George Optimis Angka Stunting di Kota Kupang Bisa Turun Satu Digit

- Penulis

Minggu, 25 Juni 2023 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan Stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang (Foto: Prokopim Kota Kupang)

Peserta pelatihan Stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang (Foto: Prokopim Kota Kupang)

Kupang, Savanaparadise.com,- Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH optimis dengan adanya intervensi yang tepat serta asupan gizi yang cukup, salah satunya kelor sebagai makanan tambahan, angka stunting di Kota Kupang bisa turun.

“Kalau kita semua beri perhatian dan kerja keras dengan hati  ikhlas seperti kita persembahkan untuk Tuhan, saya yakin angka stunting di Kota Kupang bisa turun sampai 1 digit,” kata George dalam sambutanya saat membuka kegiatan pelatihan cegah stunting di Hotel Aston Kupang, Jumat (23/6).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kupang itu mengusung tema Peran Tenaga Kesehatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Melalui Sistem Rujukan Berjenjang dan Tatalaksana Gizi Buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir sebagai keynote speaker dalam pelatihan tersebut pengajar di Universitas Airlangga serta dokter anak di RS dr. Soetomo Surabaya, Dr.dr. Nur Aisyah Widjaja, Sp.A.K, para fasilitator ahli, dr. Woro Inri Patmosiwi, Sp. A dan dr. Yuyun Simanjutak Sp.A serta perwakilan dari PT Danone Indonesia, Eben Ginting. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang beserta jajaran.

Baca Juga :  Sejumlah Pelajar Di NTT Terindikasi Terpapar Paham Ekstrem Terorisme Via Platform Digital

George mengakui pelatihan itu merupakan momen penting yang harus dia hadiri sebagai bukti bahwa Pemerintah Kota Kupang memberi perhatian serius terhadap upaya penanganan stunting.

Lewat pelatihan ini dia berharap para tenaga kesehatan di Kota Kupang bisa mereplikasi ilmu dan pengalaman yang dibagikan untuk lebih efektif dan efisien dalam menangani stunting.

Dr.dr. Nur Aisyah Widjaja, Sp.A.K, menjelaskan pelatihan ini bertujuan sebagai implementasi dari pedoman nasional tata laksana stunting yang sudah terbit sejak Desember 2022 lalu, namun belum dibuat juknisnya sehingga daerah masih meraba-raba. Menurutnya pemerintah pusat sudah menetapkan 14 desa dari berbagai daerah di Indonesia sebagai pilot project program ini. Di NTT 2 desa pilot project ada di Kabupaten Nagekeo dan Sumba Barat Daya.

Baca Juga :  Jalan Saga - Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Kehadirannya sebagai nara sumber bertujuan untuk membagikan pengalamannya saat melakukan pendampingan di salah satu desa pilot project di Tulung Agung dan Surabaya. Menurutnya angka stunting di Surabaya semula 28 persen kini turun hingga 4,8 persen. Dia berharap pengalaman yang dibagikan bisa direplikasi oleh para tenaga kesehatan dan Pemkot Kupang tentunya menyesuaikan dengan kebijakan lokal setempat untuk turunkan angka stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarwana, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan, yaitu bidan desa, tenaga gizi, dokter umum, dan dokter spesialis anak mengenai penatalaksanaan stunting, deteksi dini serta monitoring keberlanjutan pengobatan pada pasien yang telah dirujuk balik dari rumah sakit. (SP)

Berita Terkait

Bupati Badeoda Lantik Kadis Dukcapil Ende; Yopi Dosi Woda Komit Ubah Pola Pelayanan Berbasis Desa dan Kecamatan
Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende
Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian
Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende
Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah
Pol PP Tanggapi Bantahan Dari Kuasa Hukum Pemilik Kos; Stafnya Siap Jadi Saksi di Polisi
Anggota Dewan di Ende Prihatin Atas Dugaan Kasus Prostitusi Online; Libatkan Perempuan dan Anak
LPA NTT Menduga Ada Eksploitasi Anak dan Perempuan Dibalik Praktek Prostitusi Online di Ende
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:19 WIB

Bupati Badeoda Lantik Kadis Dukcapil Ende; Yopi Dosi Woda Komit Ubah Pola Pelayanan Berbasis Desa dan Kecamatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:14 WIB

Bupati Beberkan Isi Pertemuan Bersama Tokoh Masyarakat Soal Dugaan Kos Kosan Jadi Tempat Prostitusi Online di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:16 WIB

Lantik Pengurus PMI Ende Periode 2025 – 2030, Alfridus Seran; Bangun PMI Ende Agar Jadi Gembala Kemanusian

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:48 WIB

Bupati Minta BKPSDM Panggil Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Protitusi Online di Ende

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:41 WIB

Polsek Wolowaru Ende Beri Edukasi Untuk Siswa di SDK Wolondopo 1; Cegah Perundungan di Sekolah

Berita Terbaru