Polemik Soal Status Kewarganegaraannya, Orient Riwu Kore Buka Suara

- Penulis

Jumat, 5 Februari 2021 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Savanaparadis.com,- Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore buka suara soal polemik status kewarganega­raan yang viral, baik di media mainstream maupun media sosial.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf karena berita-­berita tersebut menyedot perhatian dan energi berbagai kalangan, termasuk se­ jumlah lembaga negara. Ia menegaskan tidak bermaksud membuat kekisruhan dalam proses ini.

Orient juga menegaskan hingga saat ini dirinya adalah WNI asli. Ia lahir di Kota Kupang dan berseko­lah di Kupang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Terakhir ia menyelesaikan studi S­1 di Universitas Nusa Cendana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orient yang merupakan keturunan suku Sabu ini mengatakan ia sangat cinta Indone­sia dan ingin kembali untuk mengabdi, khususnya di kampung nenek moyangnya, yakni Sabu Raijua. Dan, sebagai bukti kecintaannya kepada NKRI, sampai saat ini ia masih memiliki KTP, NIK dan Kartu Keluarga.

“Saya tidak pernah melepas status kewarganegaraan Indonesia. Walau­ pun saya bekerja di Amerika, masih terus bolak­balik ke Indonesia untuk lihat orang tua, keluar­ga dan saudara­-saudara saya, baik di Kupang maupun di Sabu Raijua. Saya WNI yang sah kare­na NIK saya tercatat secara resmi di data base kependudukan pada Ditjen Dukcapil,” Kata Orient, saat konferensi pers dengan sejumlah media, Jumat, (5/2/21).

Orient mengatakan dirinya memang pernah memiliki paspor Amerika saat bekerja di sana. Namun ketika hendak kembali ke Indonesia untuk menjadi calon kepala daerah, ia sudah memproses pencabutan Sta­ tus WNA.

“Jadi sebetulnya sudah berproses,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan ada aturan imigrasi di Amerika, jika seorang warga negara berproses menjadi pejabat publik, politisi atau angkatan bersenjata di negara lain, maka secara otomatis kewarganegaraan Amerika­nya gugur.

Orient juga mengatakan dirinya datang ke NTT untuk mengikuti Pilkada Sabu Raijua. Ia juga su­ dah mengikuti semua persyaratan yang ada dalam UU Pilkada, mulai dari dokumen kependudukan hingga mengikuti seluruh tahapan yang dilaksanakan penyelenggara pilkada.

“Saya juga mengiku­ ti proses di partai politik dari tingkat daerah sampai tingkat pusat hingga ditetapkan oleh DPP PDIP, Demokrat dan gerindra sebagai calon. Semua tahapan Pilkada oleh KPU saya lewati,” kata Orient.

Dirinya mengaku terpanggil pulang ke Sabu Raijua karena amanat orang tuanya, agar ketika sukses ti­ dak lupa membangun kampung halaman.

“Saya 20­an tahun bekerja dan mencari pengalaman di negara orang, tapi saya ingat pesan orang tua saya, jika saya berhasil harus kembali pulang dan membangun kampung. Ini yang membuat saya harus pulang,” pungkas Orient.

Selain karena amanah orang tua untuk kembali membangun tanah leluhur, Ia mengatakan secara pribadi saya merasa pri­hatin dengan kondisi Sabu Raijua yang sudah 12 tahun menjadi Kabupaten tapi tetap terbelakang.

Ban­yak terjadi korupsi di mana­- mana, pembangunan mangkrak, BBM yang sulit dan mahal untuk mendapat BBM saja orang harus mengantri sampai berkilometer, pendidikan tertinggal, kesehatan masyarakat yang tidak diperhatikan, tingkat kemiskinan yang terus meningkat sedangkan PAD terus menurun, dan lain sebagainya.

“Ini juga adalah hal­-hal yang menjadi program saya saat kampanye dan terbukti saya me­menangkan Pilkada dengan hampir lima puluh persen suara. Saya harap teman­teman wartawan atau Pemerintah Pusat, dan masyarakat lainnya bisa ke Sabu Raijua untuk melihat keadaan yang sebenarnya secara langsung, jangan hanya percaya apa kata saya” tambah Orient. (SP)

Berita Terkait

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan
Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir
DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub
Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp
Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 
Politeknik St. Wilhelmus Boawae Cetak 126 Lulusan Baru, William Yani Wea: “Jangan Berhenti Belajar!”
Sulastri Sebut Kenaikan Tarif 300 Persen Karena Masukan DPRD NTT, Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Meradang
Sulastri Sebut Pergub 33/2025 Terbit Berdasarkan Masukan Resmi DPRD NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 September 2025 - 21:39 WIB

Drama Pergub 33: Kadis Sulastri Balik Arah, Minta Maaf ke DPRD dan Nelayan

Selasa, 30 September 2025 - 18:40 WIB

Rapat Dinas DKP Gagal Total,Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Ogah Hadir

Selasa, 30 September 2025 - 16:01 WIB

DPRD NTT Bantah Intervensi Kenaikan Tarif, Komisi II “Sidang” Kadis DKP Soal Polemik Pergub

Selasa, 30 September 2025 - 12:44 WIB

Miris, Kadis Perikanan Undang Rapat Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Hanya Lewat WhatsApp

Selasa, 30 September 2025 - 06:59 WIB

Nelayan dan Pelapak PPI Oeba Minta Melki Lakalena Jangan Bikin Susah Sesama Ana Oeba 

Berita Terbaru