Petani Cengkeh di Manggarai Jadi Korban Penipuan Online

- Penulis

Senin, 22 Februari 2021 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ruteng, Savanaparadise.com,- Rafael Sigat, warga kampung Helas, desa Wae Ajang, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai menjadi korban penipuan online. Rafael yang merupakan petani cengkeh ini harus rela kehilangan uang sebanyak 10 juta Rupiah.

Kejadian tersebut bermula, Rafael Sigat baru saja selesai menimbang cengkeh sebanyak 299 kilogram. Ketika selesai melakukan penimbangan tiba tiba ada nomor baru menelpon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak butuh waktu lama Rafael Sigat pun menjawab panggilan telepon nomor tak dikenal itu. Si penelpon mengaku merupakan aparat kepolisian di Kalimantan. Penelpon yang mengaku polisi ini memberitahukan anak Rafael Sigat terlibat kasus Narkoba.

Baca Juga :  Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Merasa panik dengan informasi tersebut korban langsung menanyakan keadaan dari anaknya. Rafael Sigat meminta untuk berbicara secara langsung namun pelaku tidak mengindahkan permintaannya.

Penelpon meminta jaminan 10 Juta Rupiah agar anaknya dibebaskan. Ia mengatakan anaknya sedang dalam tahanan polisi di Kalimantan.

Rafael Sigat pun panik. Ia langsung meminta nomor rekening Bank BRI pelaku untuk mengirimkan sejumlah uang.

Baca Juga :  Bupati Badeoda Anggap Kritik dan Masukan Dari Masyarakat Adalah Dinamika Dalam Bernegara

Tory Sehadan salah satu kerabatnya menduga pelaku penipuan merupakan keluarga dekat. Ia beralasan kejadian itu bertepatan dengan Rafael Sigat menjual hasil bumi.

” Ini pasti orang sekitar karena tidak mungkin ada orang yang tahu bahwa bapak ini baru timang cengkih, sehingga kuat dugaan saya bahwa ini pasti ada orang dalam,” kata Tory Sehadan, Senin, 22/03/2021.

Atas kejadian itu Tory Sehadan akan melaporkan penipuan itu ke Pihak yang berwajib.(KBT)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II
Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 
Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT
Jelang Peresmian TPA Al Amin di Ende, Yayasan Timur Bangkit Peduli Pelopori Khitanan Massal
Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI
Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*
DPRD Ende Nilai PT SGI Belum Maksimal Berkontribusi Untuk Daerah
Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat dan Lansia 
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:02 WIB

Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan, PA GMNI NTT Hijaukan Kawasan Mata Air Oelneneno Jelang Konferda II

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:56 WIB

Orang Muda di Ende Kritik Kebijakan Gubernur Soal Pembatasan Kendaraan Dalam Mengisi BBM Bersubsidi 

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:13 WIB

Alumni GMNI se-NTT Gelar Jalan Santai dan Bhakti Sosial Jelang Konferda II PA GMNI NTT

Senin, 29 Juni 2026 - 18:42 WIB

Jalan Saga – Sokoria Tak Kunjung Diperbaiki, Pemkab Ende Akan Evaluasi PT. SGI

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:53 WIB

Gandeng CIRMA, PA GMNI NTT Gelar Penghijauan dan Bagikan Alat Tulis untuk Anak Sekolah Sambut Konferda II*

Berita Terbaru