Ende, Savanaparadise.com,- Kabar mengejutkan datang dari Margasiswa PMKRI Cabang Ende pada Minggu, 12 April 2026 malam. Margasiswa PMKRI Cabang Ende dikabarkan didatangi oleh Camat Ende Tengah, Lurah Paupire, dan puluhan personil Sat Pol PP.
Publikpun bertanya-tanya, apa maksud dan tujuan sehingga Camat Ende Tengah, Lurah Paupire dan Sat Pol PP mendatangi Margasiswa PMKRI Ende. Apalagi sebelumnya, PMKRI merupakam salah satu organisasi kepemudaan yang seringkali memyampaikan kritikan kepada pemerintah dalam hal ini Bupati atas kebijakan penertiban lapak dagang di Sempadan Ndao Ende.
Bahkan PMKRI, IMM bersama Warga Ndao pernah melakukan aksi demonstrasi berjilid-jilid yang berujung aksi bakar ban, unjuk rasa di rumah jabatan Bupati dan bahkan bentrok dengan aparat dari Sat Pol PP Ende.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam aksi demonstrasi tersebut, sempat anak-anak dari para pedagang kecil di Ndao juga ikut terlibat dalam aksi unjuk rasa sehingga memantik perdebatan di ruang publik.
Ada yang menilai itu adalah bentuk eksploitasi anak. Namun, ada juga yang membantah bahwa keterlibatan anak-anak dalam aksi tersebut sebagai bentuk empati terhadap nasib orang tua dan masa depan mereka seandainya lapak dagang orang tuanya digusur. Terlebih, saat unjuk rasa di rumah jabatan Bupati.
Setelah mendengan kabar, rekan-rekan media mendatangi Margasiswa PMKRI. Saat ditemui media, Minggu, 12 April 2026 malam, Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Ende, Longginus Kota Setu menceritakan, kehadiran Camat Ende Tengah, Lurah Paupire, dan puluhan personel Sat Pol PP tanpa melalui pemberitahuan resmi ke pengurus membuat Dirinya dan Anggota lain sementara berada di Marga terkejut.
“Kae, (Kakak-red) ketika Pak Camat, Lurah, dan Sat Pol PP datang saya kaget karena banyak orang. Sempat kami panik Marga dipenuhi puluhan Sat Pol PP”, cerita Longginus kepada media di Margasiswa PMKRI.
Menurut pengakuan Longginus, ia sempat meminta kepada teman-teman untuk videokan terkait isi pembicaraan terkait maksud dan tujuan kehadiran Camat, Lurah, personil Sat Pol PP di Margasiswa PMKRI. Namun, karena tidak diperbolehkan makanya tidak dilakukan.
Longginus juga membeberkan bahwa pada saat didatangi Camat, Lurah, dan Sat Pol PP, ada yang menanyakan soal identintas Dirinya dan rekan-rekan lainnya yang berada di Margasiswa saat itu.
“Bingung juga kita sampai tanya KTP segala. Bahkan ada yang menanyakan salah satu rekan kami, kamu dari Riung to? Kenapa tidak mau urus di Riung sana”, cerita Longginus.
Saat rekan-rekan media tiba dilokasi, Camat, Lurah, dan personil Sat Pol PP tidak berada Margasiswa PMKRI. Terpantau, berkumpul beberapa pengurus organisasi Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus seperti, GMNI Cabang Ende, FMN, IMM NTT, dan BEM Nusantara NTT sedang berdiskusi. Lalu bersama-sama menyampaikan pernyataan sikap atas kehadiran Camat, Lurah, dan Sat Pol PP Ende di Margasiswa PMKRI.
Berikut bunyi dari pernyataan sikap dari Cipayung Plus:
“Terkait kedatangan Lurah, Camat Ende Tengah, dan Sat Pol PP Ende yang mendatangi Margasiswa PMKRI Cabang Ende pada Minggu, 12 April 2026 pada Pukul 21.51, maka dari itu, kami dari Cipayung Plus yang terdiri dari, PMKRI Cabang Ende, GMNI Cabang Ende, FMN, IMM NTT, dan BEM Nusantara NTT menyatakan sikap bahwa
1. Mengutuk dan mengecam tindakan Lurah, Camat Ende Tengah, Sat Pol-PP yang mendatangi margasiswa PMKRI Cabang Ende tanpa legalitas yg jelas dan pada hari minggu malam hari.
2. Hentikan segala intimidasi terhadap mahasiswa dan organisasi yang berjuang menegakkan keadilan.
3. Mengecam dengan keras tindakan membatasi ruang demokrasi
4. Meminta Ombusman untuk mengusut tuntas dugaan maladminstrasi.
Ditempat terpisah, Camat Ende Tengah, Yulianus A. Laga Pasa, S. STP, M. Si saat ditemui media diruang kerjanya, Senin, (13/4/26) menjelaskan, kehadiran Dirinya bersama, Lurah, dan Sat Pol PP di Marga PMKRI itu tidak ada niat mengintimidasi ade-ade PMKRI dalam berdemokrasi.
Ia menerangkan, kehadiran Dirinya semata-mata selaku pemimpin di wilayah kecamatan menjalankan fungsinya sebagai Camat dalam hal pembinaan, keamanan, dan ketertiban terkait adanya isu yang berkembang akan terjadi gangguan dan penggerebekan sebagai upaya deteksi dini.
“Kami ini menjalankan fungsi Camat dan Lurah sebagai penjabaran peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2017 tentang kecamatan di mana salah satu fungsinya itu adalah pembinaan, keamanan, dan ketertiban. Kebetulan kami mendapat informasi ada gangguan, ada yang menggerebek dari isu yang berkembang. Setelah mendapat informasi tersebut, selaku Camat dirinya berkoordinasi dengan Sat Pol PP untuk melihat situasi di Marga”, Jelas pria yang akrab disapa Yovan Pasa.
“Sifatnya kami sebenarnya deteksi dini. Kebetulan di sana saya bertemu dengan ade-ade di sana dan kami berdiskusi. Bahkan saya bawa diskusi itu seperti adik dan kakak. Di mana saya menjalankan fungsi saya pemerintah kecamatan sebagai camat, melakukan diskusi, memberikan edukasi kepada ade-ade, mengarahkan mereka supaya kita tetap melaksanakan demokrasi tetapi jangan sampai bawa ke anarkis dan lain-lain”, tambahnya
Namun pagi tadi Dirinya mengaku merasa kaget dengan beredarnya video dalam bentuk pernyataan sikap yang menyatakan kehadiran Dirinya, Sat Pol PP dan Lurah di Marga PMKRI telah mengintimidasi ade-ade PMKRI Ende. Karena itu, Dirinya membantah dan menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan intimidasi terhadap PMKRI dalam kunjungan semalam di Marga.
Camat Yofan juga memberikan klarifikasi soal adanya informasi yang menyatakan bahwa dalam kunjungan semalam ada yang menanyakan tentang identintas anggota PMKRI berupa KTP. Menurut Yofan, dikala pihaknya berkoordinasi dengan Pol PP, kebetulan Pol PP sementara melakukan razia. Dan dilihat dari surat tugas mereka, ungkap Camat, Sat Pol PP sedang melaksanakan operasi razia di 4 kecamatan dalam kota dan mungkin Sat Pol PP sedang melaksanakan fungsi itu.
“Tapi pada prinsipnya saya hanya menjelaskan fungsi saya hadir di situ sebagai pembina, keamanan, dan ketertiban di wilayah kecamatan Ende Tengah. Dan kebetulan saja Marga PMKRI ini berada di wilayah kecamatan Ende Tengah. Jadi saya rasa saya pantas hadir di situ melakukan deteksi dini karena saya tidak ingin seperti Polisi India terjadi komflik baru hadir”, tukas Camat.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










