Winston Rondo : Perpoloncoan di Sekolah Harus Diputus Siklusnya

- Penulis

Kamis, 21 Juli 2016 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Winston Rondo
Winston Rondo

Kupang, Savanaparadise.com,- Perpoloncoan di lingkungan sekolah-sekolah masih marak terjadi. Perpoloncoan tersebut sering dilakukan siswa senior di sekolah kepada yuniornya ketika memasuki tahun ajaran baru.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo, mengatakan hal tersebut harus diputus siklusnya. bahkan katanya dalam perpeloncoan tersebut sering dibarengi dengan kekerasan fisik. Hal ini katanya merupakan warisan dari generasi ke genarasi di sekolah.

“Siklus perpeloncoan atau kekerasan ini harus diputus. Harus dibangun pemahaman yang lebih sehat, legaliter dan demokratis, karena itu kami mendukung inisiatif dari bapak Menteri untuk menghapus MOS ini,” kata Winston kepada wartawan di Kupang, Kamis, 21/07.

Menurutnya dengn munculnya peraturan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) terkait pelarangan pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) merupakan terobosan untuk memutus siklus perpeloncoan di sekolah-sekolah.

Aturan terhadap pelaksanaan MOS tertera dalam Peratuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

Dia mengatakan peraturan Kemendikbud sejalan dengan gagasan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara yang menggagas bahwa sekolah adalah taman. Taman merupakan suatu tempat yang nyaman untuk berinovasi.

Baca Juga :  Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Winston mengatakan mekanisme atau regulasi tersebut perlu didukung dengan upaya pengawasan atau monitoring dan tidak sekedar mengganti nama semata, sementara pelaksanaannya tetap sama seperti sebelumnya.

“Karena kita paling pandai dalam urusan mengganti nama tetapi isinya tetap sama. Pengawasan diperlukan sehingga kekuatiran masyarakat dalam hal ini orang tua murid akan terjadinya kekerasan fisik maupun psikis terhadap siswa dapat terhindarkan,” ujarnya.(SP)

Berita Terkait

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik
Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital
Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu
Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan
Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada
Akademisi Koreksi Pernyataan Fraksi Golkar DPRD Ngada Terkait Pelantikan Sekda
Panas! Bupati Ngada Abaikan Penunjukan Gubernur, Watu Ngebu Tetap Dilantik Jadi Sekda
Akan Berubah Jadi PT Perseroda, Bank NTT Pertegas Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dikritik Akademisi: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Manuver Politik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:14 WIB

Mindriyati Astiningsih Laka Lena Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Anak Lewat Parenting dan Literasi Digital

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:58 WIB

Media Penyiaran Berperan Penting dalam Penyebarluasan Informasi Pemilu

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:08 WIB

Universitas Dhyana Pura Bali Tradisi Ora et Labora Lewat Ibadah Rabuan

Senin, 9 Maret 2026 - 14:29 WIB

Jangan Gaduh, Ahli Hukum Administrasi Negara Sarankan Gubernur Gugat PTUN Bupati Ngada

Berita Terbaru