Support Program Ketahanan Pangan, Camat Ndona: Bumdes Skala Prioritas Desa dan Kecamatan

- Penulis

Selasa, 25 Februari 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Ndona, Yoseph Lebu, SE saat memberikan keterangan perss kepada media. (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Camat Ndona, Yoseph Lebu, SE saat memberikan keterangan perss kepada media. (Foto: Chen Rasi/Savanaparadise.com)

Ende, Savanaparadise.com,- Demi mendukung program ketahanan pangan, pemerintah mewajibkan pemerintah desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Kebijakan ini senada dengan dialokasinya sebagian dari dana desa sebesar 20 porsen yang diperuntukan, mendukung seluruh program ketahanan pangan.

Selain itu, program ketahanan pangan dinilai akan terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena seluruh bahan baku dari MBG diambil dari program ketahanan pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Ndona, Yoseph Lebu, SE, usai mengikuti kegiatan launching penguatan program P2L di Polsek Ndona, Senin, (24/02/25) kepada media menjelaskan pemerintah pusat telah mencanangkan program ketahanan pangan dan sesuai arahan, pemerintah kabupaten Ende melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menekankan, pentingnya desa untuk membentuk Bumdes demi mendukung program ketahanan pangan.

Baca Juga :  Takut Gempa Susulan; Warga di Ende Memilih Mengungsi di Atas Bukit, Bangun Tenda Darurat

“Wajib untuk membentuk Bumdes. Dan ini skala prioritas desa dan kecamatan. Untuk kecamatan Ndona, launching pertama dalam sosialisasi pembentukan Bumdes”, kata Yoseph.

Yoseph menyebutkan, saat ini ada lima Bumdes yang sudah terbentuk di wilayah kecamatan Ndona, dari dua belas desa yang ada. Satu Bumdes, kata dia, sudah tercatat di kemenkumham sedangkan empat desa masih dalam proses administrasi dan tujuh desa lainnya dalam proses pembentukan.

“Untuk lima desa yang sudah terbentuk, desa Wolotopo, desa Nanganesa, desa Ngalupolo, desa Wolokota, dan desa Kekasewa. Sudah ijin resmi dari Kemenkumham desa Wolotopo”, urai Camat Yoseph.

Baca Juga :  BPBD Ende Laporkan Data Pengungsian Terpusat Nol; Faktanya di Maukaro Masih Ada

Menanggapi terkait kesiapan desa dalam mendukung program ketahanan pangan dan strategi pemerintahan desa, memaknai desa sebagai lokomotif perubahan.

Kepala Desa Nanganesa, Isak Ismail mengatakan, untuk desa Nanganesa sendiri, terkait pembentukan Bumdes sudah dilakukan dari tahun 2023 kemarin.

“Untuk sementara kita masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan dana desa 20 porsen untuk program ketahanan pangan”, jelas Ismail.

Apabila semuanya sudah berjalan, tambah dia, tahap berikutnya akan dilakukan musyawara khusus mengenai dana ketahanan pangan.

Nanti dalam musyawara khusus kita tentukan sebagai desa tematik dan jenis apa yang akan kita pakai sesuai potensi yang ada di desa; tutup Kades Ismail. (CR/SP)

Berita Terkait

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Ende Tahun 2026 Tercatat 63 Kasus; 5 Orang Meninggal Dunia
Bupati Badeoda Lantik Gabriel Dala Jadi Sekda Ende; Minta Benahi Birokrasi Berbelit-Belit
Kunjungi Ende, Wamen PU Instruksikan Percepatan Tanggap Darurat Infrastruktur Air Minum Perumda Tirta Kelimutu
Datangi Kantor DPRD dan Bupati Ende; Puluhan Kades Tergabung Dalam APDESI dan PPDI Sampaikan 8 Poin Tuntutan
Sempat Dikabarkan Batal Dibagikan ke KPM; 54 Ton Beras Rawan Pangan di Ende Disalurkan Secara Manual
754 Ton Beras Rawan Pangan Di Ende Gagal Salur, Ansel Kaise : Pemkab Segera Koordinasi Dengan Bapanas
Ratusan Unit Kendaraan Dinas Milik Pemkab Ende Tunggak Pajak
VBL Bawa Pesan Persatuan dan Solidaritas dalam Sosialisasi 4 Pilar di Sumba Tengah
Berita ini 11 kali dibaca