Ende, Savanaparadise.com,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indoensia (GMNI) Cabang Ende melakukan aksi demostrasi di Kantor Bupati Ende, Senin, (30/3/2026). Sebelum ke kantor Bupati puluhan massa aksi ini melakukan unjuk rasa di kantor Dinas P dan K Kabupaten Ende.
Di Dinas P dan K massa aksi disambut Kadiis P dan K, Venantius Minggu. Dari Dinas P dan K massa aksi melanjutkan unjuk rasa ke Kantor Bupati Ende. Sayangnya, sampai dipintu masuk halaman kantor Bupati Ende mereka langsung dihadang puluhan personil dari Sat PP sementara pintu pagar di tutup.
Tak berselang lama, Sekretaris Sat Pol PP. Ende, Ibrahim menemui massa aksi di depan kantor Bupati. GMNI setelah menerima kabar, katanya Bupati tidak berada di kantor sempat kesal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pendemo ini tidak percaya akan informasi tersebut, sebab, pada hari yang sama Bupati juga melantik pejabat eselon II di lantai 2 Kantor Bupati Ende. Namun saat ditawar bisa bertemu pejabat yang mewakili Bupati, tentunya hal tersebut ditolak oleh GMNI.
GMNI hanya berniat bertemu Bupati dan menyampaikan secara langsung poin-poin tuntutan dari GMNI ke Bupati Badeoda. Karena gagal temui Bupati, para demonstran lalu membacakan tuntutannya.
Ketika di wawacara media, koordinator aksi, Fernando Teobaldus Agung Delu mengaku kecewa tidak dapat menemui Bupati.
Dirinya berjanji akan menggelar kembali aksi demonstrasi jilid 2 dengan kekuatan masssa aksi yang lebih besar hingga tuntutan GMNI terjawab.
Adapun tuntutan disampaikan GMNI Cabang Ends adalah:
1. Mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk merawat dan meningkatkan Situs Bung Karno.
2. Mendesak dinas pendidikan dan kebudayaan beserta pemerintah daerah untuk menyediakan petugas penerima tamu sekaligus pemandu wisata sejarah Bung Karno di Ende.
3. Mendesak pemerintah untuk merawat dan memperhatikan Makam Ibu Amsi.
4. GMNI Ende menolak wacana pembangunan Weather Boom di Taman Rendo dan museum bahari di Taman Renungan Bung Karno.
5. Mendesak pemerintah pusat untuk menjadikan Ende sebagai kota Pancasila dan Taman renungan Bung Karno sebagai Taman Nasional.
Saat ditanya media, alasan GMNI Ende menolak wacana pembangunan Weather Boom, menurut Agung, pembangunan tersebut tidak sejalan dengan kebaradaan Taman Renungan Bung Karno.
“Jadi ketika kita berada di Taman Renungan Bung Karno untuk merenungkan perjuangan Bung Karno, lalu di sebelahnya ada Weather Boom yang pasti tentunya akan menganggu.Alasan berikutnya kenapa GMNI Ende menolak, karena masih banyak infrastruktur jalan yang ada di desa-desa yang butuh perhatian untuk diperbaiki”, ujar Agung.
Selesai dari kantor Bupati, puluhan massa aksi dari GMNI kembali ke sekretariat dengan aman dan tertib serta dikawal oleh aparat dari Kepolisian Resor Ende.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










