BI Rate Naik, Bank NTT Pastikan Bunga Kredit UMKM dan KUR Tetap Aman

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadise.com,- Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen memunculkan perhatian berbagai kalangan terutama pelaku usaha yang bergantung pada pembiayaan perbankan. Namun Bank NTT memastikan kenaikan suku bunga acuan tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap kebijakan suku bunga kredit perseroan termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan kenaikan BI Rate merupakan salah satu langkah yang ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terus mengalami tekanan.

Ia menjelaskan BI Rate memang menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan moneter. Namun, kondisi nilai tukar dan perekonomian nasional juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kepercayaan pasar terhadap pemerintah dan arah kebijakan ekonomi secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BI Rate mau tidak mau harus naik agar supaya rupiah jangan terus melemah. Memang BI Rate hanya salah satu (bukan satu-satunya) instrumen untuk mempengaruhi nilai tukar. Ada masih banyak lagi instrumen yang lain, terutama kepercayaan pasar pada pemerintah,” kata Charlie kepada SP, Rabu, 10/6/2026 melalui layanan pesan WhatsApp.

Dijelaskan Charlie, kenaikan BI Rate pada umumnya akan diikuti dengan penyesuaian bunga dana masyarakat di perbankan. Namun proses tersebut tidak terjadi secara langsung dan membutuhkan waktu.

Baca Juga :  Euforia kelulusan SMA/SMK DI NTT Dinilai berlebihan,GMNI Kupang : Pembinaan karakter menjadi tanggungjawab bersama

” Kalau BI Rate naik, maka dana bank dari masyarakat tentu ikut naik, namun itu butuh waktu cukup lama untuk terjadi penyesuaian,” ujarnya.

Karena itu, menurut Charlie, dampak kenaikan BI Rate terhadap operasional perbankan daerah seperti Bank NTT tidak serta-merta dirasakan dalam jangka pendek.

Bank NTT juga memiliki dana pemerintah daerah yang relatif stabil sehingga memberikan bantalan terhadap perubahan kondisi suku bunga di pasar.

” Di Bank NTT tentu banyak dana pemda yang tentu lebih stabil suku bunganya,” kata Charlie.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank NTT tidak langsung terkena dampak dari kenaikan BI Rate yang terjadi saat ini.

” Dari kondisi-kondisi tersebut di atas, Bank NTT tentu tidak serta merta akan terkena dampak,” ujarnya.

Meski demikian, Charlie mengakui apabila suku bunga acuan bertahan pada level tinggi dalam waktu yang cukup lama, maka seluruh industri perbankan termasuk Bank NTT akan melakukan perhitungan dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang ada.

Menurutnya, penyesuaian terhadap suku bunga pinjaman menjadi salah satu hal yang akan dikaji apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang.

” Akan tetapi untuk jangka waktu lama, apalagi BI Rate tetap tinggi untuk jangka waktu lama, maka pasti Bank NTT akan melakukan kalkulasi kembali suku bunganya dan bisa saja melakukan penyesuaian suku bunga pinjaman,” jelasnya.

Baca Juga :  Merajut Kebersamaan dalam Kasih, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat Berkurban Sapi di Hari Raya Idul Adha di Kota Kupang

Kendati demikian, ia memastikan kredit-kredit program pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), tidak akan mengalami perubahan suku bunga.

” Bunga kredit untuk kredit-kredit program pemerintah, seperti KUR pasti tidak ada perubahan alias tetap. Jadi pengusaha UMKM tentu tidak perlu kuatir,” kata Charlie.

Sebagai bank pembangunan daerah, lanjutnya, Bank NTT tidak hanya menjalankan fungsi bisnis tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, Bank NTT akan terus berupaya menjaga bunga pinjaman tetap kompetitif sehingga tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan.

” Sebagai agent pembangunan, Bank NTT tentu akan mengusahakan bunga pinjaman yang tetap kompetitif dan tidak memberatkan peminjamnya,” katanya.

Charlie menambahkan dalam beberapa pekan ke depan Bank NTT akan melakukan kajian dan perhitungan lebih lanjut terkait dampak kenaikan BI Rate. Namun sejauh ini manajemen meyakini belum ada faktor yang akan mendorong perubahan signifikan terhadap kebijakan suku bunga Bank NTT.

” Minggu-minggu ini kami akan melakukan kajian dan kalkulasi kembali atas kenaikan suku bunga BI, dan saya yakin tidak ada dampak signifikan bagi kebijakan suku bunga Bank NTT,” jelasnya. ***

Penulis : Tim Redaksi ( DD )

Berita Terkait

Penerimaan Murid Baru SMA/SMK Se-NTT 2026/2027 Dilaksanakan Secara Online,Kadis P&K NTT Pastikan Berlangsung Transparan & Akuntabel 
Sejumlah Pelajar Di NTT Terindikasi Terpapar Paham Ekstrem Terorisme Via Platform Digital
Pelajar di NTT Terindikasi Paham Terorisme, Kini Jadi Perhatian serius Pemprov.NTT
Simon Petrus Kamlasi Pastikan Program MBG Menjangkau Wilayah 3T di Kabupaten Kupang
Pertama Di NTT ,Rumah Zakat NTT Salurkan 100 Sapi Qurban Bantuan Turki, Warga Lintas Iman Turut Terlibat
Merajut Kebersamaan dalam Kasih, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat Berkurban Sapi di Hari Raya Idul Adha di Kota Kupang
Gubernur NTT Lantik Direksi dan Komisaris PT Flobamor, PT KIB serta Direktur Kepatuhan Bank NTT
Gubernur Melki Lantik Revi Adiana Silawati, Bank NTT Didorong Semakin Digital dan Berintegritas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:44 WIB

BI Rate Naik, Bank NTT Pastikan Bunga Kredit UMKM dan KUR Tetap Aman

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:05 WIB

Penerimaan Murid Baru SMA/SMK Se-NTT 2026/2027 Dilaksanakan Secara Online,Kadis P&K NTT Pastikan Berlangsung Transparan & Akuntabel 

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:45 WIB

Sejumlah Pelajar Di NTT Terindikasi Terpapar Paham Ekstrem Terorisme Via Platform Digital

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pelajar di NTT Terindikasi Paham Terorisme, Kini Jadi Perhatian serius Pemprov.NTT

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:51 WIB

Simon Petrus Kamlasi Pastikan Program MBG Menjangkau Wilayah 3T di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru