JPIC OFM Timor Kutuk Aksi Penyerangan Umat Katolik di Yogya

- Penulis

Sabtu, 31 Mei 2014 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com, – Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) Ordo Fratrum Minorum (OFM) wilayah Timor mengutuk aksi penyerangan oleh sekelompok orang di rumah milik Direktur Galang Press Julius Felicianus di Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Kamis (29/5/2014) tengah malam.

“Aksi penganiayaan dan pemukulan di rumah Direktur Galang Press merupakan gambaran brutal terhadap kaum beriman dan potret buram kekerasan terhadap kemanusiaan. Iman yang dimaknai sebagai relasi intim antara manusia dan Allah dihancurkan oleh sekelompok manusia yang mengatasnamakan Allah,”jelas Koordinator JPIC OFM wilayah Timor, Pater Yohanes Kristo Tara, OFM kepada wartawan, Jumat (30/5/2014).

Baca Juga :  Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

“Bagaimana mungkin orang yang menyerukan Allahu Akbar serentak namun malah melakukan kekerasan terhadap manusia lain. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang keliru dalam pemahaman dan penghayatan iman,”lanjut pastor yang dikenal vokal itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pater Kristo sapaan akrabnya, tindakan penganiayaan dan pemukulan terhadap orang yang sedang menjalankan ibadah adalah sebuah kejahatan dan melanggar hukum, karena itu, negara harus tegas menindak para pelaku kejahatan tersebut untuk menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi semua orang beriman.

Baca Juga :  VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Pater Kristo mengatakan, negara harus membela kemanusiaan, menjamin kebebasan beragama dan beribadah seluruh rakyat Indonesia. Negara jangan lagi membiarkan kekerasan atas nama agama dan penghancuran terhadap kemanusiaa terus terjadi.

Menurutnya, Kebhinekaan dan pluralisme adalah harga mati untuk Indonesia. Siapa pun yang melawannya, harus berhadapan dengan negara dan hukum. Stop sudah kekerasan atas nama agama agama, atau negara ini akan bubar.

“Karena itu kami mengutuk keras aksi itu sebagai gambaran brutal terhadap kaum beriman dan potret buram kekerasan terhadap kemanusiaan,”pungkasnya.(GB/SP)

Berita Terkait

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59 WIB

Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:48 WIB

Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:04 WIB

Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:08 WIB

VBL Sebut Energi Hidrogen adalah Masa Depan NTT, Saatnya Kita Bangkit

Berita Terbaru