Ende, Savanaparadise.com,- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sedaratan Flores mengusulkan taman permenungan Bung Karno di Ende ditetapkan menjadi taman nasional.
Usulan tersebut disampaikan GMNI sedaratan Flores melalui Ketua GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko Goban dalam kegiatan Napak Tilas yang digelar GMNI sedaratan Flores yang bertempat di Ende, Senin, (23/3/26).
Kegiatan Napak Tilas tersebut dihadiri Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI Bidang ESDM dan diikuti 3 cabang yakni, GMNI Cabang Sikka, GMNI Cabang Ende, dan GMNI Cabang Nagekeo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan hasil diskusi bersama dengan rekan-rekan GMNI dari setiap cabang di situ lahirlah sebuah konsesus bersama yang menjadi sikap politik organisasi GMNI sedaratan Flores yakni mendorong dan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk menetapkan taman permenungan Bung Karno di Ende menjadi taman nasional”, ungkap Iko.
Selain mendorong dan mengusulkan Taman Renungan Bung Karno menjadi taman nasional, kata Iko, GMNI sedaratan Flores juga mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan Ende sebagai kota Pancasila.
Menurut Iko, Ende memang layak dan pantas dijuluki sebagai kota Pancasila dan Taman Renungan Bung Karno dijadikan sebagai taman nasional karena di tempat ini dan di tanah ini Bung Karno berpikir, merenung, dan menggali Lima butir mutiara pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.
Setelah mengatakan itu, Iko menyarankan ke pemerintah kabupaten Ende agar mulai menata, mengelola aset sejarah tersebut yang menjadi ikon daerah ini secara baik. Menurut pengamatannya langsung lokasi, ada beberapa aset sejarah yang perlu direnovasi seperti makam Ibu Amsi dan taman renungan Bung Karno.
“”Selama kegiatan napak tilas dari pagi hingga sore ada beberapa hal yang menjadi catatan kita yang harus disikapi pemerintah kabupaten Ende yaitu bagaimana untuk merenovasi, membenahi, dan menata kembali taman permenungan Bung Karno dan makam Ibu Amsi”, desaknya.
Iko menuturkan, hari ini semua mata sedang tertuju ke Ende, selain terkenal dengan danau tiga warna yakni Kelimutu, ada aset sejarah yang memiliki daya pikat luar biasa seperti rumah pengasingan Bung Karno dan Taman Permenungan Bung Karno serta yang lainnya.
“Mau tahu tentang sejarah lahirnya Pancasila orang pasti akan datang ke Ende. Dan sebagai bagian dari Ende, kita sangat bangga karena dari Ende telah mengharumkan Flores, NTT bahkan Indonesia umumnya. Dunia mengakui Pancasila lah yang mempersatukan Indoenesia yang plural ini dan itu diakui Bung Karno bahwa itu ia renungkan di Ende”, tukasnya.
Secara terpisah, Ketua DPP GMNI Bidang ESDM, Yohanes Maro menyatakan berkaitan usulan dari GMNI sedaratan Flores agar Taman Renungan Bung Karno agar di tetapkan menjadi taman nasional dan Ende di tetapkan menjadi kota Pancasila nanti akan teruskan dirinya ke Ketum dan Sekjen DPP GMNI agar usulan ini bisa di bahas secara bersama segenap DPP.
Pastinya, tegas dia, DPP GMNI akan memperjuangkan usulan tersebut sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama rekan-rekan GMNI sedaratan Flores dan seluruh masyarakat Ende-Flores dan NTT bisa terjawab.
“Ada beberapa usulan teman-teman GMNI sedaratan Flores telah saya catat dan nantinya saya akan sampaikan ke Pak Ketum dan Pak Sekjen agar usulan ini menjadi priotas untuk di bahas bersama dan di perjuangkan”, kata pria yang akrab di sapa Nyoman ini.
Nyoman membeberkan, sebenarnya dalam diskusi dan pertemuan di internal pengurus pusat, Pak Ketum dan Pak Sekjen dan pengurus DPP lainnya berencana akan menyelenggaran pertemuan akbar GMNI se-Indonesia dan tempat nya di Ende, kota rahimnya Pancasila.
“Kalau memang rencana ini terwujud kita mohon dukungan para Alumni di Ende, Flores, dan NTT sekiranya cita-cita besar ini bisa terlaksana”, ujarnya.
Penulis : Mateus Bheri
Editor : Tim Redaksi










