Kekeringan, 93 Ekor Sapi di TTS Mati

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2014 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soe, Savanaparadise.com,- Kekeringan yang melanda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)tak hanya berdampak pada manusia. Sebanyak 93 ekor sapi milik dua kelompok penerima bantuan pengembangan ternak di Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, mati mendadak lantaran krisis air dan pakan ternak.

“Dari 110 ekor sapi, sampai saat ini yang hidup hanya 67 ekor saja karena yang lain mati, karena kita di sini kesulitan air dan pakan ternak. Untuk mendapatkan pakan ternak, kita harus cari daun di tengah hutan yang jaraknya dari kandang sapi sekitar 5 kilometer. Sedangkan untuk air, yang tersedia hanya satu embung saja, itu pun jaraknya sampai 7 kilometer,” kata Ketua kelompok Moenmese, Melki Batu, Kamis (23/10/2014).

Dijelaskannya bantuan yang didapat kelompoknya yakni sebanyak 110 ekor sapi dengan rincian 100 ekor betina dan 10 ekornya jantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Melki matinya sapi tersebut disebabkan kondisi sapi yang tidak sehat saat didistribusikan. Melki menyatakan peternak hanya bisa mempertahankan kehidupan ternak, namun tidak bisa melakukan penggemukan.

“ Seharusnya pemerintah memiliki perencanaan agar bantuan ternak ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melki berharap pemerintah jangan tidak diam dengan keberadaan kami anggota kelompok yang ada saat ini.

Sementara itu anggota kelompok Tafenat Monit, Jumina Manbait mengaku, dari 110 ekor sapi yang diterima oleh kelompoknya, sebanyak 50 ekor telah mati akibat kurangnya pakan, air dan juga penyakit.

Menurut Jumina, bantuan ternak sapi dari Pemerintah Provinsi NTT disalurkan pada Desember 2013 dalam bentuk embung. Namun sejak Bulan Agustus 2014, embung untuk kebutuhan ternak mulai mengering, dan saat ini tinggal satu embung di Temkuna, Desa Salbait, Kecamatan Mollo Barat, itu pun debitnya sudah mulai berkurang.

Anggota DPRD NTT, Jeffry Unbanunaek yang mengunjungi dua kelompok ternak itu mengatakan kehadirannya di Kabupaten TTS untuk melakukan sosialisasi peraturan daerah. Namun sebagai wakil rakyat daerah pemilihan TTS, tentu tidak bisa tinggal diam setelah mendapatkan informasi dan aspirasi rakyat soal kematian ternak sapi. Apalagi, kata dia, kemarau yang panjang, menyebabkan kekeringan dimana–mana.

“Saya minta Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten TTS guna menyelamatkan ternak yang masih tersisa. Kelompok jangan dibiarkan berjuang sendiri untuk mempertahankan ternak yang masih ada. Embung yang dibangun sebanyak lima embung, hanya tinggal satu embung saja yang masih ada, itu pun debitnya tinggal sedikit dan tidak bertahan lama lagi,” jelas Jeffry.(SP)

Berita Terkait

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal
Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah
Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen
Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi
Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih
Bank NTT Bahas Kemungkinan Relaksasi Kredit bagi Debitur dan Pelaku UMKM Terdampak Gempa Flores
Rekor MURI Pecah, 220 Ribu Siswa NTT Serentak Menabung di Bank NTT
Laba Bank NTT Naik 31,94% pada Semester I, Efisiensi dan Transformasi Bisnis Dongkrak Kinerja

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Edukasi Keuangan di Sumba Tengah, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Lantik Flouri Rita Wuisan, Gubernur NTT Minta Bank NTT Tingkatkan Kontribusi bagi Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Bank NTT Terima Apresiasi ILO, Pembiayaan Petani Rumput Laut di Sumba Timur Catat NPL 0 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Portofolio Kredit Rp79 Miliar Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Siapkan Restrukturisasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Bank NTT dan Jamkrida NTT Teken Kerja Sama Pengalihan Hak Tagih

Berita Terbaru

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Ende, melalui Penata Layanan Operasional, Muhamad Ramadhan dan Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto; Mateus Bheri/SP)

Ende

KM Lawit Tabrak Dermaga, Kondisi Kapal Rusak dan Bocor

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:34 WIB