dengan prinsip – prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulat Sabit Merah Internasional, diantaranya: kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.
“Melalui momen pelantikan ini kita berharap semoga pengurus yang baru dapat mempersembahkan seluruh jiwa raganya untuk kepentingan pelayanan kemanusiaan di kabupaten Ende tercinta”, tukas pria yang akrab disapa Allan Senda ini.
Usai laporan panitia dilanjutkan dengan proses pelantikan pengurus baru. Berdasarkan data, jumlah pengurus yang dilantik sebanyak 23 orang yang terdiri dewan kehormatan sebanyak 5 orang dan pengurus sebanyak 18 orang. Dari data, Cicih Muslimah, S.H,. M.H atau biasa disapa Cicih Badeoda akan memimpin PMI kabupaten Ende hingga 2030.
Ketua PMI Kabupaten Ende terlantik, Cicih Badoeda dalam sambutannya mengurai berbagai hambatan, kendala dan kekurangan yang dialami PMI Ende yang perlu di perbaik kedepan.
Cicih Badeoda menyebut, hambatan yang dihadapi PMI kabupaten Ende adalah karena belum memiliki markas. Selain persoalan belum memiliki markas, Cicih juga menyebut persoalan donor darah juga perlu menjadi perhatian.
Memurutnya, keterbatasan fasilitas di UGD perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan ke depannya. Karena itu, dirinya berharap pemerintah daerah berkenan membantu dan mendukung PMI termasuk dalam pengadaan markas PMI.
“Kami dari PMI mengucapkan terima kasih kepada pak Bupati, Ketua PMI Provinsi NTT yang telah bersedia hadir dalam acara pelantikan ini. Kami juga tidak lupa memohon dukungan dan kerja sama dari semua pihak untuk kerja-kerja PMI ke depan”, tandasnya.
Sementara, Ketua PMI Provinsi NTT, Alfridus B. Seran dalam sambutannya menegaskan, PMI merupakan sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang kemanusian, di harapkan mampu mengaplikasi seluruh misi tersebut dalam satu gerakan dengan mengedepankan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan dan bulan sabit merah yakni, kemanusian, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan..
Berdasarkan aturan, kata Alfridus, PMI di beri tugas khusus untuk mendukung pemerintah dalam kerja penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena itu, dirinya menekankan pentingnya profesionalitas bagi setiap pengurus di daerah yang perlu di kembangkan.
“Maka pelantikan ini merupakan momentum bagi pengurus terpilih untuk kembali mendukung peningkatan sumber daya manusia, pengembangan organisasi, peningkatan kualitas pelayanan”, pungkas dia.
Ia menyampaikan, prinsip kerja PMI adalah “Gaudere Cum Gaudentibus, Flere Cum Flentibus” yang artinya bergembiralah dengan orang-orang yang gembira dan menangislah dengan orang-orang yang menangis.
“Sebagai pengurus PMI Provinsi NTT tentu kami sangat mengapresiasi kepada pemerintah daerah kabupaten Ende yang telah mendukung PMI kabupaten Ende mewujudkan cita-cita gerakan palang merah dan bulan sabit merah di kabupaten Ende”, timpalnya.
Ia menitipkan pesan kepada pengurus yang baru agar terus membangun kemitraan bersama Pemerintah Daerah kabupaten Ende, TNI/Polri, Akademisi, Perguruan Tinggi, LSM, dan pihak lainnya guna mendukung dalam berbagai kegiatan seperti penanggulangan bencana, pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat, serta peningkatan kapasitas.
“Untuk pengurus masa bakti 2025 – 2030, teruslah membangun PMI Ende agar menjadi gembala kemanusian yang hidup dan bertumbuh dalam kehidupan bermasyarakat”, harapnya.
Kehadiran PMI Wujud Nyata Nilai Kemanusian
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda menegaskan kehadiran PMI merupakan wujud nyata nilai-nilai kemanusian di tengah masyarakat. Menurut Bupati, setiap tetes darah yang di donorkan untuk diberikan kepada korban bencana tersimpan nilai pengabdian yang tidak dapat diukur dengan materi.
Bupati memandang PMI adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, peduli, dan berdaya. Untuk itu, kata Bupati, sinergi yang telah terjalin dengan baik, kolborasi dengan berbagai lintas sektor merupakan bagian dari inovasi demi pelayanan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Kepada seluruh pengurus yang baru di lantik Bupati berharap, agar senantiasa menjunjung tinggi integritas organisasi, menjaga kepercayaan masyarakat, mengedepankan profesionalisme dalam setiap pelayanan, serta membangun budaya kerja yang transparan dan akuntabel.
“Jadi keberadaan bapak ibu sekalian sebagai pengurus, ini sangat-sangat kita butuhkan. Jadi apa yang telah di sampaikan tadi lesedian dukungan sarana dan prasarana bagi kerja-kerja PMI Ende, harus dan wajib disiapkan oleh pemerintah dan kita masyarakat kabupaten Ende akan mendukung penuh manusia dan kemanusian”, ujar Bupati.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










