GMNI Ende Ngaku Kecewa Tidak Bertemu Bupati Badeoda Saat Aksi Demonstrasi

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para demonstran dari GMNI dihadang oleh personil dari Sat Pol PP Ende di depan pintu pagar Kantor Bupati Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Para demonstran dari GMNI dihadang oleh personil dari Sat Pol PP Ende di depan pintu pagar Kantor Bupati Ende (Foto: Mateus Bheri/SP)

Ende, Savanaparadise.com,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indoensia (GMNI) Cabang Ende melakukan aksi demostrasi di Kantor Bupati Ende, Senin, (30/3/2026). Sebelum ke kantor Bupati puluhan massa aksi ini melakukan unjuk rasa di kantor Dinas P dan K Kabupaten Ende.

Di Dinas P dan K massa aksi disambut Kadiis P dan K, Venantius Minggu. Dari Dinas P dan K massa aksi melanjutkan unjuk rasa ke Kantor Bupati Ende. Sayangnya, sampai dipintu masuk halaman kantor Bupati Ende mereka langsung dihadang puluhan personil dari Sat PP sementara pintu pagar di tutup.

Tak berselang lama, Sekretaris Sat Pol PP. Ende, Ibrahim menemui massa aksi di depan kantor Bupati. GMNI setelah menerima kabar, katanya Bupati tidak berada di kantor sempat kesal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pendemo ini tidak percaya akan informasi tersebut, sebab, pada hari yang sama Bupati juga melantik pejabat eselon II di lantai 2 Kantor Bupati Ende. Namun saat ditawar bisa bertemu pejabat yang mewakili Bupati, tentunya hal tersebut ditolak oleh GMNI.

Baca Juga :  Cipayung Ende Gelar Aksi 1000 Lilin Untuk Kematian Adik Edwin dan Kemanusian

GMNI hanya berniat bertemu Bupati dan menyampaikan secara langsung poin-poin tuntutan dari GMNI ke Bupati Badeoda. Karena gagal temui Bupati, para demonstran lalu membacakan tuntutannya.

Ketika di wawacara media, koordinator aksi, Fernando Teobaldus Agung Delu mengaku kecewa tidak dapat menemui Bupati.

Dirinya berjanji akan menggelar kembali aksi demonstrasi jilid 2 dengan kekuatan masssa aksi yang lebih besar hingga tuntutan GMNI terjawab.

Adapun tuntutan disampaikan GMNI Cabang Ends adalah:

1. Mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk merawat dan meningkatkan Situs Bung Karno.

2. Mendesak dinas pendidikan dan kebudayaan beserta pemerintah daerah untuk menyediakan petugas penerima tamu sekaligus pemandu wisata sejarah Bung Karno di Ende.

3. Mendesak pemerintah untuk merawat dan memperhatikan Makam Ibu Amsi.

Baca Juga :  GMNI Sedaratan Flores Usulkan Taman Renungan Bung Karno Jadi Taman Nasional dan Ende Ditetapkan Jadi Kota Pancasila

4. GMNI Ende menolak wacana pembangunan Weather Boom di Taman Rendo dan museum bahari di Taman Renungan Bung Karno.

5. Mendesak pemerintah pusat untuk menjadikan Ende sebagai kota Pancasila dan Taman renungan Bung Karno sebagai Taman Nasional.

Saat ditanya media, alasan GMNI Ende menolak wacana pembangunan Weather Boom, menurut Agung, pembangunan tersebut tidak sejalan dengan kebaradaan Taman Renungan Bung Karno.

“Jadi ketika kita berada di Taman Renungan Bung Karno untuk merenungkan perjuangan Bung Karno, lalu di sebelahnya ada Weather Boom yang pasti tentunya akan menganggu.Alasan berikutnya kenapa GMNI Ende menolak, karena masih banyak infrastruktur jalan yang ada di desa-desa yang butuh perhatian untuk diperbaiki”, ujar Agung.

Selesai dari kantor Bupati, puluhan massa aksi dari GMNI kembali ke sekretariat dengan aman dan tertib serta dikawal oleh aparat dari Kepolisian Resor Ende.

Penulis : Mateus Bheri

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi bersama Istri peduli masa depan bangun sekolah Paud di daerah pedalaman TTS
Jonas Salean tersandung kasus pengalihan aset tanah ,IMM NTT Dukung penuh PN Kupang pegang teguh putusan yang telah inkracht
Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende
Nilai proses Hukum Jonas Salean Cederai Prinsip Keadilan,IMM NTT akan Gelar Unjuk Rasa di Pengadilan & Kejaksaan Tinggi NTT.
Laporan polisi Istri Bupati Ende adalah Bentuk Intimidasi,Ketua PMKRI Ende: Saat Kejadian Saya di Jakarta 
Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 
Awal Kasus Gusur rumah warga oleh Bupati,Kini Istri bupati Ende Lapor Ketua PMKRI Ende Ke Polres Ende
UPTD Tekkomdik Luncurkan Peta Pendidikan NTT 2026 untuk Dasar Kebijakan Berbasis Data
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:00 WIB

Simon Petrus Kamlasi bersama Istri peduli masa depan bangun sekolah Paud di daerah pedalaman TTS

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:01 WIB

Jonas Salean tersandung kasus pengalihan aset tanah ,IMM NTT Dukung penuh PN Kupang pegang teguh putusan yang telah inkracht

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:42 WIB

Save Daniel Turot dari Kriminalisasi Wajah Kekuasaan di Kabupaten Ende

Senin, 11 Mei 2026 - 20:54 WIB

Nilai proses Hukum Jonas Salean Cederai Prinsip Keadilan,IMM NTT akan Gelar Unjuk Rasa di Pengadilan & Kejaksaan Tinggi NTT.

Senin, 11 Mei 2026 - 12:04 WIB

Usai di laporkan Istri Bupati Ende ,Ketua PMKRI Ende : Resiko Jadi Aktivis adalah keteguhan prinsip 

Berita Terbaru